Veda Ega Pratama menghadapi akhir pekan yang berat ketika menjalani rangkaian Moto3 Aragon bersama Honda Team Asia. Pebalap muda asal Gunungkidul tersebut belum mampu memperoleh hasil yang ia harapkan setelah menyelesaikan balapan di posisi ke-20.
Hasil tersebut membuat Veda kembali gagal menambah poin dalam perjalanannya di Moto3. Sejauh ini, ia sudah empat kali menyelesaikan seri tanpa membawa pulang tambahan angka.
Perjuangan Veda di Sirkuit Aragon sebenarnya sudah menemui hambatan sejak rangkaian kegiatan berlangsung pada Jumat. Ia kesulitan menemukan performa yang mampu membawanya bersaing lebih dekat dengan kelompok pembalap di barisan depan.
Situasi semakin menantang ketika Veda harus menghadapi balapan dari posisi start yang cukup jauh. Ia memulai perlombaan dari urutan ke-22 sehingga membutuhkan upaya besar untuk mengejar para pembalap di depannya.
Veda Ega Pratama Memulai Balapan dari Posisi ke-22
Posisi start menjadi salah satu tantangan utama yang Veda Ega Pratama hadapi di Moto3 Aragon. Memulai perlombaan dari urutan ke-22 membuat rider Honda Team Asia tersebut harus bekerja keras sejak awal balapan.
Veda perlu melewati banyak pembalap apabila ingin mendekati zona poin. Namun, persaingan ketat di lintasan membuat upayanya untuk bergerak menuju kelompok depan tidak berjalan mudah.
Ia tetap berusaha memperbaiki posisi sepanjang perlombaan. Pada akhirnya, Veda mampu naik dua tingkat dibandingkan posisi awalnya dan menyentuh garis finis di urutan ke-20.
Meski berhasil memperbaiki posisi, hasil tersebut belum cukup untuk memberinya poin. Dengan demikian, Moto3 Aragon menjadi salah satu akhir pekan yang belum menghasilkan tambahan angka bagi pembalap Indonesia tersebut.
Hasil di Aragon sekaligus menunjukkan besarnya tantangan yang harus Veda hadapi dalam persaingan Moto3. Posisi start sangat memengaruhi peluang seorang pembalap untuk terlibat dalam perebutan posisi yang lebih baik, terutama ketika jarak dengan rombongan depan sudah terbentuk sejak fase awal perlombaan.

Veda Ega Pratama sudah empat kali gagal meraih moin di Moto3 2026.
Kesulitan Sudah Terlihat Sejak Jumat
Masalah Veda tidak hanya muncul ketika balapan berlangsung. Sejak Jumat, pebalap Honda Team Asia tersebut sudah mengalami kesulitan dalam menjalani rangkaian Moto3 Aragon.
Kondisi itu kemudian berdampak pada posisi startnya. Veda harus mengawali balapan dari barisan belakang setelah menempati posisi ke-22 di grid.
Dari posisi tersebut, ia menghadapi tugas yang tidak ringan. Selain harus menjaga ritme balapan, Veda juga perlu mencari kesempatan untuk melewati pembalap lain agar dapat mendekati kelompok yang memperebutkan poin.
Namun, upaya tersebut belum menghasilkan lompatan posisi yang signifikan. Veda akhirnya menyelesaikan perlombaan di urutan ke-20.
Walaupun hasil akhir belum sesuai harapan, Veda setidaknya mampu membawa motornya finis dan memperbaiki dua posisi dari tempatnya memulai perlombaan. Pengalaman menjalani akhir pekan sulit seperti di Aragon juga menjadi bagian dari proses menghadapi ketatnya kompetisi Moto3.
Empat Kali Gagal Meraih Poin di Moto3
Finis ke-20 membuat Veda Ega Pratama kembali meninggalkan sebuah seri Moto3 tanpa tambahan poin. Catatan tersebut menjadi kali keempat Veda gagal meraih angka sepanjang kiprahnya di kelas tersebut.
Tentu saja, kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi Veda dan Honda Team Asia. Persaingan Moto3 menuntut pembalap menjaga performa sejak sesi awal agar memiliki kesempatan mendapatkan posisi start yang lebih menguntungkan.
Moto3 Aragon memperlihatkan bagaimana kesulitan sejak Jumat dapat memengaruhi perjalanan seorang pembalap hingga perlombaan utama. Ketika harus memulai dari posisi ke-22, Veda membutuhkan usaha ekstra untuk membuka peluang mendekati zona poin.
Meskipun demikian, pembalap asal Gunungkidul tersebut tetap menyelesaikan balapan hingga garis finis. Ia menutup perlombaan dengan posisi ke-20 setelah memulai balapan dua tempat lebih rendah.
Kini, Veda Ega Pratama memiliki pekerjaan untuk memperbaiki performanya setelah akhir pekan sulit di Aragon. Hasil tersebut juga menjadi bagian dari perjalanan pembalap muda Indonesia itu dalam menghadapi persaingan di Moto3 bersama Honda Team Asia.