Mitsubishi X-Force menjadi salah satu SUV lima penumpang yang menawarkan berbagai fitur untuk mendukung mobilitas sehari-hari hingga perjalanan antarkota. Pengalaman penggunaan dalam jangka panjang pun memberikan gambaran mengenai fitur yang benar-benar terasa manfaatnya dalam kondisi berkendara nyata.
Salah satu pemilik X-Force generasi pertama, Fajar Indra Mora Harahap, telah menggunakan mobil tersebut sejak 26 Mei 2024. Hingga Agustus 2026, mobil miliknya telah menempuh perjalanan sekitar 24.000 kilometer.
Selama lebih dari dua tahun pemakaian, Fajar menggunakan X-Force untuk berbagai kebutuhan. Ia pun merasakan langsung sejumlah keunggulan mobil tersebut, terutama dari sisi fitur keselamatan dan pendukung kenyamanan berkendara.
Awalnya Berencana Membeli Pajero Sport
Menariknya, Fajar pada awalnya tidak memasukkan Mitsubishi X-Force ke dalam daftar mobil incarannya. Saat itu, ia justru berencana membeli Pajero Sport.
Rencana tersebut berubah ketika ia mengunjungi pusat perbelanjaan pada April 2024. Fajar menemukan pameran X-Force dan mendapat penawaran untuk SUV tersebut.
Menurut Fajar, potongan harga menjadi salah satu faktor yang membuatnya mengubah keputusan. Saat itu, tenaga penjual menawarkan diskon sekitar Rp 45 juta untuk X-Force.
Besarnya potongan harga tersebut membuat Fajar tertarik. Ia kemudian memutuskan membuat surat pemesanan kendaraan atau SPK dan akhirnya mulai menggunakan mobil tersebut pada akhir Mei 2024.
Fitur Mitsubishi X-Force Jadi Nilai Lebih
Setelah menempuh sekitar 24.000 kilometer, Fajar menempatkan kelengkapan fitur sebagai salah satu keunggulan utama Mitsubishi X-Force miliknya.
Generasi pertama yang ia gunakan memang belum menyediakan adaptive cruise control. Meski demikian, Fajar menganggap fitur lain yang tersedia sudah lebih dari cukup untuk mendukung kebutuhannya.
Salah satu teknologi yang paling sering membantu Fajar selama berkendara ialah blind spot monitoring atau blind spot warning. Sistem tersebut membantu pengemudi mengetahui keberadaan kendaraan lain di area yang sulit terlihat melalui kaca spion.
Fajar merasakan manfaat fitur itu terutama ketika berkendara pada malam hari. Kondisi pencahayaan yang terbatas membuat visibilitas pengemudi tidak sebaik pada siang hari.
Selain itu, kaca film bawaan mobil yang cukup gelap turut memengaruhi pandangan pengemudi. Karena itu, peringatan titik buta memberikan bantuan tambahan ketika ia harus berpindah jalur.
Manfaatnya semakin terasa ketika Fajar mengemudikan Mitsubishi X-Force di jalan tol. Sistem dapat membantu memberikan peringatan saat kendaraan lain berada di area titik buta, termasuk ketika ada mobil yang mendekat dari sisi kiri.
TPMS Membantu Memantau Tekanan Ban
Selain blind spot monitoring, Fajar juga mengandalkan Tire Pressure Monitoring System atau TPMS. Teknologi tersebut memberikan informasi mengenai tekanan udara pada ban sehingga pengemudi dapat memantaunya tanpa harus melakukan pemeriksaan manual setiap saat.
Bagi Fajar, kemudahan tersebut cukup membantu dalam penggunaan sehari-hari. Pengemudi dapat mengetahui kondisi tekanan ban langsung melalui sistem kendaraan.
Namun, pengalaman perjalanan jarak jauh menunjukkan adanya catatan pada fitur tersebut.
Saat mengikuti touring menuju Yogyakarta, Fajar dan beberapa rekannya pernah menemukan kondisi ketika sensor TPMS tidak membaca informasi sebagaimana mestinya. Menurut pengalamannya, situasi seperti itu terkadang muncul setelah mobil menempuh perjalanan cukup jauh.
Dengan demikian, Fajar melihat TPMS memiliki kelebihan sekaligus kekurangan. Fitur tersebut menawarkan kepraktisan, tetapi pengemudi tetap perlu memperhatikan kondisi ban secara langsung apabila sistem tidak menampilkan pembacaan.

Review Mitsubishi XForce dua tahun pemakaian.
Panoramic Sunroof Bukan Fitur Prioritas
X-Force generasi pertama milik Fajar tidak menawarkan panoramic sunroof. Namun, ia tidak menganggap absennya fitur tersebut sebagai kekurangan yang berarti.
Menurut Fajar, panoramic sunroof bukan kebutuhan utama dalam pola penggunaan mobilnya. Ia lebih mengutamakan fungsi yang berhubungan langsung dengan aktivitas berkendara sehari-hari.
Karena itu, fitur keselamatan dan teknologi pendukung pengemudi memberikan manfaat yang lebih nyata baginya dibandingkan panoramic sunroof.
Pengalaman tersebut juga menunjukkan bahwa kebutuhan fitur setiap pemilik kendaraan dapat berbeda. Pengguna yang lebih banyak memanfaatkan mobil untuk mobilitas harian dan perjalanan jauh kemungkinan memiliki prioritas berbeda dibandingkan pengguna yang mengutamakan fitur hiburan atau tampilan.
Auto Lock Jadi Catatan Saat Membawa Anak
Selain sejumlah keunggulan, Fajar memberikan catatan mengenai sistem penguncian pintu Mitsubishi X-Force berdasarkan pengalamannya ketika bepergian bersama anaknya yang masih berusia tiga tahun.
Menurut Fajar, fitur auto lock pada X-Force miliknya mulai bekerja ketika kendaraan mencapai kecepatan sekitar 17 kilometer per jam.
Sebelum mobil mencapai kecepatan tersebut, handel pintu masih memungkinkan penumpang membuka pintu dari dalam meskipun pengemudi telah mengaktifkan central lock.
Kondisi itu membuat Fajar menilai pengemudi perlu memberikan perhatian lebih ketika membawa anak kecil. Orang tua tetap perlu memastikan keamanan pintu dan menggunakan fitur keselamatan anak yang tersedia sesuai kebutuhan.
Catatan tersebut menjadi salah satu hal yang ia temukan setelah menggunakan kendaraan dalam jangka panjang, khususnya ketika menjalani aktivitas keluarga.
Tetap Puas Setelah Dua Tahun Pemakaian
Secara keseluruhan, Fajar memberikan penilaian positif terhadap pengalaman menggunakan Mitsubishi X-Force selama lebih dari dua tahun.
Mobil tersebut telah menemaninya menempuh perjalanan sekitar 24.000 kilometer untuk aktivitas sehari-hari maupun perjalanan jarak jauh. Dari berbagai fitur yang tersedia, blind spot monitoring menjadi teknologi yang paling terasa manfaatnya, sedangkan TPMS menawarkan kemudahan dalam memantau tekanan ban meski sesekali memiliki kendala pembacaan sensor.
Sementara itu, absennya panoramic sunroof tidak menjadi persoalan bagi Fajar karena fitur tersebut bukan bagian utama dari kebutuhannya.
Pengalaman penggunaan jangka panjang tersebut menunjukkan bahwa aspek kenyamanan serta fitur pendukung berkendara menjadi nilai yang paling ia rasakan dari Mitsubishi X-Force generasi pertama. Setelah lebih dari dua tahun bersama SUV tersebut, Fajar mengaku tetap merasa puas dengan kenyamanan yang ia dapatkan.