Mazda 6e resmi memasuki pasar otomotif nasional setelah PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) memperkenalkannya pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Kehadiran model ini menandai langkah baru Mazda di Indonesia karena untuk pertama kalinya pabrikan asal Jepang tersebut memasarkan sedan listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV) secara resmi. Mobil ini dibanderol dengan harga Rp850 juta (OTR Jakarta) dan menyasar konsumen yang menginginkan kendaraan listrik premium dengan desain elegan, performa tinggi, serta teknologi modern.
Mazda tidak hanya menghadirkan tampilan yang khas dengan filosofi desain Kodo, tetapi juga membekali Mazda 6e dengan spesifikasi yang kompetitif. Mobil ini menawarkan tenaga besar, daya jelajah hingga 560 kilometer dalam sekali pengisian baterai, serta berbagai fitur keselamatan dan kenyamanan yang mendukung pengalaman berkendara.
Dimensi Besar dengan Kabin Lebih Lapang
Mazda merancang Mazda 6e sebagai sedan berukuran besar yang mampu memberikan kenyamanan maksimal bagi pengemudi maupun penumpang. Mobil ini memiliki panjang 4.921 mm, lebar 1.890 mm, dan tinggi 1.491 mm.
Selain itu, wheelbase sepanjang 2.895 mm membuat ruang kabin terasa semakin lega. Penumpang di baris depan maupun belakang memperoleh ruang kaki yang lebih luas sehingga perjalanan jarak jauh menjadi lebih nyaman.
Ground clearance setinggi 148 mm juga memberikan keseimbangan antara stabilitas dan kemudahan saat melintasi berbagai kondisi jalan. Sementara itu, radius putar 5,6 meter membantu pengemudi bermanuver di area perkotaan yang padat. Mazda mencatat bobot kendaraan atau gross vehicle weight mencapai 2.440 kg.
Motor Listrik Bertenaga dengan Sistem Penggerak Roda Belakang
Mazda 6e mengandalkan motor listrik berkode MZ yang menghasilkan tenaga maksimum sebesar 190 kW atau setara 258 PS (256 Tk). Motor tersebut juga mampu menghasilkan torsi puncak hingga 290 Nm sehingga memberikan akselerasi yang responsif.
Pabrikan menyalurkan seluruh tenaga ke roda belakang melalui sistem Rear-Wheel Drive (RWD). Sementara itu, transmisi single speed bekerja untuk memastikan penyaluran tenaga berlangsung halus sekaligus efisien.
Kombinasi motor listrik dan sistem penggerak roda belakang tersebut memberikan karakter berkendara yang stabil serta menyenangkan, baik saat digunakan di jalan perkotaan maupun ketika melaju di jalan bebas hambatan.
Baterai 77,94 kWh Mampu Menempuh Hingga 560 Kilometer
Salah satu keunggulan utama Mazda 6e terletak pada kapasitas baterainya. Mazda membekali sedan listrik ini dengan baterai lithium-ion berkapasitas 77,94 kWh.
Berdasarkan standar pengujian WLTP, baterai tersebut mampu membawa kendaraan melaju hingga 560 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Jarak tempuh tersebut membuat Mazda 6e cukup ideal untuk kebutuhan mobilitas harian maupun perjalanan antarkota.
Kemampuan pengisian daya juga menjadi nilai tambah. Saat menggunakan fasilitas DC Quick Charge, baterai dapat terisi dari 10 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 24 menit.
Sebaliknya, apabila pemilik menggunakan home charger atau AC public charger berdaya 7,2 kW, proses pengisian dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 11 jam 8 menit. Dengan demikian, pengguna dapat mengisi daya kendaraan pada malam hari dan menggunakannya kembali keesokan pagi.

Mazda 6e.
Suspensi Modern dan Pelek Berukuran 19 Inci
Mazda turut memperhatikan kualitas pengendalian melalui penggunaan sistem kaki-kaki yang modern. Sedan listrik ini menggunakan Electric Power-Assisted Steering (EPAS) dengan mekanisme Rack and Pinion sehingga menghasilkan kemudi yang ringan sekaligus presisi.
Di bagian depan, Mazda memasang suspensi MacPherson Strut untuk menjaga kenyamanan saat melintasi berbagai permukaan jalan. Selanjutnya, bagian belakang menggunakan suspensi Multi-link yang mampu meningkatkan stabilitas sekaligus mengurangi guncangan.
Sektor pengereman juga mendapat perhatian serius. Mazda memasang cakram berventilasi berdiameter 310 mm pada roda depan, sedangkan roda belakang menggunakan cakram solid berukuran 306 mm.
Untuk mendukung tampilannya, Mazda 6e menggunakan velg aluminium berukuran 19 x 8 inci dengan sentuhan warna black machined. Velg tersebut dipadukan dengan ban berukuran 245/45 R19 sehingga memperkuat kesan sporty sekaligus meningkatkan daya cengkeram di jalan.
Desain Premium Dilengkapi Fitur Modern
Mazda 6e tampil dengan desain elegan yang berhasil meraih penghargaan World Car Design of the Year 2026. Penghargaan tersebut menunjukkan komitmen Mazda dalam menghadirkan kendaraan yang memadukan estetika dan fungsionalitas.
Pada bagian eksterior, mobil ini mengusung lampu LED yang terintegrasi dengan Daytime Running Light (DRL). Mazda juga melengkapi sistem pencahayaan dengan fitur Auto On/Off, High Beam Control, serta Manual Leveling untuk meningkatkan visibilitas ketika berkendara.
Selain itu, sedan listrik ini menghadirkan panoramic roof yang membuat kabin terasa lebih lapang sekaligus memberikan pencahayaan alami. Mazda juga menyematkan spoiler elektrik yang tidak hanya memperkuat tampilan premium, tetapi juga membantu meningkatkan aerodinamika kendaraan saat melaju pada kecepatan tinggi.
Mazda Perkuat Persaingan Mobil Listrik Premium
Peluncuran Mazda 6e menjadi langkah penting bagi Mazda dalam memperluas portofolio kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Dengan kombinasi desain premium, performa bertenaga, teknologi modern, serta jarak tempuh hingga 560 kilometer, sedan listrik ini hadir sebagai pilihan baru di segmen kendaraan listrik premium.
Melalui Mazda 6e, PT Eurokars Motor Indonesia menunjukkan keseriusannya dalam mengikuti perkembangan industri otomotif nasional yang kini semakin mengarah pada kendaraan ramah lingkungan. Kehadiran model ini juga memberikan lebih banyak alternatif bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa mengorbankan kenyamanan, kualitas, maupun karakter berkendara khas Mazda.