Vivo X500 Dan Oppo Find X10 mulai menunjukkan tanda-tanda menuju pasar Indonesia setelah sejumlah perangkat flagship terbaru dari Vivo dan Oppo muncul dalam basis data sertifikasi pemerintah. Selain dua model tersebut, Vivo X500 Pro Max dan ponsel lipat Vivo X Fold 6 juga tercatat telah memenuhi salah satu tahapan penting sebelum sebuah perangkat beredar secara resmi di Tanah Air.

Kemunculan empat smartphone tersebut membuka peluang persaingan baru di kelas premium. Meski demikian, konsumen masih perlu menunggu pengumuman resmi dari masing-masing produsen mengenai kepastian penjualan, harga, hingga waktu peluncurannya di Indonesia.

Tiga Smartphone Vivo Muncul dalam Sertifikasi Indonesia

Data Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Kementerian Perindustrian mencatat tiga perangkat Vivo dengan kode V2610, V2619, dan V2559. Berdasarkan data per Selasa, 15 September 2026, ketiga perangkat itu sudah memperoleh sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN.

Vivo V2610 dan V2619 sama-sama mencatat nilai TKDN sebesar 40,33 persen. Sementara itu, perangkat berkode V2559 memperoleh angka 39,93 persen.

Informasi dari sertifikasi Postel Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital (DJID) Kementerian Komunikasi dan Digital memberikan petunjuk lebih jelas mengenai identitas ketiganya. Data tersebut menghubungkan V2610 dengan Vivo X500 Pro Max, sedangkan V2619 mengarah pada Vivo X500. Adapun kode V2559 merujuk pada Vivo X Fold 6.

Kehadiran perangkat-perangkat tersebut dalam data TKDN sekaligus Postel menjadi indikasi bahwa Vivo telah menjalani tahapan regulasi untuk produk tersebut di Indonesia. Namun, proses sertifikasi tidak otomatis memastikan waktu peluncuran ataupun penjualan.

Oppo Find X10 Ikut Muncul

Oppo juga menunjukkan langkah serupa. Perangkat berkode CPH2911 mencatat nilai TKDN 46,44 persen dan sudah muncul dalam data sertifikasi Postel.

Berbeda dengan tiga perangkat Vivo, data DJID masih menggunakan nama OPPO CPH2911 dan belum menampilkan identitas komersialnya secara spesifik. Berdasarkan informasi yang beredar, kode tersebut mengarah pada Oppo Find X10.

Catatan sertifikasi juga menunjukkan dukungan perangkat terhadap berbagai jaringan seluler, mulai dari GSM, WCDMA, LTE, hingga 5G NR.

Dengan demikian, Vivo dan Oppo sama-sama telah menunjukkan aktivitas regulasi untuk lini premium terbarunya. Sampai sekarang, kedua perusahaan belum memberikan jadwal resmi peluncuran empat smartphone tersebut untuk konsumen Indonesia.

Vivo X500 Pro Max Diproyeksikan Membawa Spesifikasi Premium

Vivo berencana memperkenalkan keluarga X500 di China pada 21 September 2026. Salah satu perangkat yang paling menyita perhatian ialah Vivo X500 Pro Max karena model tersebut kabarnya menempati posisi tertinggi dalam keluarga X500.

Bocoran yang beredar menyebut Vivo akan mengandalkan MediaTek Dimensity 9600 Pro sebagai dapur pacunya. Chipset tersebut kabarnya memakai proses fabrikasi 2 nanometer.

Sektor fotografi juga menjadi salah satu bagian yang menonjol. Informasi awal menyebut Vivo X500 Pro Max membawa kamera utama 50 MP dengan sensor Sony LYTIA-838 berukuran 1/1,28 inci. Selain itu, Vivo kabarnya menyiapkan kamera periskop telefoto 200 MP.

Untuk menunjang penggunaan sehari-hari, perangkat tersebut disebut membawa baterai berkapasitas lebih dari 8.000 mAh. Jika Vivo benar-benar menggunakan kapasitas itu pada produk final, X500 Pro Max akan mencatat kapasitas baterai terbesar dalam keluarga flagship X series.

Pada bagian depan, bocoran mengarah pada panel OLED LTPO 6,85 inci. Layar tersebut kabarnya menawarkan resolusi 2K dan refresh rate hingga 144 Hz.

Meski berbagai informasi sudah beredar, Vivo belum mengumumkan keseluruhan spesifikasi resmi X500 Pro Max. Karena itu, detail tersebut masih dapat berubah ketika perusahaan meluncurkan produk final.

Vivo X500 dan Oppo Find X10

Vivo X300s dengan lensa telekonverter.

Vivo X Fold 6 Mengandalkan Layar Lipat dan Kamera 200 MP

Berbeda dengan keluarga X500, Vivo sudah memperkenalkan X Fold 6 di China pada Juni 2026. Smartphone lipat ini menggunakan layar utama AMOLED berukuran 8,02 inci dengan refresh rate 120 Hz. Pada bagian luar, Vivo menyediakan layar 6,53 inci yang juga mendukung refresh rate 120 Hz.

Vivo memberikan perhatian besar pada kemampuan kamera. X Fold 6 membawa kamera utama 200 MP dengan sensor Samsung HPB berukuran 1/1,4 inci serta dukungan optik Zeiss. Dua kamera 50 MP melengkapi sistem tersebut, masing-masing berfungsi sebagai kamera ultrawide dan telefoto dengan optical zoom 3x.

Perusahaan juga memasang baterai silikon-karbon 7.000 mAh. Teknologi pengisian dayanya mencapai 80 watt melalui kabel dan 40 watt secara nirkabel.

Untuk performa, Vivo X Fold 6 mengandalkan MediaTek Dimensity 9500 Super. Vivo memasangkannya dengan RAM LPDDR5X Ultra hingga 16 GB serta media penyimpanan UFS 4.1 berkapasitas maksimal 1 TB.

Di pasar China, harga perangkat ini mulai 7.999 yuan atau sekitar Rp21 juta untuk konfigurasi 12 GB/256 GB. Sementara varian 16 GB/1 TB mencapai 11.999 yuan atau sekitar Rp31,6 juta.

Oppo Find X10 Bersiap Debut di China

Oppo menjadwalkan pengenalan keluarga Find X10 di China pada 22 September 2026. Perusahaan kabarnya menyiapkan tiga anggota, yakni Find X10, Find X10 Pro Max, dan Find X10 E. Dari ketiganya, sejauh ini hanya model Find X10 reguler yang menunjukkan jejak sertifikasi untuk Indonesia.

Berdasarkan bocoran yang beredar menjelang peluncuran, Oppo Find X10 versi standar kabarnya membawa dua sensor kamera beresolusi 200 MP. Perangkat tersebut juga disebut menggunakan baterai 8.000 mAh serta bezel layar sangat tipis sekitar 0,99 mm.

Pada sektor performa, informasi sementara mengarah pada penggunaan chipset MediaTek Dimensity 9600 series. Oppo kabarnya menyiapkan beberapa kombinasi memori, mulai dari RAM 12 GB dengan penyimpanan 256 GB hingga RAM 16 GB dengan kapasitas penyimpanan 1 TB.

Oppo kemungkinan akan mengungkap informasi lengkap mengenai spesifikasi Find X10 ketika meluncurkan perangkat tersebut secara resmi.

Persaingan Flagship Indonesia Berpotensi Semakin Ramai

Munculnya Vivo X500, Vivo X500 Pro Max, Vivo X Fold 6, dan perangkat Oppo CPH2911 dalam proses sertifikasi Indonesia memberikan sinyal kuat mengenai persiapan kedua produsen di segmen premium.

Namun, sertifikasi TKDN dan Postel belum dapat menjadi patokan bahwa seluruh perangkat tersebut pasti meluncur dalam waktu bersamaan. Konsumen masih harus menunggu pengumuman Vivo dan Oppo mengenai tanggal penjualan, konfigurasi yang tersedia, serta harga resmi untuk pasar Indonesia.

Jika seluruh model tersebut akhirnya hadir, konsumen Indonesia akan mendapatkan lebih banyak pilihan smartphone kelas atas, mulai dari flagship konvensional yang berfokus pada performa dan kamera hingga perangkat layar lipat dengan spesifikasi premium.