Purwakarta – Suasana Desa Batu Tumpang, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, mendadak berubah menjadi perhatian warga setelah di temukan potongan tubuh yang di duga merupakan kaki seorang bayi pada Rabu (29/7/2026) sore. Penemuan tersebut memicu kehebohan karena bagian tubuh itu di ketahui berasal dari muntahan seekor biawak yang berada di sekitar permukiman warga.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan asal-usul potongan tubuh tersebut sekaligus mencari keberadaan bagian tubuh lainnya. Sementara itu, warga di minta tidak berspekulasi mengenai penyebab maupun latar belakang peristiwa sebelum hasil penyelidikan resmi di umumkan.

Penemuan Berawal dari Anak-Anak yang Bermain

Peristiwa ini pertama kali di ketahui sekitar pukul 17.30 WIB ketika sejumlah anak sedang berada di sekitar rumah warga. Mereka melihat seekor biawak memuntahkan sesuatu di dekat pekarangan. Rasa penasaran membuat mereka mendekati lokasi tersebut hingga akhirnya menemukan benda yang menyerupai potongan kaki bayi.

Temuan itu segera di laporkan kepada warga sekitar. Tidak lama kemudian, masyarakat berdatangan untuk memastikan informasi tersebut. Situasi pun berubah menjadi ramai karena dugaan bahwa potongan tubuh tersebut merupakan bagian tubuh seorang bayi yang masih berusia sangat muda.

Kepala Desa Batu Tumpang, Herul Mubarik, menjelaskan bahwa laporan awal berasal dari anak-anak yang menyaksikan langsung biawak memuntahkan benda tersebut. Setelah dilakukan pengecekan, warga menduga benda itu merupakan potongan kaki bayi.

Warga Berupaya Mencari Biawak dan Bagian Tubuh Lainnya

Sesaat setelah penemuan, warga bersama perangkat desa berusaha mengejar biawak yang di duga membawa bagian tubuh lainnya. Pencarian dilakukan hingga ke area semak-semak di sekitar lokasi penemuan.

Meski demikian, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Hingga malam hari, tubuh bayi secara utuh belum berhasil di temukan. Kondisi ini membuat warga terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang di anggap berpotensi menjadi lokasi keberadaan biawak maupun sisa tubuh bayi.

Selain mencari reptil tersebut, masyarakat juga mencoba menelusuri area sekitar dengan harapan menemukan petunjuk lain yang dapat membantu proses penyelidikan. Namun, sampai pencarian berlangsung beberapa jam, belum ada temuan tambahan yang mengarah pada keberadaan jasad bayi.

Kondisi Potongan Tubuh Sudah Mengalami Kerusakan

Berdasarkan keterangan pihak desa, potongan tubuh yang di temukan sudah mengalami kerusakan. Hal itu di duga terjadi karena sebelumnya sempat tertelan oleh biawak sebelum akhirnya di muntahkan kembali.

Meski bentuknya tidak lagi utuh, ciri-ciri yang terlihat membuat warga menduga bagian tersebut merupakan kaki bayi yang di perkirakan masih berusia sekitar satu minggu. Namun demikian, usia maupun identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Pihak desa menegaskan bahwa informasi mengenai usia bayi masih bersifat perkiraan awal berdasarkan pengamatan di lokasi. Oleh sebab itu, seluruh kesimpulan resmi akan di sampaikan setelah proses identifikasi selesai dilakukan.

Petugas kepolisian melakukan olah TKP setelah penemuan potongan tubuh yang diduga kaki bayi dari muntahan biawak di Desa Batu Tumpang, Purwakarta.

Biawak di Purwakarta Muntahkan Potongan Kaki Bayi

Polisi Pasang Garis Pengamanan dan Lakukan Olah TKP

Tidak lama setelah menerima laporan, aparat kepolisian dari Polsek Plered bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Purwakarta langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengumpulkan berbagai barang bukti yang dapat mendukung proses penyelidikan.

Selain mengamankan lokasi, polisi juga meminta keterangan dari sejumlah warga yang mengetahui kronologi penemuan. Langkah tersebut dilakukan untuk menyusun rangkaian peristiwa secara utuh serta mencari kemungkinan adanya saksi lain yang melihat aktivitas mencurigakan sebelum kejadian.

Penyelidikan tidak hanya di fokuskan pada identifikasi potongan tubuh, tetapi juga di arahkan untuk menemukan bagian tubuh lainnya yang hingga kini belum di ketahui keberadaannya.

Warga Di Minta Tidak Berspekulasi

Pemerintah desa mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan dugaan yang belum dapat di pastikan kebenarannya. Berbagai spekulasi mengenai kemungkinan tindak pidana, dugaan pembuangan bayi, maupun penyebab lain di minta tidak di sebarluaskan sebelum ada hasil resmi dari kepolisian.

Imbauan tersebut di sampaikan agar proses penyelidikan dapat berlangsung secara objektif tanpa di pengaruhi informasi yang belum terverifikasi. Selain itu, penyebaran kabar yang belum pasti di khawatirkan dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Pihak desa juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian selama proses investigasi berlangsung.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Hingga Rabu malam, aparat kepolisian masih melakukan serangkaian langkah penyelidikan untuk mengungkap asal-usul potongan tubuh bayi tersebut. Tim Inafis bersama personel kepolisian terus menelusuri lokasi sekitar guna mencari kemungkinan adanya bagian tubuh lain maupun barang bukti yang berkaitan dengan kasus ini.

Selain itu, penyidik juga akan berupaya mengidentifikasi identitas bayi serta menelusuri siapa orang tuanya. Seluruh proses di lakukan sesuai prosedur agar penyebab pasti dari peristiwa ini dapat di ketahui berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik.

Sementara itu, masyarakat di imbau tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegak hukum hingga informasi resmi mengenai hasil penyelidikan di umumkan.