Ugreen MagFlow Pro menjadi produk baru Ugreen yang menyatukan baterai portabel 10.000 mAh, pengisian magnetik, koneksi USB-C, dan teknologi pengontrol temperatur dalam satu perangkat. Produsen aksesori elektronik asal China tersebut memperkenalkan MagFlow Pro pada Sabtu (5/9/2026).
Ugreen memberikan dua pendekatan bagi pengguna yang ingin mengisi baterai gadget. Ponsel yang kompatibel dapat menerima energi tanpa sambungan kabel melalui Qi2. Sementara itu, koneksi USB-C menjadi alternatif bagi pengguna yang menginginkan pengisian menggunakan kabel.
Kemampuan keduanya berbeda. Jalur nirkabel menawarkan daya tertinggi 25 watt, sedangkan USB-C mampu mencapai 45 watt.
Di luar kemampuan tersebut, Ugreen mencoba memberi perhatian lebih besar pada temperatur perangkat. Perusahaan memasukkan komponen yang dapat mengedarkan cairan di dalam powerbank. Teknologi inilah yang kemudian menjadi salah satu karakter utama MagFlow Pro.
Kapasitas 10.000 mAh untuk Menyimpan Energi
Ugreen menggunakan kapasitas 10.000 mAh pada MagFlow Pro. Perusahaan memberikan gambaran mengenai kapasitas tersebut melalui perkiraan penggunaan pada iPhone 17 Air dan iPhone 17 Pro Max.
Menurut perhitungan Ugreen, energi yang tersimpan dalam kondisi penuh dapat mencukupi sekitar 2,03 siklus pengisian iPhone 17 Air. Jika pengguna menghubungkannya dengan iPhone 17 Pro Max, perusahaan memperkirakan kemampuan pengisiannya berada di kisaran 1,36 siklus.
Angka tersebut merupakan estimasi yang Ugreen sampaikan untuk dua perangkat tersebut.
Namun, kapasitas bukan satu-satunya aspek yang perusahaan tonjolkan. Ugreen juga mengembangkan mekanisme khusus untuk menangani temperatur saat energi berpindah dari powerbank menuju gadget.
MagFlow Pro Memiliki Dua Tahap Pengelolaan Temperatur
Ugreen tidak menyerahkan pengendalian panas kepada satu komponen saja. MagFlow Pro menggunakan dua elemen dengan tugas yang berbeda.
Elemen pertama berupa phase-change thermal storage material. Komponen ini menangani panas pada tahap awal dengan menyerap energi termal yang terbentuk ketika perangkat bekerja.
Proses tersebut membantu menahan perubahan temperatur agar tidak berlangsung terlalu cepat.
Selanjutnya, MagFlow Pro memanfaatkan pompa mikro ketika temperatur membutuhkan penanganan lebih lanjut. Pompa berukuran kecil itu membuat cairan di dalam perangkat bersirkulasi.
Aliran tersebut melewati area internal yang menghasilkan temperatur tinggi. Melalui proses itu, cairan mengambil sebagian panas dari area tersebut dan membantu sistem mengelola perubahan suhu.
Ugreen menyebut mekanisme ini sebagai liquid-cooled micro-pump. Perusahaan mengklaim belum ada powerbank portabel lain yang lebih dahulu menggunakan sistem serupa.
Mengapa Temperatur Menjadi Perhatian?
Pengelolaan panas pada MagFlow Pro tidak hanya menjadi tambahan pada daftar spesifikasi. Ugreen mengaitkan mekanisme tersebut dengan kemampuan perangkat dalam mempertahankan performa pengisian.
Menurut perusahaan, temperatur yang lebih terkendali memungkinkan proses pengisian mempertahankan kecepatannya secara lebih konsisten, terutama ketika perangkat bekerja dalam periode yang lebih panjang.
Ugreen juga menyatakan sistem tersebut dapat membuat temperatur operasional MagFlow Pro lebih rendah dibandingkan powerbank konvensional.
Untuk mencapai kondisi itu, kedua bagian sistem bekerja secara berurutan. Material perubahan fase menangani panas yang terbentuk terlebih dahulu. Setelah itu, sirkulasi cairan memberikan dukungan tambahan ketika temperatur terus bertambah.
Dengan konsep tersebut, Ugreen membawa metode pengelolaan thermal yang biasanya tidak menjadi fitur utama pada sebuah baterai portabel berkapasitas 10.000 mAh.

Powerbank Ugreen MagFlow Pro.
Pengguna Bisa Melihat Cairan dari Luar
Ada satu ciri fisik yang berkaitan langsung dengan sistem thermal MagFlow Pro.
Ugreen memberikan permukaan tembus pandang pada sekitar separuh sisi depan perangkat. Bagian tersebut membuka pandangan ke mekanisme internal sehingga pergerakan cairan dapat terlihat ketika sistem bekerja.
Artinya, perusahaan tidak sepenuhnya menyembunyikan teknologi pendinginan di balik casing.
Pilihan tersebut sekaligus memberikan karakter visual pada MagFlow Pro. Bagian transparan memperlihatkan bahwa cairan merupakan komponen fungsional dalam sistem pengaturan temperatur perangkat.
Qi2 Menawarkan Pengisian hingga 25 Watt
Untuk penggunaan tanpa kabel, Ugreen memilih teknologi Qi2. Sistem magnetik membantu perangkat yang kompatibel terhubung dengan area pengisian pada powerbank.
Daya maksimal yang tersedia melalui jalur ini mencapai 25 watt.
Pengguna yang memilih sambungan fisik memperoleh kemampuan lebih tinggi. MagFlow Pro mempunyai kabel USB-C yang sudah terintegrasi dengan perangkat dan mampu menyediakan daya hingga 45 watt.
Ugreen juga menambahkan sebuah port USB-C terpisah. Port tersebut memiliki batas keluaran yang sama, yaitu 45 watt.
Dengan demikian, pengguna tidak hanya bergantung pada kabel yang menjadi bagian dari bodi powerbank. Port tambahan tetap tersedia ketika pengguna ingin memakai kabel USB-C lain.
Ada Dukungan PD 3.0, QC 4.0, dan PPS
Kemampuan koneksi kabel MagFlow Pro mencakup beberapa protokol pengisian.
Ugreen memberikan kompatibilitas terhadap USB Power Delivery 3.0, Quick Charge 4.0, dan PPS.
Ketiga protokol tersebut melengkapi kemampuan USB-C 45 watt yang tersedia pada perangkat.
Sementara itu, keberadaan Qi2 memberikan alternatif bagi pengguna yang tidak ingin menghubungkan kabel. Oleh karena itu, MagFlow Pro menawarkan metode magnetik 25 watt dan metode kabel hingga 45 watt dalam satu perangkat.
Berapa Harga Ugreen MagFlow Pro?
Ugreen memasang harga 149,99 dollar AS untuk MagFlow Pro. Jika menggunakan konversi yang tercantum dalam sumber, nominal tersebut berada di kisaran Rp2,6 juta.
Perusahaan menyediakan perangkat melalui kanal penjualan resminya serta toko ritel yang menjadi mitra Ugreen.
Dengan MagFlow Pro, Ugreen tidak hanya menggabungkan baterai 10.000 mAh dengan Qi2 dan USB-C. Perusahaan juga membawa pendekatan berbeda terhadap pengelolaan temperatur melalui material perubahan fase dan sirkulasi cairan.
Kombinasi tersebut membuat MagFlow Pro memiliki tiga aspek utama: penyimpanan energi 10.000 mAh, pengisian hingga 25 watt secara nirkabel atau 45 watt melalui USB-C, serta sistem thermal berbasis cairan yang bekerja dengan bantuan pompa mikro.