Persib Bandung akan memulai perjalanan di AFC Champions League Two (ACL 2) 2026-2027 dengan menghadapi tantangan berat di Korea Selatan. Maung Bandung dijadwalkan bertemu FC Seoul di Seoul World Cup Stadium pada Rabu (16/9/2026) pukul 17.00 WIB.

Pertandingan tersebut langsung menyita perhatian media Korea Selatan. Pasalnya, FC Seoul tengah menunjukkan performa kuat di kompetisi domestik. Namun, status Persib sebagai juara Liga Indonesia musim lalu membuat wakil Indonesia itu tetap mendapatkan perhatian menjelang pertandingan pertama mereka di kompetisi Asia.

Persib tiba di Korea Selatan setelah menjalani dua pertandingan pada awal Super League 2026-2027. Tim asuhan Igor Tolic membuka musim dengan kemenangan 3-1 atas PSM Makassar. Setelah itu, Maung Bandung harus menerima kekalahan dari Persija Jakarta pada pekan kedua.

Hasil tersebut membuat Persib belum mencapai konsistensi terbaik pada awal musim. Meski demikian, kondisi itu tidak serta-merta membuat FC Seoul bisa memandang sebelah mata kekuatan tim asal Bandung tersebut.

Media Korea Soroti Kekuatan Persib Bandung

Media Korea Selatan, Issue On, memberikan perhatian khusus terhadap pertemuan FC Seoul dan Persib Bandung. Mereka melihat kedua klub datang dengan situasi yang berbeda di kompetisi domestik.

FC Seoul sudah menjalani jauh lebih banyak pertandingan di K League 1. Sementara itu, Persib baru memainkan dua laga di Super League musim ini. Karena itu, posisi kedua tim di liga domestik belum bisa menjadi perbandingan langsung untuk menentukan kekuatan mereka.

Issue On juga mengingatkan pembacanya tentang pencapaian Persib pada musim sebelumnya. Maung Bandung meraih gelar juara Liga Indonesia 2025-2026 setelah mengoleksi 79 poin dari 34 pertandingan.

Dalam perjalanan menuju gelar tersebut, Persib membukukan 24 kemenangan dan tujuh hasil imbang. Mereka hanya menelan tiga kekalahan sepanjang kompetisi. Catatan itu menunjukkan kemampuan Persib menjaga performa dalam persaingan panjang di level domestik.

Oleh sebab itu, FC Seoul tetap perlu memberikan perhatian penuh meskipun Persib belum menemukan ritme terbaik pada awal musim baru.

FC Seoul Kuasai Persaingan K League 1

Di sisi lain, FC Seoul memasuki laga ACL 2 dengan catatan domestik yang kuat. Klub berjuluk Dark Red Warriors tersebut menempati puncak klasemen K League 1.

Dari 29 pertandingan, FC Seoul mencatat 19 kemenangan, lima hasil imbang, serta lima kekalahan. Hasil tersebut membawa mereka mengumpulkan 62 poin.

FC Seoul juga membangun jarak cukup besar dengan pesaing terdekat. Mereka unggul 15 angka atas Ulsan yang berada di posisi kedua klasemen.

Performa itu menjadi modal penting bagi tim asuhan Kim Gi-dong sebelum beralih ke persaingan tingkat Asia. Kendati demikian, padatnya agenda pertandingan membuka kemungkinan bagi pelatih FC Seoul untuk mengatur komposisi pemain.

Kim Gi-dong memberi sinyal bahwa dirinya dapat memberikan menit bermain kepada beberapa pemain pelapis maupun pemain muda. Rotasi tersebut bisa membantu FC Seoul menjaga kondisi skuad tanpa mengurangi ambisi meraih hasil maksimal.

Namun, rencana itu tidak berarti FC Seoul menganggap Persib sebagai lawan ringan.

Persib Bandung

Persib Bandung sukses mengemas tiga poin usai bangkit di babak kedua kontra PSM Makassar pada pekan pertama Super League, Minggu (6/9/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Igor Tolic Hadapi Ujian Awal Bersama Maung Bandung

Bagi Persib Bandung, pertandingan di Seoul menjadi salah satu ujian penting pada fase awal musim. Igor Tolic perlu menemukan formula yang tepat untuk menghadapi tim yang sudah memiliki ritme pertandingan lebih matang.

Selain itu, Persib harus menyesuaikan diri dengan atmosfer pertandingan tandang di Korea Selatan. Seoul World Cup Stadium akan menjadi panggung pertama Maung Bandung dalam perjalanan mereka di ACL 2 musim 2026-2027.

Kondisi kedua tim memang cukup kontras. FC Seoul sudah menjalani 29 pertandingan di kompetisi domestik, sedangkan Persib baru melewati dua pertandingan liga. Karena itu, faktor kebugaran, ritme permainan, hingga pengelolaan skuad dapat memainkan peran penting.

Persib juga memiliki kesempatan menjadikan pertandingan ini sebagai momentum untuk memperbaiki performa setelah kekalahan dari Persija. Hasil positif di Korea Selatan tentu dapat memberikan tambahan kepercayaan diri untuk menghadapi agenda berikutnya.

FC Seoul Kejar Prestasi dan Hadiah ACL 2

FC Seoul tidak hanya membawa ambisi menjaga reputasi sebagai pemuncak klasemen K League 1. Mereka juga ingin menunjukkan kemampuan di tingkat Asia.

Selain prestise, ACL 2 menawarkan keuntungan finansial yang besar. Nilai hadiah kompetisi tersebut dapat mencapai sekitar Rp40 miliar. Faktor itu ikut memberikan motivasi bagi klub peserta untuk melangkah sejauh mungkin.

Issue On menilai FC Seoul ingin membawa performa domestiknya ke panggung Asia. Namun, media tersebut tetap mengingatkan bahwa Persib mempunyai rekam jejak sebagai juara kompetisi Indonesia musim lalu.

Pertemuan di Seoul akhirnya menjadi duel antara dua klub yang berada pada fase musim berbeda. FC Seoul datang dengan ritme kompetisi yang sudah terbentuk, sedangkan Persib masih membangun kestabilan setelah musim baru bergulir.

Kini, Maung Bandung memiliki kesempatan untuk menguji kekuatannya menghadapi salah satu tim yang tampil dominan di Korea Selatan. Duel FC Seoul vs Persib Bandung pun akan menjadi tantangan pertama bagi pasukan Igor Tolic dalam upaya membuka perjalanan ACL 2 2026-2027 dengan hasil positif.