Aktivitas Pendakian – Di Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, berubah menjadi operasi pencarian setelah seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) bernama Arief Wibisono (25) hilang kontak saat turun dari area puncak. Hingga kini, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik jalur pendakian untuk menemukan keberadaan korban.
Peristiwa tersebut langsung menarik perhatian masyarakat, khususnya para pendaki dan komunitas pecinta alam di Jawa Barat. Gunung Puntang selama ini di kenal sebagai salah satu lokasi pendakian favorit karena menawarkan panorama alam yang indah serta jalur trekking yang cukup menantang.
Namun di balik keindahannya, kawasan pegunungan ini juga menyimpan risiko tinggi jika pendaki tidak menjaga komunikasi dan kebersamaan selama perjalanan.
Kronologi Hilangnya Mahasiswa ITB Saat Turun Gunung
Arief mendaki Gunung Puntang bersama dua rekannya pada Sabtu pagi sekitar pukul 07.45 WIB melalui jalur Pasir Kuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari. Ketiganya memulai perjalanan dengan tujuan menuju Puncak Mega, salah satu titik favorit para pendaki di kawasan tersebut.
Rombongan tiba di area puncak sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka kemudian beristirahat sambil menikmati suasana pegunungan sebelum memutuskan turun menuju basecamp.
Saat perjalanan turun dimulai, Arief berjalan lebih cepat dibanding dua rekannya. Ia berada di posisi paling depan dan perlahan menghilang dari pandangan. Kedua rekannya menganggap situasi tersebut masih normal karena jalur pendakian cukup jelas dan sering dilalui pendaki.
Namun kekhawatiran mulai muncul ketika mereka tiba di basecamp sekitar pukul 16.00 WIB dan tidak menemukan Arief di lokasi. Mereka langsung mencoba menghubungi korban, tetapi tidak mendapatkan jawaban.
Situasi itu membuat kedua rekannya segera melapor kepada petugas basecamp dan ranger setempat.
Ranger dan Rekan Pendaki Langsung Lakukan Pencarian
Setelah menerima laporan, ranger Pasir Kuda bersama rekan korban langsung bergerak melakukan pencarian awal. Mereka menyisir beberapa jalur yang kemungkinan dilewati Arief saat turun gunung.
Tim kecil tersebut menelusuri area hutan dan beberapa titik persimpangan jalur hingga malam hari. Mereka juga memanggil nama korban dan mencoba mencari petunjuk di sepanjang lintasan pendakian.
Sayangnya, pencarian hingga pukul 22.00 WIB belum membuahkan hasil. Kabut tebal dan minimnya pencahayaan membuat proses pencarian malam menjadi semakin sulit.
Pihak basecamp kemudian menghubungi Kantor SAR Bandung untuk meminta bantuan pencarian yang lebih besar dan terkoordinasi.

Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap mahasiswi ITB yang hilang kontak saat mendaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/5/2026).
Tim SAR Bandung Kerahkan Personel Rescue
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyatakan bahwa pihaknya langsung mengirimkan tim rescue setelah menerima laporan pendaki hilang di Gunung Puntang.
Tim SAR bergerak menuju lokasi untuk melakukan asesmen sekaligus menyusun strategi pencarian bersama unsur gabungan lainnya. Operasi tersebut melibatkan personel SAR Bandung, Brimob, ranger Pasir Kuda, relawan pecinta alam, dan komunitas pendaki lokal.
Seluruh personel membawa perlengkapan khusus seperti alat mountaineering, perangkat komunikasi, perlengkapan medis, lampu penerangan, dan kendaraan rescue untuk mendukung proses pencarian di medan pegunungan.
Tim kemudian membagi area pencarian ke beberapa sektor agar penyisiran berlangsung lebih efektif dan menjangkau lebih banyak titik rawan.
Medan Gunung Puntang Jadi Tantangan Besar
Gunung Puntang memiliki karakter medan yang cukup kompleks. Jalur pendakiannya melewati kawasan hutan lebat, tanjakan curam, dan beberapa area berbatu yang cukup licin ketika cuaca lembap.
Selain itu, kabut sering turun secara tiba-tiba dan mengurangi jarak pandang pendaki maupun tim penyelamat. Cuaca pegunungan yang cepat berubah juga membuat suhu di kawasan tersebut menjadi cukup dingin, terutama saat malam hari.
Kondisi inilah yang membuat proses pencarian membutuhkan kehati-hatian tinggi. Tim SAR harus bergerak cepat tanpa mengabaikan faktor keselamatan personel di lapangan.
Meski menghadapi berbagai tantangan, tim gabungan tetap menjaga semangat pencarian dan terus memperluas area penyisiran.
Gunung Puntang Tetap Jadi Destinasi Favorit Pendaki
Gunung Puntang selama ini menarik perhatian banyak wisatawan dan pecinta alam dari berbagai daerah. Lokasinya yang tidak terlalu jauh dari Kota Bandung membuat kawasan ini menjadi pilihan favorit untuk kegiatan pendakian singkat maupun camping.
Selain menyuguhkan panorama alam yang indah, Gunung Puntang juga memiliki nilai sejarah karena kawasan tersebut menyimpan peninggalan stasiun radio era kolonial Belanda.
Popularitas Gunung Puntang membuat jumlah pendaki terus meningkat setiap tahun. Karena itu, pengelola dan komunitas pendaki terus mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan selama perjalanan.
Pendaki perlu memastikan kondisi fisik tetap prima, membawa perlengkapan memadai, menjaga komunikasi dengan rombongan, dan menghindari berjalan sendiri di jalur pegunungan.
Tim SAR Terus Lanjutkan Penyisiran
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap Arief Wibisono di sejumlah titik Gunung Puntang. Tim berharap dapat segera menemukan korban dalam kondisi selamat.
Koordinasi antar unsur penyelamat terus berjalan agar proses pencarian berlangsung maksimal. Dukungan masyarakat, relawan, dan komunitas pendaki juga membantu mempercepat penyisiran di area pegunungan.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pendaki agar selalu mengutamakan keselamatan, menjaga kebersamaan, dan mematuhi prosedur pendakian demi menghindari risiko saat berada di alam terbuka.