Sebanyak 400 Wisatawan Mancanegara – Tiba di Pelabuhan Tenau Kupang pada Senin, 20 April, melalui kapal wisata Oceania Vista. Kedatangan mereka langsung menggerakkan aktivitas pariwisata di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Para wisatawan tersebut memilih menikmati keindahan alam, budaya lokal, serta kuliner khas daerah yang menjadi daya tarik utama wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Doris Rihi, menjelaskan bahwa kapal tersebut membawa sekitar 1.600 wisatawan. Dari jumlah itu, 400 wisatawan memilih mengikuti paket perjalanan darat di Pulau Timor. Ia menyambut langsung kedatangan para wisatawan di Pelabuhan Tenau dan mengatur pembagian kelompok wisata agar perjalanan berjalan terarah.
Pembagian Rute Wisata di Kota dan Kabupaten Kupang
Dinas Pariwisata membagi wisatawan ke dalam dua kelompok agar perjalanan wisata berlangsung efektif. Pertama, satu kelompok mengunjungi Kota Kupang. Kedua, kelompok lainnya menjelajahi Kabupaten Kupang. Skema ini membantu wisatawan menikmati pengalaman berbeda sesuai karakter destinasi yang tersedia di masing-masing wilayah.
Di Kabupaten Kupang, pemerintah daerah menampilkan kuliner khas daging Se’i yang berasal dari Desa Baun. Selain itu, wisatawan juga mengunjungi rumah Raja Koroh yang menampilkan warisan budaya lokal. Kedua destinasi ini memberikan pengalaman budaya yang kuat dan memperkenalkan tradisi masyarakat Timor secara langsung kepada wisatawan mancanegara.
Sementara itu, di Kota Kupang, wisatawan menikmati kunjungan ke Dapur NTT yang berada di Dekranasda NTT. Lokasi ini menampilkan berbagai kuliner lokal serta pusat penjualan kain tenun khas Nusa Tenggara Timur. Selain itu, wisatawan juga mengunjungi Pantai Lasiana yang menawarkan panorama laut khas pesisir Kupang. Beberapa destinasi lain di sekitar kota juga masuk dalam daftar kunjungan wisata.

Sejumlah wisatawan turun dari kapal wisata bernama Oceania Vista yang berlabuh di Pelabuhan Tenau Kupang, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (20/4/2026). Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur melaporkan sebanyak 400 wisatawan mancanegara dari total 1.600 wisatawan yang dibawa kapal wisata itu akan beriwisata di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.
Sambutan Budaya dan Fasilitas Transportasi Wisata
Setibanya di Pelabuhan Tenau, para wisatawan langsung menyaksikan pertunjukan tarian tradisional Hegong dari Kabupaten Sikka. Tarian tersebut menyambut kedatangan tamu dengan suasana meriah dan penuh interaksi budaya. Beberapa wisatawan ikut menari bersama para penari, sehingga suasana menjadi lebih hangat dan akrab.
Pemerintah Provinsi NTT juga menyiapkan sekitar 12 bus pariwisata serta sejumlah kendaraan travel untuk mendukung mobilitas wisatawan. Fasilitas transportasi ini membantu perjalanan wisata berjalan lancar dari pelabuhan menuju berbagai destinasi di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Pengaturan ini mencerminkan kesiapan daerah dalam melayani wisatawan berskala besar.
Dampak Ekonomi dan Promosi Pariwisata NTT
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Doris Rihi, menilai kedatangan kapal wisata ini membawa dampak positif bagi perekonomian daerah. Aktivitas wisata di berbagai lokasi memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga transportasi wisata.
Selain itu, ia menilai pengalaman wisata yang di peroleh para wisatawan akan berperan sebagai promosi alami bagi NTT. Wisatawan yang puas dengan kunjungan mereka cenderung menyebarkan cerita positif kepada wisatawan lain di negara asal mereka. Dengan demikian, minat kunjungan ke NTT berpotensi meningkat di masa mendatang.
Doris juga menegaskan bahwa potensi wisata NTT tidak hanya berpusat di Labuan Bajo atau Pulau Komodo. Ia mendorong perhatian lebih luas terhadap destinasi lain, termasuk Pulau Timor yang memiliki kekayaan alam dan budaya yang tidak kalah menarik.
Kupang Perkuat Posisi Sebagai Destinasi Wisata Internasional
Kunjungan 400 wisatawan mancanegara ini memperkuat posisi Kupang sebagai salah satu destinasi wisata internasional di Indonesia timur. Selain keindahan alam, wilayah ini juga menawarkan kekayaan budaya yang masih terjaga serta kuliner khas yang unik.
Dengan dukungan infrastruktur, promosi yang konsisten, serta keterlibatan masyarakat lokal, sektor pariwisata di NTT berpotensi tumbuh lebih cepat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan industri pariwisata di wilayah ini.
Kedatangan kapal Oceania Vista sekaligus menunjukkan bahwa Pulau Timor semakin dikenal dalam peta wisata dunia. Selain itu, pengalaman wisata yang diberikan di harapkan mampu meningkatkan citra positif NTT sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia bagian timur.