Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan – Terus memperkuat pembangunan daerah melalui program Multiyears Project (MYP) periode 2025–2027. Dalam konteks ini, pemerintah menempatkan Kabupaten Wajo sebagai salah satu wilayah prioritas, terutama pada sektor konektivitas jalan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Selain itu, program ini juga menegaskan arah pembangunan yang lebih terintegrasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis. Ia menyampaikan bahwa pembangunan lima ruas jalan utama serta penguatan sistem irigasi menjadi langkah konkret untuk membuka akses wilayah dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Penguatan Konektivitas Jalan di Kabupaten Wajo

Dalam pelaksanaan program MYP, pemerintah mengalokasikan Paket 4 untuk pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Wajo dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp230 miliar. Selanjutnya, pemerintah membagi anggaran tersebut ke dalam lima ruas jalan strategis yang memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Kelima ruas tersebut meliputi:

  • Batas Soppeng – Ulugalung dengan anggaran Rp17 miliar
  • Impa-Impa – Anabanua dengan anggaran Rp37 miliar
  • Anabanua – Malake – Batas Sidrap dengan anggaran Rp53 miliar
  • Solo – Peneki – Kulampu dengan anggaran Rp65 miliar
  • Doping – Atapange dengan anggaran Rp56 miliar

Selain itu, pemerintah menargetkan peningkatan aksesibilitas antarwilayah melalui pembangunan tersebut. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati konektivitas yang lebih lancar, terutama dalam aktivitas ekonomi dan sosial.

Lebih lanjut, pemerintah daerah menegaskan bahwa ruas-ruas jalan tersebut masuk dalam kewenangan provinsi. Oleh karena itu, penanganannya menjadi bagian dari prioritas pembangunan jangka menengah yang telah direncanakan secara bertahap.

Gubernur Sulsel

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memberikan sambutan pada peringatan Hari Jadi Wajo beberapa waktu lalu.

Rehabilitasi Irigasi untuk Mendukung Ketahanan Pangan

Selain pembangunan jalan, pemerintah juga memfokuskan perhatian pada sektor sumber daya air. Dalam hal ini, Kabupaten Wajo masuk dalam Paket 2 MYP yang mencakup rehabilitasi daerah irigasi dengan total anggaran sekitar Rp48 miliar.

Program tersebut mencakup dua wilayah utama, yaitu:

  • Daerah Irigasi Cilellang dengan anggaran Rp21 miliar
  • Daerah Irigasi Cenrana dengan anggaran Rp26 miliar

Selanjutnya, pemerintah menjalankan rehabilitasi ini untuk mengembalikan fungsi jaringan irigasi yang sebelumnya mengalami penurunan kinerja. Dengan perbaikan tersebut, sektor pertanian diharapkan dapat kembali berproduksi secara optimal.

Selain itu, peningkatan sistem irigasi juga memberikan dampak langsung terhadap petani. Mereka dapat mengakses air secara lebih stabil, sehingga produktivitas pertanian meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, sektor ini menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Pembangunan Berkelanjutan di Berbagai Sektor

Tidak hanya berfokus pada infrastruktur jalan dan irigasi, pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga mengembangkan sektor lain di Kabupaten Wajo. Misalnya, pemerintah menjalankan program rehabilitasi sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan benih pertanian guna memperkuat sektor agrikultur.

Di sisi lain, pemerintah turut memberikan dukungan pada bidang kesehatan dan keagamaan. Dengan pendekatan tersebut, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga mencakup aspek sosial masyarakat secara menyeluruh.

Selanjutnya, berbagai program tersebut menunjukkan bahwa pemerintah berupaya membangun keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Oleh sebab itu, setiap sektor mendapatkan perhatian sesuai kebutuhan daerah.

Strategi Pengembangan Kawasan Bosowasi

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menempatkan Kabupaten Wajo dalam strategi pengembangan kawasan Bosowasi, yang mencakup Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai. Kawasan ini memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Sulawesi Selatan.

Selain itu, integrasi pembangunan antarwilayah dalam kawasan tersebut diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi regional. Dengan demikian, setiap kabupaten dapat saling mendukung dalam aspek perdagangan, pertanian, dan infrastruktur.

Lebih jauh lagi, strategi ini bertujuan menciptakan pemerataan pembangunan yang lebih efektif. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam pelaksanaan program pembangunan.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, program Multiyears Project 2025–2027 menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Wajo. Melalui pembangunan jalan strategis dan rehabilitasi irigasi, pemerintah berupaya meningkatkan konektivitas serta produktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, dukungan pada sektor pendidikan, pertanian, kesehatan, dan keagamaan memperkuat pendekatan pembangunan yang lebih inklusif. Dengan strategi kawasan Bosowasi, pemerintah juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan di wilayah Sulawesi Selatan.