Tim panjat tebing Indonesia – Mencatat hasil positif pada ajang World Climbing Series Madrid 2026 yang berlangsung di Spanyol. Tiga atlet andalan Merah Putih berhasil memastikan tempat di putaran final nomor speed putra setelah melewati babak kualifikasi yang di ikuti puluhan atlet dari berbagai negara.
Keberhasilan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi dunia olahraga Indonesia. Setelah menghadapi persaingan ketat sejak awal kompetisi, Veddriq Leonardo, Antasyafi Robby Al Hilmi, dan Raharjati Nursamsa mampu menunjukkan performa yang cukup konsisten untuk menembus jajaran 16 besar.
Hasil ini membuka peluang bagi Indonesia untuk kembali bersaing memperebutkan podium pada salah satu seri panjat tebing internasional paling bergengsi tahun ini. Selain itu, pencapaian tersebut juga menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan diri para atlet menjelang babak final.
Veddriq Leonardo Tampil Meyakinkan di Babak Kualifikasi
Nama Veddriq Leonardo kembali menjadi sorotan setelah tampil impresif pada fase kualifikasi. Atlet asal Pontianak tersebut berhasil mengamankan posisi keempat dalam klasemen sementara nomor speed putra.
Veddriq mencatatkan waktu terbaik 4,92 detik saat berlomba di jalur B. Catatan tersebut menjadi salah satu waktu tercepat yang berhasil dibukukan dalam sesi kualifikasi. Ia kemudian mencatatkan waktu 5,06 detik di jalur A pada kesempatan berikutnya.
Konsistensi Veddriq dalam menjaga kecepatan dan fokus saat memanjat menunjukkan kualitas yang telah membawanya menjadi salah satu atlet speed terbaik Indonesia. Pengalaman bertanding di berbagai kompetisi dunia juga terlihat memberikan keuntungan besar saat menghadapi tekanan di ajang internasional.
Dengan posisi yang cukup strategis menuju babak final, Veddriq memiliki peluang besar untuk kembali bersaing memperebutkan medali.
Robby dan Raharjati Lengkapi Dominasi Indonesia
Selain Veddriq, Antasyafi Robby Al Hilmi juga berhasil menunjukkan performa kompetitif sepanjang babak kualifikasi. Atlet muda Indonesia tersebut menempati posisi ke-10 setelah mencatatkan waktu terbaik 5,04 detik di jalur A.
Meski mengalami kendala pada percobaan di jalur B, Robby tetap mampu mengamankan posisi yang cukup untuk melaju ke putaran final. Keberhasilannya menunjukkan perkembangan positif yang terus di tunjukkan dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Raharjati Nursamsa berhasil merebut tiket terakhir menuju babak final setelah menempati posisi ke-16. Ia membukukan catatan waktu terbaik 5,13 detik di jalur B dan memastikan dirinya tetap berada dalam daftar atlet yang melanjutkan persaingan.
Keberhasilan Robby dan Raharjati semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki kekuatan besar di nomor speed panjat tebing dunia.

Atlet panjat tebing putra Indonesia Veddriq Leonardo turun menggunakan tali usai bertanding melawan atlet Austria Lawrence Bogeschdorfer saat babak kualifikasi kategori speed putra seri ketiga IFSC Climbing World Cup 2025 di Pulau Peninsula, Nusa Dua, Bali, Sabtu (3/5/2025).
Aditya Tri Syahria Belum Berhasil Menembus Final
Tidak semua wakil Indonesia berhasil melanjutkan perjalanan ke putaran final. Aditya Tri Syahria harus mengakhiri perjuangannya pada babak kualifikasi setelah menempati posisi ke-27.
Aditya mencatatkan waktu 5,34 detik di jalur A dan 6,00 detik di jalur B. Hasil tersebut belum cukup untuk membawanya masuk ke dalam daftar 16 atlet terbaik yang berhak melanjutkan kompetisi.
Meski gagal melangkah lebih jauh, pengalaman bertanding di level internasional tetap menjadi bekal berharga bagi Aditya untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Persaingan ketat yang terjadi di Madrid memberikan pelajaran penting dalam upaya meningkatkan performa pada masa mendatang.
Tim Putri Indonesia Juga Tembus Babak Final
Kesuksesan tim putra ternyata juga di ikuti oleh sektor putri. Sebelumnya, tiga atlet speed putri Indonesia berhasil mengamankan tiket menuju putaran final setelah melewati babak kualifikasi dengan hasil yang membanggakan.
Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Sallsabillah, dan Berthidgna Devi Surya Kusuma menjadi wakil Indonesia yang siap bersaing dalam perebutan medali pada nomor speed putri.
Kehadiran tiga atlet putra dan tiga atlet putri di putaran final menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu kekuatan utama dalam disiplin speed climbing dunia. Konsistensi tersebut menjadi bukti keberhasilan program pembinaan yang di jalankan dalam beberapa tahun terakhir.
Momentum Kebangkitan Setelah Seri Wujiang
Keikutsertaan Indonesia dalam World Climbing Series Madrid 2026 memiliki arti penting bagi tim nasional. Ajang ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki hasil yang diraih pada seri sebelumnya yang berlangsung di Wujiang, China.
Pada kompetisi tersebut, Indonesia hanya mampu membawa pulang satu medali melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi. Sementara itu, sektor putra belum berhasil menyumbangkan medali meski telah mengirimkan sejumlah atlet terbaik.
Hasil di Wujiang menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan Federasi Panjat Tebing Indonesia. Mereka kemudian melakukan berbagai persiapan untuk meningkatkan performa atlet menjelang seri Madrid.
Kini, keberhasilan enam atlet Indonesia menembus putaran final menunjukkan bahwa proses pembenahan tersebut mulai memberikan hasil positif. Para atlet memiliki peluang besar untuk membalas hasil kurang memuaskan pada seri sebelumnya sekaligus mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional.
Dengan kualitas yang dimiliki Veddriq Leonardo, Antasyafi Robby Al Hilmi, Raharjati Nursamsa, serta para atlet putri yang juga lolos ke final, Indonesia memiliki harapan besar untuk kembali meraih prestasi dan mempertahankan reputasinya sebagai salah satu kekuatan utama panjat tebing dunia.