PSIM Yogyakarta – Memasuki pekan ke-26 BRI Super League dengan tekad kuat untuk mengamankan poin saat bertamu ke Stadion Internasional Banten, Serang, pada Jumat malam. Pelatih tim, Jean Paul van Gastel, menegaskan bahwa timnya berfokus penuh untuk tampil maksimal meski menghadapi laga tandang yang menantang.
“Target utama kami sejak awal musim adalah menghindari degradasi. Saat ini posisi PSIM belum sepenuhnya aman, sehingga kami perlu meraih beberapa kemenangan lagi. Kami akan berjuang keras di sembilan laga terakhir ini,” ujar Van Gastel, dikutip dari laman resmi I.League, Jumat.
Fokus dan Persiapan Tim
Van Gastel menekankan bahwa setiap pemain, termasuk Ze Valente, harus siap bertarung dan menjaga fokus penuh menghadapi Dewa United. Selain itu, pelatih berkebangsaan Belanda itu menegaskan pentingnya kerja sama tim dan disiplin taktik untuk mendapatkan hasil positif.
“Tim akan berusaha sekuat tenaga untuk tidak kalah di kandang lawan. Saya yakin target ini dapat tercapai jika semua pemain menampilkan performa terbaik,” tambah Van Gastel. Dengan strategi matang dan persiapan intensif, PSIM berharap mampu memanfaatkan peluang dan meminimalkan kesalahan di lapangan.

Arsip foto – Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menjawab pertanyaan pewarta pada jumpa pers setelah pertandingan BRI Super League melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Catatan Performa PSIM Musim Ini
Setelah melalui 25 pertandingan musim ini, PSIM Yogyakarta mencatat sembilan kemenangan, sebelas hasil imbang, dan lima kekalahan. Statistik ini menunjukkan tim memiliki potensi untuk memperbaiki posisi klasemen, tetapi tetap membutuhkan konsistensi di sisa pertandingan.
Selain itu, Van Gastel menyadari bahwa pertandingan melawan Dewa United tidak akan mudah. Tim lawan memiliki kualitas mumpuni, termasuk pengalaman di kancah internasional sebagai wakil Indonesia di AFC Challenge League. Dengan demikian, PSIM harus tampil penuh fokus, disiplin, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mencetak gol.
Tantangan Setelah Libur Kompetisi
Van Gastel juga menyoroti tantangan setelah jeda kompetisi selama libur Lebaran. “Kami menjalani libur selama enam hari, kemudian memulai persiapan sekitar dua pekan. Tentu ini menjadi kerja keras bagi seluruh tim. Namun, kami memanfaatkan waktu ini untuk memulihkan kondisi fisik dan menyusun strategi,” jelasnya.
Lebih lanjut, pelatih asal Belanda ini menyatakan bahwa pengalaman lawan, termasuk kepelatihan Jan Olde Riekerink di Dewa United, akan membuat laga semakin menarik dan kompetitif. Oleh karena itu, PSIM perlu menyesuaikan strategi, menambah konsentrasi, dan menjaga stamina pemain agar dapat bersaing secara optimal.
Strategi untuk Sembilan Laga Terakhir
Van Gastel menegaskan bahwa sembilan laga tersisa menjadi kesempatan PSIM untuk memperbaiki posisi di klasemen dan mengamankan status aman dari degradasi. “Kami akan menargetkan poin maksimal di setiap pertandingan. Selain itu, fokus kami adalah menjaga konsistensi dan meminimalkan kesalahan,” kata Van Gastel.
Ia menambahkan bahwa setiap pemain harus memahami peran masing-masing, termasuk tugas bertahan dan menyerang. Dengan pendekatan ini, PSIM dapat menciptakan keseimbangan antara soliditas pertahanan dan efektivitas serangan, sehingga peluang meraih kemenangan meningkat.
Kesimpulan
PSIM Yogyakarta memasuki laga melawan Dewa United dengan persiapan matang, fokus penuh, dan motivasi tinggi untuk mengamankan poin. Selain itu, pelatih Jean Paul van Gastel memanfaatkan jeda libur untuk memulihkan kondisi pemain dan menyusun strategi baru.
Dengan kombinasi pengalaman pemain, disiplin taktik, dan fokus pada setiap pertandingan, PSIM berharap mampu tampil maksimal di sembilan laga terakhir. Seiring dengan itu, setiap kemenangan akan semakin memperkuat posisi tim di klasemen, sekaligus mendekatkan PSIM pada tujuan utama yaitu menghindari degradasi dari BRI Super League.