Putri Kusuma Wardani tidak merasa perjalanannya di Japan Open 2026 menjadi lebih mudah setelah An Se Young mengundurkan diri. Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia itu menilai persaingan tetap berlangsung ketat karena turnamen masih diikuti banyak pemain papan atas dunia.
An Se Young Mundur dari Japan Open 2026
An Se Young sebelumnya berhasil mengamankan tempat pada babak 16 besar Japan Open 2026. Pemain asal Korea Selatan tersebut seharusnya menghadapi wakil tuan rumah, Nozomi Okuhara, dalam perebutan tiket menuju perempat final.
Namun, pemain nomor satu dunia itu memutuskan tidak melanjutkan pertandingan. Keputusan tersebut membuat Okuhara di nyatakan menang walkover atau WO dan otomatis mendapatkan tempat di babak delapan besar.
Apabila melihat susunan bagan pertandingan, An Se Young berpeluang bertemu Putri Kusuma Wardani di semifinal. Pertemuan itu hanya bisa terjadi jika kedua pemain mampu melewati seluruh lawan pada bagian bagannya masing-masing.
Mundurnya An Se Young kemudian menutup kemungkinan duel tersebut. Meski salah satu unggulan terkuat tidak lagi berkompetisi, Putri enggan menganggap jalannya menuju podium akan menjadi lebih ringan.
Putri Tetap Waspadai Pemain Unggulan
Putri menegaskan bahwa sektor tunggal putri masih memiliki banyak pemain berkualitas. Setiap peserta mempunyai kemampuan untuk memberikan kejutan sehingga perubahan dalam bagan tidak boleh mengurangi kewaspadaannya.
Pemain unggulan keenam tersebut juga berada di bagian bagan yang berbeda dari An Se Young. Karena itu, Putri memilih tidak terlalu memikirkan mundurnya wakil Korea Selatan tersebut dan lebih berkonsentrasi menghadapi lawan berikutnya.
Target naik podium tetap menjadi motivasi utama Putri dalam Japan Open kali ini. Namun, ia ingin menjalani turnamen secara bertahap tanpa melihat terlalu jauh ke pertandingan berikutnya.

Putri Kusuma Wardani.
Putri Singkirkan Zhang Beiwen
Putri telah melewati tantangan pertamanya dengan hasil meyakinkan. Ia menundukkan pemain Amerika Serikat, Zhang Beiwen, melalui dua gim langsung dengan skor 21-6 dan 21-15.
Pada pertandingan tersebut, Putri mengaku cukup terkejut melihat kondisi permainan Zhang. Dalam sejumlah pertemuan sebelumnya, Zhang di kenal mampu tampil konsisten, percaya diri, dan tidak mudah kehilangan poin.
Namun, pergerakan Zhang kali ini terlihat lebih lambat. Putri kemudian memanfaatkan keadaan tersebut dengan mengarahkan kok ke area yang membuat lawannya kesulitan mengembangkan permainan.
Strategi itu membuat Putri mampu mengontrol pertandingan sejak gim pertama. Ia juga tetap menjaga konsentrasi pada gim kedua hingga akhirnya menyelesaikan laga tanpa kehilangan satu gim pun.
Huang Yu-Hsun Menjadi Lawan Berikutnya
Pada babak 16 besar, Putri akan bertemu Huang Yu-Hsun dari Taiwan. Pertandingan ini di prediksi tidak mudah karena rekor pertemuan kedua pemain masih seimbang dengan masing-masing meraih satu kemenangan.
Putri harus meningkatkan permainannya karena kalah dari Huang pada pertemuan terakhir di Indonesia Masters 2026. Kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi menjelang pertemuan mereka di Jepang.
Meski demikian, Putri tidak ingin menjadikan catatan sebelumnya sebagai beban. Ia berencana bermain lepas, meningkatkan fokus, dan memperkuat keyakinan untuk meraih kemenangan.
Putri Kusuma Wardani menyadari bahwa perjalanan menuju podium masih panjang. Dengan tetap berkonsentrasi pada setiap pertandingan, ia berharap dapat menaklukkan Huang Yu-Hsun dan melanjutkan perjuangan ke perempat final Japan Open 2026.