Masker Penutup Mata tidak hanya membantu menciptakan suasana gelap saat tidur tetapi juga berpotensi mengurangi mata sembap pada pagi hari. Aktivitas yang padat sering membuat seseorang kehilangan waktu istirahat. Akibatnya area sekitar mata dapat terlihat bengkak setelah bangun tidur. Pemilihan masker mata yang tepat dapat membantu mengatasi kondisi tersebut sekaligus mendukung kenyamanan selama beristirahat.
Sejumlah ahli menjelaskan bahwa manfaat masker mata berkaitan dengan tekanan ringan pada area sekitar mata. Selain itu beberapa jenis masker menawarkan sensasi dingin yang dapat membantu mengurangi pembengkakan. Masker juga menghalangi cahaya sehingga lingkungan tidur terasa lebih nyaman.
Tekanan Ringan Membantu Mengurangi Mata Sembap
Dokter kulit bersertifikasi Dr. Joshua Zeichner menjelaskan bahwa masker penutup mata berkualitas memberikan tekanan fisik pada kulit bawah mata. Tekanan tersebut membantu mengurangi penumpukan cairan yang membuat area mata terlihat bengkak.
Karena itu seseorang yang sering mengalami mata sembap setelah bangun tidur dapat mempertimbangkan masker dengan tekanan yang nyaman. Efek tersebut juga berpotensi memperbaiki tampilan lingkaran hitam apabila pembengkakan menjadi penyebab utamanya.
Namun masker mata tidak selalu mengatasi setiap penyebab lingkaran hitam. Kondisi tersebut dapat muncul karena berbagai faktor sehingga manfaat masker sangat bergantung pada penyebabnya.
Masker Berbobot Membantu Meredakan Ketegangan
Beberapa produsen menawarkan masker penutup mata berbobot yang memiliki butiran mikro di dalamnya. Butiran tersebut menghasilkan tekanan ringan dan merata pada beberapa bagian wajah.
Pelatih ilmu tidur bersertifikat David Rubin menjelaskan bahwa tekanan ringan dapat membantu sebagian orang mengurangi ketegangan di sekitar mata dan wajah menjelang tidur. Sensasi tersebut dapat memberikan rasa nyaman ketika seseorang mulai beristirahat.
Menurut Rubin masker berbobot juga dapat membantu meredakan ketegangan yang berkaitan dengan sakit kepala atau migrain pada malam hari bagi sebagian orang. Meski begitu setiap orang dapat merasakan efek yang berbeda.
Pengguna sebaiknya tetap mengutamakan kenyamanan. Masker yang terlalu berat atau menekan wajah secara berlebihan justru dapat mengganggu waktu istirahat.
Efek Dingin Dapat Membantu Mengurangi Pembengkakan
Selain masker berbobot seseorang dapat memilih masker penutup mata yang menawarkan efek dingin. Jenis ini cocok bagi orang yang ingin mengurangi tampilan sembap setelah menjalani aktivitas padat atau kurang tidur.
Zeichner menjelaskan bahwa suhu dingin dapat menyempitkan pembuluh darah di sekitar mata. Mekanisme tersebut kemudian membantu mengurangi pembengkakan pada area tersebut.
Pengguna tetap perlu mengikuti petunjuk penggunaan produk. Hindari suhu yang terlalu dingin atau kontak langsung dengan bahan beku dalam waktu lama karena kondisi tersebut dapat mengganggu kenyamanan kulit.

ilustrasi masker mata.
Masker Penutup Mata Membantu Menghalangi Cahaya
Manfaat masker penutup mata juga berkaitan dengan kemampuannya menciptakan lingkungan tidur yang lebih gelap. Cahaya dari luar kamar atau perangkat elektronik dapat mengganggu sebagian orang ketika beristirahat.
Rubin menyarankan penggunaan masker yang mampu menghalangi cahaya sebanyak mungkin. Kondisi hampir gelap total dapat meminimalkan gangguan visual sehingga seseorang lebih mudah mempertahankan suasana tidur yang nyaman.
Lingkungan gelap juga dapat mendukung kualitas istirahat secara keseluruhan. Menurut Rubin berkurangnya gangguan pada malam hari dapat memberi kesempatan seseorang memperoleh tidur REM yang lebih banyak.
REM atau Rapid Eye Movement merupakan salah satu tahap penting dalam siklus tidur. Pada tahap ini seseorang biasanya mengalami mimpi. Otak juga menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan pembelajaran serta memori.
Pilih Bahan Masker yang Lembut untuk Kulit
Selain bentuk dan bobot pengguna perlu memperhatikan bahan masker penutup mata. Masker akan bersentuhan dengan kulit selama beberapa jam sehingga material yang nyaman dapat mengurangi gesekan pada area sensitif di sekitar mata.
Dokter kulit sekaligus ahli kimia kosmetik Dr. Shuting Hu merekomendasikan bahan seperti sutra. Material tersebut memiliki tekstur lembut dan tidak banyak menyerap kelembapan alami kulit selama seseorang tidur.
Menurut Hu karakteristik tersebut membantu kulit mempertahankan kelembapan sepanjang malam. Untuk masker berbahan sutra ia menyarankan produk yang menggunakan 100 persen sutra murbei.
Dr. Azadeh Shirazi juga menilai sutra dan satin memiliki tekstur yang lembut sehingga dapat mengurangi gesekan pada kulit. Sebaliknya bahan katun cenderung menyerap kelembapan dan minyak. Kondisi tersebut berpotensi membuat kulit sekitar mata terasa lebih kering pada sebagian orang.
Hindari Memasang Masker Terlalu Kencang
Ukuran dan tingkat kekencangan menjadi faktor lain yang tidak boleh pengguna abaikan. Rubin menyarankan setiap orang menyesuaikan posisi serta tali masker berdasarkan bentuk kepala dan kebiasaan tidur.
Orang yang terbiasa tidur menyamping perlu memperhatikan posisi tali agar tidak mengganggu telinga. Hal yang sama berlaku bagi mereka yang memiliki telinga sensitif terhadap tekanan.
Sementara itu Zeichner mengingatkan pengguna agar tidak memasang masker terlalu kencang. Tekanan berlebihan pada kulit dapat meningkatkan gesekan dan memicu trauma pada area yang terus menerima tekanan. Kondisi tersebut juga berpotensi memunculkan kerutan.
Karena itu pilih masker yang mampu menutup cahaya tanpa menekan wajah secara berlebihan. Pertimbangkan pula material yang lembut serta bobot yang sesuai kebutuhan.
Pada akhirnya masker penutup mata dapat menjadi perlengkapan sederhana untuk meningkatkan kenyamanan saat beristirahat. Masker yang tepat dapat membantu mengurangi tampilan mata sembap sekaligus menghalangi cahaya dan meredakan ketegangan di sekitar mata. Namun pengguna tetap perlu menyesuaikan bahan ukuran bobot dan tingkat kekencangan agar masker memberikan manfaat tanpa mengganggu kulit maupun kualitas tidur.