Perjalanan Hidup – Seseorang sering berubah tanpa rencana, dan hal itu terlihat jelas dari kisah Hilman Ramadhon (29), warga Manahan, Surakarta, Jawa Tengah. Setiap pagi sekitar pukul 05.00 WIB, ia sudah bersiap mengeluarkan vespa hijau dari garasi rumahnya untuk menuju Pasar Legi, Solo. Rutinitas ini sudah ia jalani selama sekitar satu setengah tahun sejak ia menekuni usaha distribusi sayur bernama “Depot Sayur Sejahtera”.

Transformasi hidup Hilman tidak terjadi secara instan. Ia pernah menjalani masa muda sebagai bagian dari komunitas punk, jauh dari kesan seorang pengusaha bahan pangan yang kini ia jalani setiap hari.

Rutinitas Pagi dan Aktivitas Usaha Sayur

Hilman memulai harinya dengan aktivitas belanja kebutuhan usaha di pasar tradisional. Ia selalu berangkat lebih pagi agar bisa mendapatkan bahan pangan yang masih segar. Dalam satu perjalanan, ia membeli berbagai kebutuhan seperti sayur caisim, jagung, daging, minyak, hingga bumbu dapur untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Setelah proses belanja selesai, ia langsung mempersiapkan pengiriman barang yang biasanya dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB. Hilman memastikan setiap pesanan sampai ke tangan pelanggan dalam kondisi segar dan tidak layu. Prinsip kualitas ini ia pegang sebagai bagian penting dari usahanya.

Kolaborasi Unik dengan Kurir Berpenampilan Punk

Dalam menjalankan bisnisnya, Hilman tidak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh Hafid (22), yang akrab dipanggil Kipli. Kipli berperan sebagai kurir yang mengantarkan pesanan langsung ke pelanggan.

Menariknya, Kipli tetap mempertahankan gaya khas anak punk dalam kesehariannya. Ia kerap mengenakan jaket kulit gelap, celana ketat, sepatu boots, serta rambut mohawk yang dicat merah. Penampilannya menjadi ciri khas yang membedakan usaha ini dari layanan distribusi sayur lainnya.

Hilman lebih fokus mengatur keuangan dan pengelolaan usaha, sementara Kipli menjalankan tugas di lapangan. Pembagian peran ini membuat operasional bisnis berjalan lebih terstruktur dan efisien.

Hilman Ramadhon

Kipli mengantarkan sayur ke pelanggan Depot Sayur Sejahtera, Senin (21/4/2026).

Masa Lalu Hilman sebagai Anak Punk

Meski kini tampil sederhana dengan kaus, celana pendek, dan topi gelap, Hilman pernah menjalani kehidupan yang sangat berbeda. Ia mengenal dunia punk sejak tahun 2009 saat masih duduk di bangku kelas 6 SD di Jakarta.

Pada masa itu, ia hanya mengikuti tren tanpa memahami sepenuhnya makna di baliknya. Ia mulai mengubah penampilan, mengenakan atribut khas punk, hingga mengamen di jalanan. Perjalanan itu ia jalani tanpa arah yang jelas karena keterbatasan ekonomi keluarga membuatnya tidak memiliki cita-cita yang pasti saat kecil.

Sebagai anak sulung dari enam bersaudara, Hilman tumbuh dalam kondisi sederhana. Ia tidak banyak memiliki pilihan dan menjalani hidup mengikuti keadaan yang ada.

Makna Punk dan Perubahan Cara Pandang Hidup

Seiring bertambahnya usia, Hilman mulai memahami bahwa punk tidak hanya soal penampilan atau gaya hidup jalanan. Ia melihat komunitas tersebut sebagai ruang belajar tentang kebersamaan, kesetaraan, dan tanggung jawab pribadi.

Ia memahami filosofi “Do It Yourself” (DIY) sebagai prinsip hidup yang menekankan kemandirian dan tanggung jawab atas keputusan sendiri. Dari pemahaman itu, ia mulai mengubah cara pandang terhadap masa depannya.

Hilman juga menegaskan bahwa identitas punk tidak selalu harus terlihat dari penampilan. Menurutnya, nilai utama dari punk justru terletak pada sikap dan tanggung jawab terhadap kehidupan.

Perjalanan Membangun Bisnis Sayur di Solo

Setelah pindah dari Jakarta ke Solo, Hilman mulai merintis usaha “Depot Sayur Sejahtera” pada tahun 2025. Pada awalnya, usaha tersebut berjalan tidak mulus. Banyak stok sayur yang tidak terjual hingga layu dan akhirnya menimbulkan kerugian.

Namun kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Ia kemudian mencoba pendekatan baru dengan memanfaatkan media sosial. Bersama Kipli, ia membuat konten sederhana yang menampilkan aktivitas harian saat berbelanja sayur di pasar dengan gaya khas anak punk.

Konten tersebut ternyata menarik perhatian publik dan mulai viral. Banyak orang tertarik dengan konsep unik tersebut dan mulai melakukan pemesanan melalui pesan langsung di media sosial. Dari situ, usaha Hilman berkembang pesat.

Ia kemudian memperluas layanan dengan sistem pengantaran langsung ke rumah pelanggan. Selain itu, ia juga mulai menawarkan pasokan sayur ke beberapa rumah makan dan restoran di Solo.

Kesimpulan: Perubahan Hidup dan Peluang Baru

Kisah Hilman Ramadhon menunjukkan bahwa perubahan hidup bisa terjadi dari latar belakang yang tidak terduga. Pengalaman masa lalu sebagai anak punk tidak ia tinggalkan, tetapi ia jadikan sebagai bagian dari proses pembelajaran hidup.

Dengan menggabungkan nilai kemandirian, kreativitas, dan keberanian mencoba hal baru, ia berhasil membangun usaha sayur yang kini berkembang di Solo. Perjalanan ini membuktikan bahwa kesempatan bisa muncul dari mana saja selama seseorang mau beradaptasi dan berusaha secara konsisten.