Duo Petenis – Asal Asia Tenggara, Janice Tjen dari Indonesia dan Alexandra Eala dari Filipina, menghentikan langkah mereka di semifinal Mubadala Abu Dhabi Open 2026. Pertandingan berlangsung di International Tennis Centre, Zayed Sports City, Abu Dhabi, pada Jumat lalu. Mereka kalah dari pasangan unggulan keempat, Tereza Mihalikova dan Olivia Nicholls, dengan skor 4-6, 2-6, menurut catatan resmi WTA.

Kekalahan ini menandai akhir debut Janice dan Eala sebagai pasangan ganda di turnamen WTA 500. Meski demikian, performa mereka selama turnamen tetap menunjukkan potensi besar dan kemampuan bersaing di level internasional.

Pertarungan Sengit di Set Pertama

Set pertama berjalan cukup kompetitif. Janice/Eala sempat menunjukkan performa menjanjikan, terutama dari segi ace dan poin pengembalian bola. Mereka berhasil menahan beberapa servis lawan dan membuat papan skor tetap dekat. Selisih dua gim tidak merefleksikan semua peluang yang mereka ciptakan, karena beberapa break point sempat mereka tekan. Namun, Mihalikova dan Nicholls berhasil memanfaatkan momentum penting untuk merebut set pertama, sekaligus memberi tekanan psikologis kepada pasangan Asia Tenggara.

Set Kedua Didominasi Lawan

Memasuki set kedua, pasangan Slovakia-Inggris itu meningkatkan agresivitas dengan servis keras dan permainan yang konsisten. Mihalikova/Nicholls berhasil menyelamatkan satu break point dari tekanan Janice/Eala dan mengonversi satu dari tiga peluang break point menjadi kemenangan. Dominasi ini memastikan mereka menutup pertandingan dalam satu jam 16 menit.

Kekalahan ini menegaskan bahwa meski Janice dan Eala memiliki potensi besar, mereka masih perlu pengalaman tambahan untuk menghadapi pasangan papan atas secara konsisten.

Petenis Indonesia

Petenis Indonesia Tjen Janice pada pertandingan final tenis beregu putri SEA Games 2025 di National Tennis Development Center, Pak Kret, Nothanburi, Bangkok, Thailand, Sabtu (13/12/2025).

Debut Menjanjikan Janice/Eala di Turnamen WTA 500

Perjalanan Janice dan Eala di Abu Dhabi tetap luar biasa. Pasangan yang dijuluki “SEAster” ini berhasil menorehkan beberapa kemenangan mengejutkan. Mereka menaklukkan Leylah Fernandez dan Kristina Mladenovic pada babak pertama, lalu melanjutkan momentum dengan menyingkirkan unggulan kedua, Zhang Shuai dan Cristina Bucsa, di perempat final.

Kemenangan-kemenangan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemain muda Asia Tenggara bisa bersaing di level turnamen WTA 500. Selain itu, hasil ini memperkuat reputasi keduanya sebagai pasangan ganda yang patut diperhitungkan di kancah internasional.

Penampilan Tunggal yang Menarik

Selain tampil di sektor ganda, Janice dan Eala juga ikut bertanding di nomor tunggal. Janice Tjen tidak berhasil melaju jauh setelah kalah dari unggulan kelima, Liudmila Samsonova, di babak kedua. Sementara itu, Alexandra Eala menunjukkan performa lebih solid. Eala berhasil menembus perempat final sebelum akhirnya kalah dari unggulan kedua, Ekaterina Alexandrova, di babak delapan besar.

Keberhasilan Eala menunjukkan konsistensi dan ketangguhan mentalnya. Hal ini juga menegaskan bahwa ia merupakan salah satu petenis muda Asia Tenggara yang memiliki peluang besar bersinar di kancah internasional.

Fokus Selanjutnya: Qatar TotalEnergies Open 2026

Setelah Abu Dhabi, Janice Tjen akan melanjutkan perjalanan ke Doha untuk mengikuti Qatar TotalEnergies Open 2026, turnamen WTA 1000 yang lebih bergengsi. Di babak pertama, Janice akan berhadapan dengan Sorana Cirstea, yang dikenal memiliki pengalaman dan kemampuan konsisten. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Janice untuk memperbaiki catatan tunggalnya sekaligus meningkatkan kepercayaan diri di turnamen internasional.

Pelajaran dan Momentum untuk Masa Depan

Meski semifinal Abu Dhabi menandai akhir perjalanan Janice/Eala di turnamen ini, pengalaman yang mereka dapatkan sangat berharga. Mereka telah menghadapi lawan-lawan kuat, mengasah strategi permainan, dan memperkuat chemistry sebagai pasangan ganda. Keberhasilan mengalahkan beberapa unggulan besar menjadi modal penting bagi langkah mereka ke turnamen internasional berikutnya.

Kedua pemain muda Asia Tenggara ini menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di tingkat tinggi. Pengalaman ini akan menjadi dasar untuk berkembang lebih jauh, baik di nomor ganda maupun tunggal. Dengan persiapan dan fokus yang tepat, Janice dan Eala berpotensi menjadi sorotan dunia tenis dalam beberapa tahun mendatang.