Mitsubishi Xforce Hybrid menawarkan efisiensi bahan bakar tinggi sebagai salah satu keunggulan di tengah persaingan SUV elektrifikasi yang semakin ramai. Namun, Mitsubishi tidak hanya mengandalkan kemampuan menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer. Pabrikan asal Jepang tersebut juga membawa teknologi hybrid yang memiliki karakter berbeda untuk mendukung performa dalam berbagai kondisi perjalanan.

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) melihat konsumen kini memiliki semakin banyak pilihan SUV hybrid. Bahkan, beberapa model mampu menawarkan daya jelajah panjang dengan satu tangki bahan bakar. Oleh karena itu, Mitsubishi berusaha memberikan nilai tambah melalui teknologi, kenyamanan, performa, serta dukungan layanan setelah pembelian.

Mitsubishi Xforce Hybrid Hadapi Persaingan SUV Elektrifikasi

Director of Sales & Marketing Division MMKSI Irwan Kuncoro menilai persaingan compact SUV semakin kompetitif. Berbagai produsen menghadirkan produk baru sekaligus menawarkan teknologi elektrifikasi dengan keunggulan masing-masing.

Menurut Irwan, kemampuan mencapai jarak sekitar 1.000 kilometer dengan satu tangki saja belum cukup untuk menjadi pembeda. Sebab, beberapa kendaraan dari merek lain juga menawarkan kemampuan serupa.

Karena itu, Mitsubishi mengandalkan karakter teknologi hybrid pada Xforce Hybrid. Selain itu, perusahaan menawarkan kelengkapan fitur, performa, serta kenyamanan berkendara. Mitsubishi juga mendapatkan respons konsumen melalui pengalaman test drive.

Irwan turut menyoroti faktor lain yang dapat memengaruhi keputusan konsumen. Mitsubishi memiliki jaringan layanan purnajual, program garansi, dan pengalaman panjang di pasar otomotif Indonesia.

Merek tersebut telah hadir sekitar 55 tahun di Indonesia. Pengalaman panjang itu menjadi salah satu modal Mitsubishi dalam membangun kepercayaan konsumen. Meski beberapa kali memasuki suatu segmen setelah kompetitor, Mitsubishi melihat produknya tetap mampu mendapatkan penerimaan pasar.

Transaxle Dua Percepatan Jadi Andalan

Selain faktor efisiensi, Mitsubishi Xforce Hybrid membawa sistem mekanis yang menggunakan transaxle dua percepatan. Brand Ambassador Mitsubishi Motors Indonesia Rifat Sungkar menjelaskan teknologi tersebut membantu sistem mengatur distribusi tenaga secara lebih halus.

Sistem itu juga memungkinkan motor listrik mengambil peran dalam lebih banyak situasi berkendara. Menurut pengalaman Rifat, Xforce Hybrid masih mampu memanfaatkan EV mode pada kecepatan sekitar 121 km/jam.

Karakter tersebut menjadi salah satu hal yang membedakan sistem penggeraknya. Pada banyak kendaraan hybrid, motor listrik biasanya bekerja lebih dominan ketika mobil melaju pelan atau menghadapi lalu lintas stop and go. Selanjutnya, mesin bensin mengambil porsi lebih besar ketika kendaraan meningkatkan kecepatan.

Sementara itu, Xforce Hybrid memanfaatkan transaxle dua percepatan melalui mekanisme parallel low dan parallel high. Sistem tersebut membantu motor listrik mempertahankan perannya sebagai sumber tenaga utama dalam kondisi berkendara yang lebih beragam.

Mitsubishi Xforce Hybrid

Mitsubishi Xforce HEV di GIIAS 2026 ICE BSD, Tangerang.

Regenerative Braking Bantu Memulihkan Energi

Teknologi hybrid Xforce juga memberikan manfaat ketika pengemudi melewati jalan dengan kontur naik dan turun. Saat kendaraan menanjak, sistem menggunakan energi baterai untuk membantu menghasilkan tenaga. Kemudian, ketika mobil menuruni jalan, regenerative braking membantu mengembalikan energi ke baterai.

Proses tersebut membuat kendaraan dapat kembali memanfaatkan energi listrik ketika menghadapi tanjakan berikutnya. Dengan pola kerja seperti ini, Mitsubishi menilai Xforce Hybrid dapat memberikan efisiensi yang menarik bagi pengendara yang sering melewati wilayah berbukit maupun pegunungan.

Motor listrik tetap memegang peran penting dalam sistem penggerak tersebut. Mitsubishi memadukan teknologi itu dengan mesin bensin berkapasitas 1.600 cc untuk menyeimbangkan kebutuhan tenaga dan konsumsi bahan bakar.

Jakarta-Bali Ditempuh dengan Satu Tangki

Kemampuan jarak tempuh Mitsubishi Xforce Hybrid juga terlihat dalam pengujian sebelum peluncuran. Rifat mengaku pernah mengendarai mobil tersebut dari Jakarta menuju Bali hanya dengan satu kali pengisian tangki bahan bakar penuh.

Perjalanan itu mencapai jarak sekitar 1.172 kilometer. Xforce Hybrid memiliki kapasitas tangki 42 liter. Jika menghitung angka tersebut secara sederhana berdasarkan jarak perjalanan dan kapasitas tangki, rata-rata konsumsi bahan bakarnya berada di kisaran 27 km/liter.

Namun, angka konsumsi aktual tentu dapat berubah sesuai kondisi perjalanan. Kecepatan, karakter jalan, gaya berkendara, kondisi lalu lintas, hingga penggunaan perangkat kendaraan dapat memengaruhi konsumsi bahan bakar.

Bagi Mitsubishi, daya jelajah panjang bukan satu-satunya aspek yang ingin mereka tonjolkan. Perusahaan juga mengedepankan kemampuan sistem hybrid dalam mengatur penggunaan motor listrik dan mesin bensin sesuai kebutuhan perjalanan.

Garansi Baterai Hybrid hingga 10 Tahun

Mitsubishi turut memberikan dukungan dari sisi kepemilikan jangka panjang. Xforce Hybrid memperoleh garansi baterai hybrid selama 10 tahun atau hingga jarak tempuh 200 ribu kilometer sesuai ketentuan yang berlaku.

Menariknya, Mitsubishi mengaitkan garansi tersebut dengan unit kendaraan dan bukan hanya pemilik pertama. Dengan demikian, perpindahan kepemilikan kendaraan tidak otomatis menghilangkan garansi selama unit masih memenuhi ketentuan program.

Kombinasi efisiensi, teknologi transaxle dua percepatan, dukungan motor listrik dalam berbagai kondisi, serta garansi baterai menjadi modal Mitsubishi Xforce Hybrid untuk menghadapi persaingan compact SUV elektrifikasi.

Di tengah semakin banyak kendaraan hybrid yang menawarkan jarak tempuh panjang, Mitsubishi berusaha menghadirkan pembeda melalui karakter sistem penggerak. Karena itu, Xforce Hybrid tidak hanya mengejar angka lebih dari 1.000 kilometer, tetapi juga menawarkan pengelolaan tenaga yang mendukung efisiensi dan kenyamanan perjalanan.