Huawei All-in-One Charging Power Bank menjadi perangkat penyimpanan daya terbaru Huawei yang menawarkan kombinasi kapasitas besar, pengisian cepat, dan fitur pelacak lokasi. Huawei memperkenalkan produk berkapasitas 12.000 mAh tersebut di China dengan harga 399 yuan atau sekitar Rp 1 jutaan.
Produk ini menarik perhatian karena Huawei untuk pertama kalinya memasukkan teknologi pelacakan ke dalam lini power bank miliknya. Fitur tersebut membantu pengguna menemukan perangkat ketika lupa menaruh atau meninggalkannya di suatu tempat.
Selain mengandalkan fungsi pelacakan, Huawei menawarkan kemampuan pengisian cepat hingga 100 watt. Perusahaan juga memastikan perangkat tersebut memenuhi standar keselamatan 3C yang berlaku di pasar China.
Fitur Pelacak Membantu Menemukan Power Bank
Huawei merancang fitur pelacakan agar pengguna lebih mudah mengetahui keberadaan power bank. Ketika perangkat masih berada dalam jangkauan Bluetooth, pengguna bisa memakai ponsel Huawei untuk memerintahkan power bank mengeluarkan suara.
Suara tersebut dapat membantu pengguna menemukan perangkat yang terselip di dalam tas, ruangan, kendaraan, atau tempat lain di sekitarnya.
Sementara itu, sistem akan memakai pendekatan berbeda apabila koneksi Bluetooth sudah terputus. Ponsel akan menampilkan lokasi terakhir Huawei All-in-One Charging Power Bank melalui peta.
Pada perangkat tertentu, teknologi Huawei bahkan dapat memberikan informasi posisi berdasarkan tingkat lantai. Kemampuan tersebut memberikan informasi lokasi yang lebih spesifik ketika pengguna kehilangan power bank di gedung bertingkat.
HarmonyOS Tawarkan Berbagai Fitur Pintar
Huawei juga mengintegrasikan power bank ini dengan perangkat yang menggunakan HarmonyOS 6.1 atau versi lebih baru. Integrasi tersebut memungkinkan pengguna memperoleh informasi perangkat secara langsung melalui ponsel.
Misalnya, sistem dapat memperlihatkan kapasitas baterai power bank yang masih tersedia. Pengguna juga akan menerima peringatan ketika suhu perangkat meningkat terlalu tinggi.
Selain itu, sistem dapat mengirimkan notifikasi ketika pengguna meninggalkan power bank. Fitur ini berpotensi mengurangi risiko perangkat tertinggal saat pengguna berpindah tempat.
Huawei menyediakan aplikasi AI Life untuk mengelola fungsi tambahan. Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memeriksa kondisi kesehatan baterai sekaligus memasang pembaruan firmware.

Power bank ini bisa dilacak secara offline menggunakan koneksi bluetooth di HP Huawei.
Pengisian Cepat Dua Arah hingga 100 Watt
Huawei All-in-One Charging Power Bank menggunakan teknologi SuperCharge yang mendukung pengisian cepat dua arah hingga 100 W.
Artinya, pengguna dapat memakai power bank untuk mengisi perangkat lain dengan daya tinggi. Di sisi lain, pengguna juga bisa mengisi kembali baterai power bank dengan daya hingga 100 W selama menggunakan adaptor yang kompatibel.
Huawei mengeklaim kemampuan tersebut dapat mengisi baterai perangkat kompatibel secara cepat. Sebagai contoh, perusahaan menyebut Mate 80 Pro dapat mencapai kapasitas sekitar 85 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Kemampuan tersebut membuat power bank lebih praktis bagi pengguna yang membutuhkan proses pengisian dalam waktu singkat.
Kabel USB-C Terintegrasi dengan Bodi
Huawei memasang kabel USB-C langsung pada bodi power bank. Sistem magnetis menahan kabel tersebut ketika pengguna tidak memakainya sehingga perangkat tetap terlihat lebih ringkas.
Selain kabel bawaan, Huawei menyediakan satu port USB-C tambahan. Konfigurasi ini memungkinkan pengguna mengisi dua perangkat secara bersamaan.
Ketika pengguna menghubungkan dua perangkat sekaligus, kabel USB-C bawaan dapat menghasilkan daya hingga 66 W. Sementara itu, port USB-C tambahan mampu menyediakan daya sampai 40 W.
Huawei juga memasukkan teknologi pass-through charging. Fitur tersebut memungkinkan pengguna mengisi baterai power bank sambil tetap menyalurkan daya ke perangkat lain.
Huawei Perkuat Sistem Keamanan Baterai
Huawei tidak hanya mengejar kecepatan pengisian. Perusahaan juga memberikan perhatian besar terhadap sistem keamanan perangkat.
Produsen teknologi asal China tersebut menggunakan sel baterai Whale yang memiliki lapisan isolasi keramik. Huawei memilih teknologi ini untuk meningkatkan perlindungan baterai selama penggunaan.
Selain itu, perusahaan menempatkan lima sensor suhu pada beberapa bagian penting. Sensor tersebut memantau suhu di sekitar baterai, papan sirkuit, serta port pengisian daya.
Huawei juga memanfaatkan material grafit untuk membantu mengatur panas. Material tersebut berperan menjaga suhu tetap stabil ketika perangkat menjalankan proses pengisian dengan daya tinggi hingga 100 W.
Kabel Dirancang untuk Penggunaan Jangka Panjang
Huawei turut memperhatikan daya tahan kabel USB-C terintegrasi. Perusahaan mengeklaim kabel tersebut mampu menghadapi hingga 10.000 siklus tekukan dan tarikan.
Ketahanan itu menjadi aspek penting karena pengguna akan sering menarik dan mengembalikan kabel ke posisi semula selama penggunaan sehari-hari.
Dengan kapasitas 12.000 mAh, pengisian cepat 100 W, dua koneksi USB-C, sistem pemantauan suhu, hingga fitur pelacakan lokasi, Huawei All-in-One Charging Power Bank menawarkan fungsi yang lebih luas dibandingkan power bank konvensional.
Kehadiran fitur pelacak menjadi salah satu pembeda utama produk tersebut. Huawei tidak hanya menjadikan power bank sebagai sumber daya cadangan, tetapi juga menghubungkannya dengan ekosistem perangkat pintar HarmonyOS untuk memberikan pengalaman penggunaan yang lebih terintegrasi.