Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) – menghadirkan inovasi di bidang mekanisasi pertanian melalui pengembangan traktor perahu listrik yang di rancang khusus untuk beroperasi di lahan gambut. Kehadiran teknologi ini menjadi alternatif atas keterbatasan traktor konvensional yang selama ini sulit di gunakan pada lahan dengan struktur tanah lunak dan kadar air tinggi.

Lahan gambut memiliki karakteristik unik karena daya dukung tanahnya relatif rendah. Akibatnya, penggunaan alat pertanian berbobot besar sering kali menyebabkan kendaraan tenggelam atau sulit bermanuver. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya efisiensi pengolahan lahan serta meningkatnya biaya operasional petani.

Melalui inovasi yang di kembangkan di Science Techno Park (STP) Otomotif ITS. Tim peneliti menghadirkan solusi berupa kendaraan pertanian berbasis listrik dengan desain menyerupai perahu. Desain tersebut memungkinkan alat bekerja lebih stabil di atas permukaan lahan basah sekaligus mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Desain Khusus untuk Menyesuaikan Karakteristik Lahan Gambut

Pengembangan traktor perahu listrik dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi khas lahan gambut yang tidak dapat di layani secara optimal oleh traktor konvensional. Bentuk bodi kendaraan di buat menyerupai perahu agar memiliki kemampuan mengapung lebih baik sehingga dapat bergerak di atas lahan basah tanpa mudah terperosok.

Rektor ITS, Bambang Pramujati, menjelaskan bahwa inovasi ini di rancang sebagai jawaban atas tantangan mekanisasi pertanian di kawasan gambut. Menurutnya, kendaraan tersebut mampu memberikan performa yang lebih baik. Di bandingkan alat pertanian biasa ketika di gunakan pada lahan dengan daya dukung tanah yang rendah.

Ia juga telah melakukan pengujian langsung terhadap traktor perahu listrik di kawasan lahan gambut yang berada di lingkungan Kampus ITS. Hasil awal menunjukkan kendaraan mampu bergerak dengan stabil sekaligus mempertahankan fungsi utama sebagai alat pengolah tanah.

Menggunakan Motor Listrik yang Lebih Efisien

Selain mengusung desain inovatif, traktor ini memanfaatkan sistem penggerak berbasis motor listrik sehingga biaya operasional dapat di tekan. Penggunaan energi listrik di nilai lebih ekonomis di bandingkan bahan bakar fosil seperti bensin maupun solar yang umum di gunakan pada traktor konvensional.

Manajer STP Otomotif ITS, Bambang Sudarmanta, menyampaikan bahwa sistem elektrifikasi menjadi salah satu keunggulan utama alat tersebut. Selain lebih hemat biaya, penggunaan listrik juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca sehingga mendukung upaya menciptakan sektor pertanian yang lebih berkelanjutan.

Sumber energi kendaraan berasal dari pasokan listrik yang mudah di peroleh masyarakat. Dengan demikian, petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada bahan bakar minyak yang harganya cenderung berfluktuasi.

Keunggulan lainnya terletak pada karakteristik motor listrik yang mampu menghasilkan torsi secara instan ketika di operasikan. Kemampuan tersebut sangat penting dalam proses pembajakan karena tenaga besar di butuhkan sejak awal untuk menggemburkan tanah secara efektif.

Mendukung Pertanian Berkelanjutan dan Mengurangi Kerusakan Tanah

Tim pengembang menggabungkan konsep flotasi, mekanisasi pertanian, dan elektrifikasi dalam satu sistem terpadu. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga membantu mengurangi tekanan terhadap struktur tanah.

Berbeda dengan alat berat konvensional yang dapat mempercepat degradasi permukaan lahan, traktor perahu listrik di rancang agar distribusi bebannya lebih merata. Dengan demikian, risiko kerusakan tanah dapat di minimalkan sehingga kualitas lahan tetap terjaga dalam jangka panjang.

Konsep tersebut selaras dengan kebutuhan pertanian modern yang semakin mengutamakan efisiensi energi. Sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui pengurangan emisi karbon.

Traktor perahu listrik karya ITS saat diuji di lahan gambut sebagai inovasi mekanisasi pertanian ramah lingkungan.

Ilustrasi lahan gambut.

Spesifikasi Teknis Traktor Perahu Listrik ITS

Secara teknis, kendaraan ini menggunakan motor listrik berdaya 10 kilowatt (kW). Sistem tersebut di dukung baterai berkapasitas 140 ampere hour (Ah) yang bekerja pada tegangan sekitar 72 volt dengan arus operasi sebesar 32 ampere.

Untuk memudahkan pemantauan selama penggunaan, traktor di bekali panel display elektronik yang mampu menampilkan informasi kondisi baterai, suhu sistem, hingga tegangan listrik secara real time. Kehadiran fitur tersebut membantu operator memastikan performa kendaraan tetap optimal selama proses pengolahan lahan.

Dalam kondisi baterai terisi penuh, traktor mampu beroperasi selama tiga hingga empat jam. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan tim pengembang, satu kali pengisian daya di perkirakan cukup untuk mengolah lahan seluas sekitar satu hektare.

Fokus utama rancangan kendaraan bukanlah pada kecepatan maksimum, melainkan menghasilkan torsi tinggi yang di butuhkan saat membajak sawah. Pendekatan tersebut membuat alat mampu bekerja secara efisien meskipun menghadapi kondisi tanah yang berat.

Hasil Simulasi dan Tantangan Pengembangan

Pengujian performa traktor dilakukan melalui simulasi pada lahan seluas satu hektare dengan dimensi 100 meter × 100 meter. Menggunakan bajak selebar 1,8 meter, kendaraan memerlukan sekitar 56 lintasan untuk menyelesaikan seluruh area, dengan total jarak operasional mencapai sekitar 5,6 kilometer.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa traktor memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi pengolahan lahan gambut. Selain mampu beroperasi di area basah, kendaraan juga tetap dapat di gunakan di jalan raya berkat penggunaan ban karet yang mendukung mobilitas antarlokasi.

Meski demikian, proses pengembangan masih terus dilakukan. Pada tahap uji coba lapangan sebelumnya, tim peneliti menemukan adanya peningkatan suhu berlebih pada sistem kendaraan ketika di gunakan dalam waktu tertentu. Untuk mengatasi kendala tersebut, pengembang kemudian menambahkan sistem pendingin sebagai komponen baru agar performa alat tetap stabil selama beroperasi.

Inovasi ITS Berpotensi Mendukung Modernisasi Pertanian

Pengembangan traktor perahu listrik menunjukkan komitmen ITS dalam menghadirkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan sektor pertanian Indonesia. Dengan mengombinasikan desain khusus untuk lahan gambut, sistem penggerak listrik, serta efisiensi operasional yang lebih tinggi. Inovasi ini berpotensi menjadi solusi bagi petani di wilayah rawa dan gambut.

Apabila proses pengembangan dan validasi berjalan sesuai rencana, traktor perahu listrik dapat menjadi salah satu teknologi pendukung modernisasi pertanian nasional. Selain meningkatkan produktivitas lahan, penerapan kendaraan ini juga berpotensi memperkuat praktik pertanian berkelanjutan melalui penggunaan energi bersih dan pengurangan emisi gas rumah kaca.