Dunia Seni – Pertunjukan Indonesia kembali mendapatkan angin segar lewat hadirnya Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026. Setelah vakum selama tujuh tahun, program yang di gagas Bakti Budaya Djarum Foundation ini kembali membuka kesempatan bagi komunitas seni dari berbagai daerah di Indonesia untuk menampilkan karya terbaik mereka.
Program ini mengajak para pelaku seni untuk menghadirkan pertunjukan yang berakar pada budaya lokal dan nilai kearifan tradisional. Seni tari, musik, teater, sastra, hingga pertunjukan kontemporer menjadi bagian dari ruang kreatif yang di siapkan dalam program ini.
Kehadiran Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 tidak hanya memberi panggung bagi seniman muda, tetapi juga membantu mereka membangun kemampuan produksi, manajemen pertunjukan, dan strategi pengembangan karya. Dengan konsep tersebut, program ini berupaya menciptakan ekosistem seni pertunjukan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Fokus pada Kreativitas dan Pengembangan Komunitas
Bakti Budaya Djarum Foundation menghadirkan program ini sebagai wadah pengembangan kreativitas generasi muda di bidang seni pertunjukan. Para peserta tidak hanya menjalani proses penciptaan karya, tetapi juga memperoleh kesempatan belajar langsung dari praktisi seni profesional.
Melalui workshop dan mentoring, peserta dapat memahami proses produksi pertunjukan secara menyeluruh. Mereka juga bisa mempelajari cara mengelola tim, menyusun konsep artistik, hingga mempersiapkan karya agar mampu menjangkau audiens yang lebih luas.
Pendekatan tersebut membuat Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 tampil berbeda di banding program seni lainnya. Program ini menempatkan proses kreatif dan penguatan komunitas sebagai bagian penting dalam perkembangan seni pertunjukan Indonesia.
Syarat Pendaftaran dan Ketentuan Proposal
Program ini terbuka bagi Warga Negara Indonesia berusia 18 sampai 35 tahun yang aktif dalam komunitas atau sanggar seni pertunjukan. Pendaftaran berlangsung mulai 13 April hingga 31 Mei 2026.
Peserta perlu menyiapkan proposal karya yang berisi beberapa komponen penting, seperti latar belakang karya, sinopsis pertunjukan, ide kreatif, profil tim inti, portofolio komunitas, jadwal produksi, serta rancangan anggaran maksimal Rp35 juta.
Selain itu, peserta juga perlu mencantumkan kontak produksi dan tautan media sosial komunitas. Setiap kelompok seni bahkan bisa mengirim lebih dari satu proposal untuk memperbesar peluang lolos seleksi.
Tim kurator nantinya akan memilih 13 proposal terbaik untuk mengikuti program pendampingan dan menerima dukungan dana produksi. Kesempatan ini tentu menjadi peluang besar bagi komunitas seni daerah yang ingin mengembangkan karya secara profesional.

Acara bincang kreatif seni pertunjukan di Taman Budaya Gerson Poyk, Kupang, menghadirkan Rama Soeprapto dan Nuya Susantono.
Roadshow Kreatif Hadir di Empat Kota
Sebelum membuka proses seleksi proposal, penyelenggara lebih dulu menggelar roadshow bertajuk Bincang Kreatif Seni Pertunjukan. Kegiatan ini hadir sebagai ruang diskusi sekaligus sarana berbagi pengalaman bagi pelaku seni di berbagai daerah.
Pada tahun 2026, roadshow berlangsung di empat kota, yaitu Kupang, Banjarmasin, Tasikmalaya, dan Lampung. Setiap kota menghadirkan pembicara yang memiliki pengalaman panjang dalam dunia seni pertunjukan Indonesia.
Para peserta roadshow bisa menggali wawasan mengenai pengembangan ide kreatif, pengelolaan produksi, hingga tantangan yang sering muncul dalam proses penciptaan karya pertunjukan. Kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi antar komunitas seni dari berbagai daerah.
Melalui roadshow tersebut, penyelenggara ingin memperluas akses informasi agar semakin banyak seniman muda mengetahui peluang yang tersedia dalam Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026.
Kurator dan Juri Berpengalaman Dukung Kualitas Program
Program ini melibatkan sejumlah tokoh seni ternama Indonesia untuk menjaga kualitas karya yang terpilih. Proses kurasi menghadirkan Keni Soeriaatmadja dan Mitae Mita bersama tim Bakti Budaya Djarum Foundation.
Keni Soeriaatmadja di kenal aktif mendukung perkembangan koreografer muda melalui berbagai program tari dan ruang belajar kreatif. Sementara itu, Mitae Mita memiliki pengalaman luas dalam pengelolaan festival seni, produksi pertunjukan, dan manajemen panggung.
Tahap penjurian akhir juga menghadirkan Garin Nugroho dan Toto Arto. Kehadiran para praktisi tersebut memberikan nilai tambah karena peserta dapat memperoleh masukan langsung dari tokoh yang berpengalaman di tingkat nasional maupun internasional.
Para juri tidak hanya menilai kualitas artistik pertunjukan, tetapi juga melihat kesiapan produksi, kekuatan konsep, dan potensi pengembangan karya di masa depan.
Membangun Masa Depan Seni Pertunjukan Indonesia
Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 membawa semangat baru bagi perkembangan seni pertunjukan Indonesia. Program ini membuka ruang bagi seniman muda untuk tumbuh, bereksperimen, dan memperkenalkan identitas budaya Indonesia melalui karya kreatif.
Melalui dukungan pembinaan, mentoring, dan jaringan kolaborasi, para peserta dapat mengembangkan kemampuan mereka secara lebih profesional. Program ini juga membantu komunitas seni daerah agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Kehadiran kembali Ruang Kreatif Seni Pertunjukan menunjukkan bahwa seni pertunjukan Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Dengan dukungan yang tepat, para seniman muda Indonesia dapat menciptakan karya berkualitas sekaligus memperkuat posisi budaya lokal di panggung nasional maupun internasional.