Tim Search And Rescue (SAR) Gabungan – Melakukan operasi pencarian terhadap seorang warga yang di laporkan hilang setelah terseret arus di aliran irigasi persawahan Desa Gembor, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten. Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menjelaskan bahwa korban bernama Muizah (32), warga Kampung Pule, Desa Gembor.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 12.20 WIB saat aparat desa sedang membagikan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir. Kondisi itu membuat area sekitar irigasi ramai oleh warga yang menerima bantuan, tetapi arus air yang deras tetap membahayakan siapa pun yang melintas.
Kronologi Kejadian
Menurut laporan Kepala Desa Gembor dan keterangan saksi, korban yang di ketahui sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) memaksa berjalan menuju area yang terdampak banjir. Warga sempat memberikan peringatan agar korban tidak melintasi arus deras, tetapi korban tetap menerjang banjir. Arus yang kuat kemudian menyeret korban hingga tenggelam.
Mendengar laporan tersebut, BPBD Kabupaten Serang segera berkoordinasi dengan Kantor SAR (Basarnas) Banten. Personel SAR di berangkatkan ke lokasi kejadian untuk memulai operasi pencarian. Kecepatan koordinasi ini menjadi langkah penting agar korban dapat di temukan secepat mungkin.

Proses pencarian oleh Tim SAR di Desa Gembor, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (25/1/2026).
Strategi Operasi SAR Hari Pertama
Tim SAR gabungan membagi kekuatan menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU I menggunakan rubber boat (perahu karet) untuk melakukan penyisiran sejauh dua kilometer dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU II memantau area dari udara menggunakan drone thermal untuk mendeteksi tanda-tanda keberadaan korban.
Penggunaan kombinasi penyisiran di air dan pemantauan udara membantu tim SAR memperluas jangkauan pencarian. Namun, hingga operasi SAR hari pertama di hentikan sementara pada sore hari, korban belum berhasil di temukan. Tim berencana melanjutkan pencarian kembali pada pagi hari berikutnya.
Sinergi Banyak Unsur dalam Operasi SAR
Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur demi memastikan efektivitas dan keselamatan tim. Selain BPBD Kabupaten Serang dan Basarnas Banten, tim SAR juga melibatkan damkar Pos Tanara dan Jawilan, unsur TNI/Polri seperti Koramil Carenang, Polres Serang, dan Polsek setempat, pihak kecamatan, desa, serta masyarakat lokal.
Kolaborasi ini menunjukkan pentingnya koordinasi lintas instansi saat menghadapi kondisi darurat. Selain itu, keterlibatan masyarakat setempat juga membantu tim SAR dalam memberikan informasi lokasi kritis dan kondisi arus banjir.
Tantangan Lapangan
Tim SAR menghadapi sejumlah tantangan selama operasi, mulai dari arus air yang deras, akses ke area persawahan yang terbatas, hingga kondisi medan yang licin dan berlumpur. Tim terus menyesuaikan strategi pencarian dengan kondisi lapangan agar operasi tetap aman dan efektif.
Pemantauan menggunakan drone thermal juga membantu tim melihat area yang sulit dijangkau oleh perahu karet. Sementara itu, penyisiran di air memastikan tidak ada area yang terlewat, sehingga peluang menemukan korban meningkat.
Harapan dan Tindak Lanjut
BPBD Kabupaten Serang menekankan bahwa operasi pencarian akan terus berjalan hingga korban di temukan. Masyarakat di sekitar Desa Gembor di imbau tetap waspada terhadap arus banjir dan memberikan informasi penting jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat banjir melanda. Tim SAR terus berkoordinasi untuk meningkatkan efektivitas pencarian, sambil memastikan keselamatan semua anggota yang terlibat.
Dengan kerja sama lintas instansi, penggunaan peralatan modern, serta partisipasi aktif masyarakat, tim SAR berharap dapat menemukan korban secepat mungkin dan mencegah risiko lebih lanjut.