Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 – Banjarbaru berlangsung meriah di Lapangan Murdjani pada Senin, 20 April 2026. Pemerintah kota mengangkat Soto Banjar sebagai sajian utama dalam puncak acara. Sebanyak 15.000 porsi kuliner khas Kalimantan Selatan itu langsung tersaji gratis untuk masyarakat yang hadir dan ikut meramaikan perayaan.
Soto Banjar Jadi Simbol Identitas dan Kebanggaan Kota
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menegaskan bahwa Soto Banjar membawa makna budaya yang kuat. Ia melihat hidangan ini bukan hanya sekadar makanan tradisional, tetapi juga representasi sejarah panjang interaksi budaya di wilayah Kalimantan Selatan.
Ia menjelaskan bahwa cita rasa Soto Banjar lahir dari perpaduan berbagai pengaruh budaya seperti Melayu, Banjar, Tiongkok, Arab, hingga Eropa. Perpaduan tersebut menciptakan karakter rasa yang unik, kaya rempah, dan berbeda dari kuliner daerah lain di Indonesia.
Pemerintah kota memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat citra Banjarbaru sebagai kota yang bertumpu pada ekonomi kreatif berbasis kuliner. Strategi ini juga mendukung visi jangka panjang untuk menjadikan kota tersebut sebagai destinasi wisata gastronomi.
Ribuan Porsi Disajikan dalam Suasana Pesta Rakyat
Masyarakat yang hadir menikmati ribuan porsi Soto Banjar dalam suasana penuh kebersamaan. Warga, pejabat daerah, dan tamu undangan berkumpul dalam satu lokasi untuk menikmati hidangan khas tersebut setelah rangkaian acara seremonial selesai.
Panitia acara menata area penyajian dengan konsep terbuka agar masyarakat bisa merasakan pengalaman kuliner secara langsung. Aroma rempah yang kuat dari kuah Soto Banjar menciptakan suasana hangat yang mempererat interaksi sosial antara warga dan pemerintah.

Soto Banjar
Dukungan Pemerintah untuk UMKM Kuliner Lokal
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, hadir dalam perayaan tersebut dan memberikan apresiasi terhadap inisiatif pemerintah daerah. Ia menilai Banjarbaru berhasil mengangkat potensi kuliner lokal sebagai identitas kota sekaligus peluang ekonomi baru.
Ia menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memperkuat sektor UMKM melalui akses pembiayaan yang lebih luas. Pemerintah mendorong kolaborasi dengan lembaga keuangan seperti Bank Himbara dan bank daerah agar pelaku usaha kuliner mendapatkan dukungan modal yang lebih mudah.
Langkah ini membuka peluang besar bagi pelaku usaha kecil di sektor makanan untuk mengembangkan bisnis mereka secara berkelanjutan.
Kuliner sebagai Alat Diplomasi Budaya dan Ekonomi
Pemerintah Banjarbaru menjadikan Soto Banjar sebagai bagian dari strategi diplomasi budaya. Melalui festival kuliner ini, kota tersebut memperkenalkan identitas lokal kepada masyarakat luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Cita rasa khas yang kaya rempah menjadikan Soto Banjar memiliki potensi besar sebagai ikon wisata kuliner. Pemerintah daerah mendorong pengembangan brand kuliner ini agar mampu bersaing dengan hidangan tradisional dari daerah lain.
Strategi ini juga membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk naik kelas melalui promosi yang lebih luas dan berkelanjutan.
UMKM Kuliner dan Dampak Ekonomi Lokal
Perayaan HUT ke-27 Banjarbaru tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat peran UMKM dalam ekonomi daerah. Para pelaku usaha kuliner lokal mendapat dorongan untuk meningkatkan kualitas produk serta memperluas jaringan pemasaran.
Akses pembiayaan yang lebih mudah menjadi faktor penting dalam pengembangan usaha kecil. Dengan dukungan tersebut, pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kemasan, dan memperluas distribusi produk mereka.
Kondisi ini menciptakan efek berantai positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di sektor kuliner dan pariwisata.
Banjarbaru Menuju Kota Gastronomi
Perayaan ini memperlihatkan arah baru pembangunan Banjarbaru yang berfokus pada penguatan sektor kuliner sebagai daya tarik utama. Pemerintah kota menempatkan Soto Banjar sebagai simbol utama dalam strategi pengembangan wisata gastronomi.
Dengan dukungan pemerintah pusat, pelaku UMKM, dan masyarakat, Banjarbaru terus membangun ekosistem kuliner yang lebih kuat. Kolaborasi ini memperkuat posisi kota sebagai salah satu pusat kuliner berbasis budaya di Indonesia.
Penutup: Kuliner sebagai Identitas dan Kekuatan Ekonomi
Soto Banjar tidak hanya hadir sebagai hidangan khas dalam perayaan HUT Banjarbaru, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya dan potensi ekonomi daerah. Perayaan ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional dapat menjadi penggerak ekonomi sekaligus alat diplomasi budaya yang efektif.
Dengan langkah berkelanjutan, Banjarbaru memperkuat posisinya sebagai kota yang mengandalkan kekayaan kuliner sebagai bagian dari pembangunan ekonomi kreatif dan pariwisata.