Ruben Loftus-Cheek – Kembali menjadi pusat perhatian di bursa transfer musim dingin 2026. Meskipun posisinya di AC Milan tidak lagi utama, gelandang berusia 29 tahun ini tetap menarik bagi klub-klub besar di Inggris. Menurut TalkSport, Manchester United memasukkan Loftus-Cheek dalam daftar target mereka untuk memperkuat lini tengah. Hal ini sejalan dengan upaya klub menambah kedalaman skuad agar peluang lolos ke Liga Champions semakin terbuka.

Selain itu, Aston Villa juga menunjukkan ketertarikan serius, terutama setelah cedera yang menimpa Boubacar Kamara. Situasi ini membuat peluang Loftus-Cheek kembali ke Premier League semakin nyata. Dengan kata lain, kedua klub Inggris ini bersaing untuk mendapatkan gelandang Inggris yang memiliki pengalaman luas dan fisik mumpuni.

Aston Villa Bergerak Cepat untuk Mengatasi Cedera

Aston Villa menghadapi tantangan serius setelah Kamara mengalami cedera lutut saat pertandingan FA Cup melawan Tottenham. Cedera ini berpotensi membuat Kamara absen hingga akhir musim, sehingga Emery perlu segera mencari pengganti yang bisa langsung berkontribusi. Dengan jadwal padat Premier League dan Europa League, serta tekanan untuk tetap kompetitif, Emery ingin menambah gelandang yang berpengalaman, kuat secara fisik, dan mampu membaca permainan dengan baik.

Karena itu, Loftus-Cheek muncul sebagai opsi menarik bagi Villa. Bahkan, klub kabarnya telah melakukan penjajakan awal untuk mengeksplorasi kemungkinan transfer di bulan Januari. Meskipun tawaran resmi belum diajukan, langkah ini menunjukkan bahwa Villa siap bergerak cepat jika negosiasi berjalan lancar.

Ruben Loftus-Cheek

Ruben Loftus-Cheek dibayangi Ismael Kone dalam laga Liga Italia 2025-2026 AC Milan vs Sassuolo di Stadion San Siro, Minggu (14/12/2025).

Pengalaman Premier League Menjadi Keunggulan

Ruben Loftus-Cheek sudah tidak asing dengan sepak bola Inggris. Sebelum pindah ke Milan pada musim panas 2023, ia bermain di Premier League bersama Chelsea, Fulham, dan Crystal Palace. Pengalaman ini memberinya kemampuan adaptasi cepat terhadap gaya bermain Inggris. Selain itu, postur tubuhnya yang mencapai 191 cm membuat Loftus-Cheek efektif dalam duel udara dan fisik di lini tengah. Dengan kata lain, baik Manchester United maupun Aston Villa bisa langsung memanfaatkan kapasitasnya untuk memperkuat tim.

Lebih dari itu, Loftus-Cheek memiliki fleksibilitas bermain sebagai gelandang serba bisa, sehingga pelatih bisa menggunakannya untuk berbagai formasi. Hal ini membuatnya semakin menarik sebagai target transfer di tengah kebutuhan mendesak kedua klub.

Posisi Loftus-Cheek di AC Milan

Di Milan, Loftus-Cheek mulai jarang tampil di sebelas awal, meskipun ia tetap menjadi bagian dari skuad. Klub tidak menunjukkan urgensi untuk menjualnya, bahkan kabar dari Tuttomercatoweb menyebut Milan mempertimbangkan kontrak baru bagi sang gelandang. Namun, pihak klub akan mempertimbangkan penawaran yang cukup menarik secara finansial. Loftus-Cheek sendiri terikat kontrak hingga tahun 2027, setelah dibeli dari Chelsea dengan biaya sekitar 21,5 juta pound.

Milan membutuhkan tawaran minimal 8,5 juta euro untuk melepasnya tanpa merugi, meskipun harga pasar pemain ini diperkirakan mendekati 15 juta euro. Sepanjang musim ini, Loftus-Cheek telah bermain dalam 23 pertandingan di semua ajang, namun hanya 12 kali menjadi starter. Statistik ini menunjukkan bahwa pemain Inggris ini masih memiliki potensi untuk menjadi pilihan reguler di klub yang memberinya kesempatan bermain lebih konsisten.

Prospek Transfer dan Dampaknya

Dengan adanya minat dari Manchester United dan Aston Villa, peluang Loftus-Cheek kembali ke Premier League semakin terbuka. Sementara United ingin menambah kedalaman lini tengah, Villa mencari pengganti langsung untuk Kamara agar tim tetap kompetitif. Dalam konteks ini, Loftus-Cheek bisa menjadi solusi instan berkat pengalaman, fisik, dan fleksibilitas permainannya.

Selain itu, dinamika bursa transfer Januari bergerak cepat. Klub-klub yang dapat bergerak lebih tangkas dan menyesuaikan strategi mereka berpeluang mengamankan pemain berkualitas. Dengan kombinasi pengalaman Premier League, kemampuan bertahan dan menyerang, serta fisik kuat, Loftus-Cheek tetap menjadi aset berharga yang dicari banyak klub.

Dengan komunikasi yang sedang berlangsung, perkembangan transfer Loftus-Cheek akan menjadi sorotan utama penggemar sepak bola. Keputusan akhir kemungkinan akan bergantung pada tawaran yang masuk, urgensi klub, dan peluang bermain reguler yang di tawarkan kepadanya. Sementara itu, fans menunggu kepastian siapa yang akan berhasil mendapatkan gelandang serba bisa ini di bursa transfer musim dingin 2026.