Renault – Kembali menegaskan ambisinya di segmen kendaraan elektrifikasi. Kali ini, pabrikan otomotif asal Prancis tersebut memperkenalkan Renault Filante, sebuah SUV hybrid electric vehicle (HEV) berukuran besar. Renault mengembangkan model ini bersama Geely dan secara resmi memperkenalkannya di Korea Selatan.
Selanjutnya, laporan industri otomotif menyebutkan bahwa Renault akan mulai mengirimkan unit Filante kepada konsumen pada Maret mendatang. Dengan kehadiran ini, Renault memperluas jajaran SUV hybrid sekaligus menandai babak baru kolaborasi strategis dengan Geely.
Dimensi Besar dan Desain Eksterior Modern
Renault Filante hadir sebagai SUV terbesar dalam lini produk Renault saat ini. Mobil ini memiliki dimensi panjang 4.915 mm, lebar 1.890 mm, dan tinggi 1.635 mm. Dengan ukuran tersebut, Filante langsung menempati posisi puncak dalam kategori crossover Renault.
Selain itu, Renault membekali Filante dengan desain eksterior yang tegas dan modern. Garis bodi rendah memberikan kesan sporty. Bumper bergaya agresif, gril tanpa bingkai, serta lampu depan LED berdesain tajam semakin memperkuat karakter futuristis. Untuk menambah daya tarik visual, Renault menawarkan lima pilihan warna bodi, yaitu Satin Universe White, Satin Forest Black, Cloud Pearl, Urban Gray, dan Metallic Black.

Renault Filante. ANTARA/HO-Renault Korea
Interior Futuristis dengan Teknologi Tinggi
Masuk ke bagian kabin, Renault Filante langsung menampilkan pendekatan teknologi yang kuat. Konsol tengah menampilkan tiga layar berukuran 12,3 inci. Renault secara khusus mendedikasikan salah satu layar tersebut untuk penumpang depan. Selain itu, Filante juga menghadirkan layar head-up display augmented reality berukuran 25,6 inci.
Lebih jauh, Renault menyematkan berbagai fitur canggih untuk meningkatkan kenyamanan berkendara. SUV ini menghadirkan asisten suara berbasis kecerdasan buatan, sistem peredam kebisingan aktif, serta paket bantuan mengemudi lengkap dengan fungsi kemudi darurat. Meskipun memiliki panjang hampir lima meter, Renault memilih konfigurasi dua baris kursi demi kenyamanan dan ruang kabin yang lega.
Kapasitas Bagasi dan Fleksibilitas Ruang
Renault Filante menawarkan ruang bagasi yang sangat luas. Dalam kondisi normal, kapasitas bagasi mencapai 633 liter. Ketika kursi belakang dilipat, kapasitas tersebut meningkat drastis hingga 2.050 liter. Dengan kapasitas ini, Filante cocok untuk kebutuhan keluarga, perjalanan jarak jauh, maupun aktivitas gaya hidup aktif.
Platform CMA dan Fondasi Kolaborasi Global
Renault Filante menggunakan arsitektur modular CMA milik Geely. Platform ini juga menopang berbagai model global seperti Volvo XC40, Geely Monjaro, dan Lynk & Co 01. Namun demikian, Filante menjadi model terbesar yang menggunakan sasis CMA tersebut.
Penggunaan platform ini menunjukkan semakin eratnya hubungan teknis antara Renault dan Geely. Selain berbagi platform, kedua perusahaan juga terus memperluas kerja sama di berbagai sektor industri otomotif.
Sistem Hybrid dan Efisiensi Bahan Bakar
Renault membekali Filante dengan sistem penggerak hybrid konvensional. Sistem ini mengombinasikan mesin bensin 1,5 liter dengan dua motor listrik yang menghasilkan total tenaga 247 hp. Mobil ini menggunakan baterai berkapasitas 1,64 kWh yang tidak mendukung pengisian daya eksternal.
Meski demikian, Renault mengklaim bahwa sistem hybrid ini mampu mengoperasikan kendaraan dalam mode listrik hingga 75 persen saat berkendara di area perkotaan. Selain itu, konsumsi bahan bakar rata-rata tercatat sekitar 6,6 liter per 100 kilometer, angka yang tergolong efisien untuk SUV hybrid berukuran besar.
Produksi, Harga, dan Ekspansi Pasar
Renault akan memproduksi Filante di pabrik Busan, Korea Selatan. Perusahaan menetapkan harga awal sebesar 43.319.000 won Korea atau sekitar 29.390 dolar AS, setara kurang lebih Rp495 juta. Selain pasar Korea, Renault juga memproyeksikan pemasaran Filante ke wilayah lain di luar Eropa, termasuk Timur Tengah.
Masa Depan Kolaborasi Renault dan Geely
Kolaborasi Renault dan Geely terus berkembang secara bertahap. Kedua perusahaan telah membentuk usaha patungan Horse Powertrain untuk pengembangan mesin dan sistem penggerak. Selain itu, mereka juga menjalankan proyek produksi bersama di Brasil serta merancang berbagai model baru.
Ke depan, industri otomotif global berpotensi menyaksikan pembentukan aliansi yang lebih besar antara Renault dan Geely. Dengan sumber daya dan teknologi yang saling melengkapi, kemitraan ini berpeluang menjadi kekuatan signifikan di panggung otomotif dunia.