Polresta Yogyakarta – melakukan penggerebekan terhadap sebuah bangunan dua lantai yang berlokasi di Jalan Gito Gati, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Aparat kepolisian menduga bangunan tersebut berfungsi sebagai kantor penipuan daring atau scamming yang terhubung dengan jaringan internasional. Peristiwa ini langsung menarik perhatian warga sekitar karena aktivitas kantor tersebut sebelumnya berjalan selama 24 jam tanpa henti.

Selain itu, warga menyaksikan kondisi bangunan yang kini tertutup rapat setelah aparat melakukan penggerebekan. Pintu lantai satu dan lantai dua tampak terkunci rapat, sementara rantai besi terpasang di bagian halaman depan sebagai penanda berhentinya seluruh aktivitas. Situasi ini semakin menguatkan dugaan adanya praktik ilegal yang berlangsung di dalam bangunan tersebut.

Aktivitas Pegawai Berlangsung Nonstop Selama 24 Jam

Menurut keterangan warga sekitar, aktivitas di dalam kantor tersebut berlangsung tanpa mengenal waktu. JA (22), seorang pedagang di sekitar lokasi, menyampaikan bahwa para pekerja menjalankan aktivitas selama 24 jam penuh. Selain itu, ia mengaku pernah menanyakan pekerjaan para pegawai, namun mereka hanya menyebut diri sebagai admin tanpa menjelaskan bidang pekerjaannya secara rinci.

Lebih lanjut, JA menjelaskan bahwa jumlah kendaraan bermotor yang terparkir di halaman kantor selalu banyak setiap hari. Kondisi ini menunjukkan tingginya intensitas aktivitas kerja di dalam gedung tersebut. Meskipun isu jaringan internasional mencuat, JA hanya melihat warga negara Indonesia yang keluar masuk gedung itu.

Scamming

Bangunan berlantai dua di Jalan Gito Gati, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang digerebek Polresta Yogyakarta. Bangunan dua lantai tersebut diduga digunakan sebagai kantor scamming atau kantor penipuan.(KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)

Mayoritas Pegawai Berusia Muda dan Selalu Menggunakan Gawai

Selain aktivitas yang berlangsung nonstop, warga juga menaruh kecurigaan terhadap perilaku para pegawai. JA menyampaikan bahwa sebagian besar pekerja berusia muda. Mereka kerap berkumpul di depan kantor sambil terus memegang ponsel masing-masing. Bahkan, hampir tidak ada momen di mana mereka melepaskan gawai dari tangan.

Sejalan dengan itu, N, seorang pegawai toko di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa pada hari penggerebekan, aparat kepolisian mengangkut banyak pegawai menggunakan dua unit truk. Sebelumnya, warga hanya mengetahui bangunan tersebut sebagai kantor administrasi biasa tanpa memahami aktivitas di dalamnya secara detail.

Riwayat Bangunan dan Status Kontrak Kantor

Ketua RW 33 Padukuhan Penen, Wahyu Agung Purnomo, menjelaskan bahwa bangunan tersebut telah berstatus kontrakan selama sekitar satu tahun terakhir. Pemilik bangunan menyewakan rumah itu untuk keperluan kantor. Sebelumnya, rumah tersebut berfungsi sebagai hunian yang sering berganti penyewa.

Namun demikian, warga tidak pernah mendapatkan informasi detail terkait jenis usaha yang dijalankan. Aktivitas yang tertutup dan intensitas kerja yang tinggi akhirnya memicu kecurigaan warga sebelum aparat bertindak.

Polisi Amankan Laptop dan Puluhan Ponsel dari Lokasi

Dalam proses penggerebekan, aparat kepolisian mengumpulkan berbagai barang bukti dari setiap ruangan, baik di lantai bawah maupun lantai atas. Wahyu Agung menyampaikan bahwa petugas menemukan banyak laptop dan puluhan unit ponsel di dalam kamar-kamar yang ada di gedung tersebut.

Setiap ruangan menyimpan perangkat elektronik yang diduga kuat berfungsi sebagai alat operasional penipuan daring. Jumlah barang bukti yang cukup banyak ini semakin menguatkan dugaan praktik scamming yang terorganisir.

Polisi Lakukan Pendalaman Kasus Scamming Internasional

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Ia menyatakan bahwa tim kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap jaringan yang terlibat. Selain itu, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian menegaskan bahwa pihaknya menduga lokasi tersebut menjadi pusat operasi penipuan berskala internasional.

Saat ini, kepolisian terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap peran para pelaku dan alur jaringan scamming tersebut. Aparat berjanji akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik setelah proses pendalaman selesai.