Candi Jabung – Di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menyimpan nilai sejarah dan kebudayaan yang penting bagi identitas bangsa. Keberadaan candi ini tidak hanya mencerminkan kejayaan masa lalu, tetapi juga menghadirkan peluang besar bagi pengembangan kebudayaan di masa kini. Oleh karena itu, upaya pelestarian Candi Jabung membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan dan relevan dengan kondisi sosial masyarakat sekitar.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pemanfaatan kawasan cagar budaya memegang peran kunci dalam menjaga keberlanjutan pelestarian Candi Jabung. Menurutnya, pelestarian tidak cukup hanya berfokus pada perlindungan fisik bangunan, tetapi juga perlu melibatkan perencanaan pemanfaatan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Melalui pendekatan ini, kawasan cagar budaya tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Keterlibatan Masyarakat dalam Pengelolaan Cagar Budaya
Selain perlindungan fisik, Fadli menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan cagar budaya. Pemanfaatan kawasan yang terencana dapat membuka ruang keterlibatan publik sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap situs bersejarah. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, upaya pelestarian akan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, masyarakat lokal dapat berperan sebagai penjaga sekaligus penggerak aktivitas budaya di sekitar Candi Jabung. Peran ini akan membantu mengurangi risiko kerusakan akibat vandalisme dan penggunaan kawasan yang tidak sesuai. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam pengelolaan cagar budaya.

Kunjungan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Candi Jabung, Kabupaten Probolinggo, Minggu (25/1/2026).
Tantangan Lingkungan dalam Pelestarian Candi Jabung
Pelestarian Candi Jabung juga menghadapi tantangan lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius. Lokasi candi yang berada di wilayah pesisir membuatnya terpapar angin laut dengan kandungan garam yang tinggi. Kondisi ini berpotensi mempercepat proses pelapukan material bangunan.
Fadli menekankan pentingnya pendekatan adaptif dalam pengelolaan cagar budaya. Pengelola perlu mempertimbangkan karakter geografis dan lingkungan sekitar dalam setiap langkah pelestarian. Dengan pendekatan tersebut, upaya pelestarian dapat berjalan lebih efektif dan tidak berhenti pada perbaikan fisik semata.
Pemanfaatan Candi Jabung sebagai Ruang Aktivitas Budaya
Seiring dengan tantangan tersebut, Candi Jabung memiliki potensi besar sebagai ruang pemajuan kebudayaan. Fadli mendorong pemanfaatan kawasan candi untuk kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat lokal. Kegiatan seperti festival budaya, pertunjukan seni tradisional, dan kegiatan edukatif dapat memperkuat fungsi sosial kawasan cagar budaya.
Melalui aktivitas budaya, masyarakat tidak hanya menikmati manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat identitas dan kebanggaan terhadap warisan leluhur. Selain itu, kegiatan ini dapat menarik minat generasi muda untuk mengenal dan menjaga cagar budaya.
Integrasi dengan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Pengembangan kawasan Candi Jabung juga dapat terintegrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Fadli menilai pendekatan ini mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa mengabaikan prinsip pelestarian. Wisata budaya dan sejarah dapat menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Selain itu, pengembangan wisata spiritual dan religi juga memiliki potensi besar. Kawasan Candi Jabung dapat menjadi destinasi refleksi dan kegiatan spiritual yang menarik bagi pengunjung. Potensi kuliner khas Probolinggo juga dapat melengkapi pengalaman wisata dan memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal.
Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan
Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, Endah Budi Heryani, menyampaikan bahwa pengelolaan kawasan Candi Jabung akan dilakukan secara bertahap. Proses ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta komunitas setempat.
Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan keseimbangan antara pelindungan dan pemanfaatan kawasan. Setiap pihak memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan cagar budaya. Dengan kerja sama yang solid, pengelolaan Candi Jabung dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif.
Menuju Model Pengelolaan Cagar Budaya Berkelanjutan
Kementerian Kebudayaan berharap pengelolaan kawasan Candi Jabung dapat menjadi contoh bagi pengelolaan cagar budaya di Indonesia. Pendekatan yang menyeimbangkan pelindungan dan pemanfaatan akan menciptakan keberlanjutan jangka panjang.
Melalui perencanaan yang matang, keterlibatan masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor, Candi Jabung dapat terus terjaga sebagai warisan budaya sekaligus sumber manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, pelestarian tidak hanya menjaga masa lalu, tetapi juga membangun masa depan yang berkelanjutan.