Kementerian Sosial (Kemensos) – Segera menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Langkah ini menegaskan fokus pemerintah pada perlindungan keselamatan korban dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Prioritas Penanganan Bencana

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menekankan keselamatan warga tetap menjadi fokus utama. Ia menjelaskan bahwa koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait berlangsung secara intens untuk memastikan tanggap darurat berjalan cepat dan tepat. “Koordinasi yang solid antar lembaga memungkinkan bantuan sampai ke tangan masyarakat terdampak dengan efektif dan tepat waktu,” ujar Mensos di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Selain itu, tim Kemensos terus memantau kondisi lokasi terdampak dan menyesuaikan jenis bantuan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pemetaan kebutuhan yang akurat, warga dapat segera menerima pertolongan yang relevan dan mengurangi risiko kekurangan logistik di posko pengungsian.

Banjir Bekasi

Sejumlah warga melintasi jalan yang terendam banjir di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (18/1/2026). Berdasarkan data BPBD Kota Bekasi, banjir sedalam 20-70 centimeter yang dipicu curah hujan yang tinggi sejak Sabtu (17/1) tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di lima kecamatan tergenang. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/app/nym/pri.

Bantuan Logistik yang Disalurkan

Kemensos mengirimkan bantuan dari gudang logistik Bekasi langsung ke posko pengungsian dan dapur umum. Jenis bantuan yang dikirim meliputi:

  • 1.000 paket makanan siap saji

  • 1.000 paket lauk pauk siap saji

  • 200 lembar selimut

  • 200 lembar kasur

  • 200 paket kidsware untuk anak-anak

  • 200 paket family kit untuk keluarga terdampak

  • 100 lembar tenda gulung

Distribusi bantuan disesuaikan dengan jumlah warga terdampak di setiap desa. Dengan strategi distribusi ini, setiap pengungsi memperoleh akses cepat terhadap kebutuhan penting. Tim juga menempatkan bantuan di lokasi yang paling membutuhkan, sehingga proses pendistribusian lebih efisien dan tepat sasaran.

Data Korban dan Lokasi Pengungsian

Berdasarkan data sementara, sebanyak 3.294 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir. Sebanyak 815 warga mengungsi ke berbagai posko pengungsian di Desa Labansari, Hurip Jaya, Babelan Kota, dan Wanajaya.

Korban banjir berasal dari beberapa kecamatan, termasuk Cikarang Timur, Babelan, Cikarang Utara, dan Cibitung. Tim gabungan dari Kemensos dan pemerintah daerah langsung mendampingi warga kurang dari 24 jam setelah bencana terjadi pada Sabtu (17/1) malam.

Tim memprioritaskan warga lansia, anak-anak, dan kelompok rentan agar mereka segera mendapatkan pertolongan. Selain itu, para petugas memastikan proses pendataan dan evakuasi berjalan lancar, sehingga tidak ada warga yang tertinggal.

Peran Tim Tagana

Mensos menekankan peran penting Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana). Tim Tagana membantu pendataan warga, pengaturan pengungsian, serta pemenuhan kebutuhan logistik. Bersama pemerintah daerah, mereka memastikan evakuasi berlangsung aman, cepat, dan terkoordinasi dengan baik.

Selain itu, tim memberikan pendampingan psikologis dan dukungan langsung kepada warga. Hal ini membantu masyarakat tetap tenang selama masa tanggap darurat. Dengan strategi ini, warga terdampak dapat menyesuaikan diri dengan kondisi sementara di pengungsian.

Strategi Pemulihan dan Langkah Lanjutan

Kemensos menyiapkan evaluasi berkala terhadap kondisi pengungsian dan kesiapan logistik tambahan. Jika banjir tidak segera surut, kementerian akan menyalurkan makanan tambahan, air bersih, serta perlengkapan darurat lainnya.

Mensos menekankan koordinasi berkelanjutan antara kementerian, pemerintah daerah, dan relawan. Sinergi ini memastikan proses pemulihan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Selain itu, koordinasi meminimalkan risiko kekurangan logistik atau bantuan yang tidak merata.

Kemensos juga berencana memperkuat sistem tanggap darurat di masa depan. Dengan pembelajaran dari bencana ini, kementerian dapat meningkatkan kesiapan menghadapi potensi banjir dan memastikan warga selalu mendapatkan pertolongan maksimal.

Dengan langkah-langkah tersebut, Kemensos menegaskan komitmen penuh terhadap perlindungan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar. Respons cepat, koordinasi efektif, serta distribusi bantuan yang tepat menjadi kunci dalam menangani bencana banjir di Kabupaten Bekasi.