ASEAN – Para Games 2025 di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Selasa (20/1) malam, Menpora Erick Thohir memberikan dorongan semangat kepada seluruh atlet Indonesia. Ia menekankan agar para atlet tetap fokus menghadapi pertandingan dan tidak terlalu memusingkan kendala nonteknis yang mungkin muncul. Erick menegaskan bahwa energi sebaiknya dialihkan sepenuhnya untuk persiapan dan performa di arena. “Semuanya harus menunjukkan bahwa Indonesia bukan bangsa yang suka mengeluh dan lebih baik fokus menghadapi pertandingan ke depan,” ujarnya.
Selain itu, Erick mendorong seluruh pelatih dan ofisial tim untuk memberikan dukungan penuh. Ia menekankan koordinasi antara atlet, pelatih, dan ofisial tim akan membantu tercapainya target prestasi. Dengan sikap ini, seluruh tim dapat menghadapi pertandingan dengan mental tangguh dan semangat tinggi.
Konsentrasi dan Mental Juara Jadi Kunci
Erick menambahkan, menjaga konsentrasi dan mental bertanding menjadi faktor utama meraih prestasi. Target kontingen Indonesia mencapai 82 medali, sehingga setiap atlet harus menyalurkan energi secara maksimal. Ia menekankan, perhatian yang terpecah pada hal-hal di luar arena dapat mengurangi performa. Oleh karena itu, seluruh tim perlu memprioritaskan latihan, strategi, dan persiapan mental agar setiap pertandingan menghasilkan hasil optimal.
Lebih jauh, Erick menegaskan bahwa profesionalisme menjadi modal utama. Fokus pada tujuan utama memungkinkan atlet menghadapi lawan dengan percaya diri dan menyalurkan potensi terbaik. Selain itu, semangat juang akan memperkuat daya saing kontingen Indonesia.

Suasana pesta kembang api pada pembukaan ASEAN Para Games 2025 Thailand di 80th Birthday Stadium, Nakhon Ratchasima, Thailand, Selasa (20/1/2026). Pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara untuk atlet disabilitas tersebut berlangsung 20â26 Januari 2026. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/fzn/rwa.
Parade Kontingen Indonesia Tampilkan Budaya
Parade kontingen Indonesia saat upacara pembukaan menarik perhatian karena menampilkan keberagaman budaya. Mulai dari pakaian adat daerah hingga atribut nasional, parade ini memperlihatkan persatuan bangsa melalui olahraga. Erick menilai, tampilan budaya ini membangkitkan rasa kebanggaan dan semangat juang atlet.
Selain itu, parade memotivasi seluruh unsur kontingen untuk bekerja sama. Chief de Mission (CdM), National Paralympic Committee Indonesia, pelatih, dan atlet harus saling mendukung agar strategi persiapan berjalan lancar. Sinergi ini memastikan konsentrasi atlet tetap fokus pada pertandingan.
Fakta Utama ASEAN Para Games 2025
Nakhon Ratchasima menjadi tuan rumah upacara pembukaan dan penutupan ASEAN Para Games 2025, yang merupakan penyelenggaraan ke-13. Ajang ini mempertandingkan 493 medali emas dari 19 cabang olahraga dan dua cabang ekshibisi.
Sebanyak 11 negara berpartisipasi, termasuk Thailand, Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Timor Leste, Filipina, Kamboja, Vietnam, Laos, dan Myanmar. Jumlah total atlet yang bertanding mencapai 1.700 orang, dengan 290 atlet Indonesia yang siap berlaga di 18 cabang olahraga.
Cabang Olahraga yang Diikuti Kontingen Indonesia
Indonesia menurunkan atlet di cabang utama seperti para atletik, para bulu tangkis, para tenis meja, boccia, sepak bola cerebral palsy (CP), dan bola basket kursi roda. Erick menekankan bahwa setiap atlet harus menampilkan fokus dan disiplin sejak awal pertandingan. Ia menambahkan, dukungan tim sangat penting untuk menjaga performa konsisten di setiap cabang olahraga.
Selain itu, koordinasi strategi, manajemen waktu, dan penguatan mental menjadi faktor penting dalam memaksimalkan peluang meraih medali. Seluruh pelatih bertugas memastikan latihan dan persiapan atlet berjalan optimal, sehingga kontingen siap menghadapi setiap lawan.
Harapan Menpora untuk Kontingen Indonesia
Erick menutup dengan dorongan semangat bagi seluruh atlet dan tim pendukung. Ia berharap energi positif, konsentrasi, dan profesionalisme menjadi kunci utama meraih prestasi. Ia menekankan, kerja sama antaranggota tim akan memperkuat mental juara dan membangun reputasi Indonesia di kancah ASEAN Para Games 2025.
Selain itu, Erick menegaskan, pengalaman bertanding di ajang internasional ini menjadi kesempatan emas bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memupuk rasa percaya diri. Dengan persiapan matang, fokus penuh, dan dukungan tim solid, Indonesia memiliki peluang besar menonjolkan prestasi dan mengharumkan nama bangsa.