Comeback – Petinju kelas berat asal Inggris Tyson Fury kembali mencuri perhatian dunia tinju internasional. Setelah sempat menyatakan pensiun pada 13 Januari 2025, Fury kini mengumumkan keputusan besar untuk kembali naik ke atas ring pada tahun 2026. Pengumuman tersebut langsung memicu berbagai reaksi dari penggemar, analis tinju, hingga sesama petinju kelas berat.

Melalui unggahan di media sosial, Fury menyampaikan pernyataan yang menegaskan tekadnya untuk kembali bertarung. Ia menyebut tahun 2026 sebagai momen kebangkitannya sekaligus menegaskan bahwa usia 37 tahun tidak menghalanginya untuk kembali bertinju di level tertinggi.

Pernyataan Comeback Fury Jadi Sorotan Dunia Tinju

Dalam pesannya, Fury menulis bahwa ia telah lama absen, namun kini siap kembali. Ia juga menegaskan kecintaannya terhadap dunia tinju dengan gaya khas penuh percaya diri. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa semangat bertarung Fury masih menyala, meskipun ia sempat mengumumkan pengunduran diri dari olahraga ini.

Selain itu, Fury menyampaikan bahwa bertinju tetap menjadi hal terbaik yang bisa ia lakukan. Pernyataan ini menunjukkan bahwa motivasi utama Fury tidak hanya soal gelar, tetapi juga tentang identitas dan kecintaannya terhadap olahraga tinju.

Comeback

Tyson Fury menyatakan kesiapan kembali naik ring. (REUTERS/AHMED YOSRI)

Comeback Bukan Hal Baru dalam Karier Tyson Fury

Keputusan Fury untuk kembali bertarung bukanlah hal yang benar-benar mengejutkan. Sepanjang kariernya, Fury beberapa kali menyatakan pensiun lalu kembali naik ring. Pola ini sudah menjadi bagian dari perjalanan panjang petinju berjuluk Gypsy King tersebut.

Salah satu periode paling signifikan terjadi setelah akhir 2015. Pada masa itu, Fury sempat menghilang cukup lama dari dunia tinju profesional. Namun kemudian, pada pertengahan 2018, ia kembali dan langsung membuktikan bahwa dirinya masih menjadi salah satu petinju kelas berat terbaik dunia.

Oleh karena itu, keputusan comeback terbaru ini kembali menegaskan karakter Fury sebagai petinju dengan mental petarung kuat dan daya juang tinggi.

Kekalahan dari Oleksandr Usyk Jadi Titik Balik

Keputusan pensiun terakhir Fury muncul pada akhir 2024. Saat itu, ia mengalami dua kekalahan beruntun dari Oleksandr Usyk pada bulan Mei dan Desember 2024. Dua hasil tersebut sekaligus mencatatkan Usyk sebagai satu-satunya petinju yang mampu mengalahkan Fury sepanjang karier profesionalnya.

Kekalahan tersebut menjadi momen krusial yang memengaruhi keputusan Fury untuk meninggalkan ring. Namun demikian, waktu berjalan dan keputusan tersebut kini berubah. Fury kembali melihat peluang untuk menutup kariernya dengan cara yang berbeda.

Rekam Jejak Gemilang Tyson Fury di Kelas Berat

Sebelum mengalami kekalahan dari Usyk, Fury mencatatkan perjalanan karier yang sangat impresif. Ia berhasil menaklukkan sejumlah petinju papan atas dunia kelas berat. Nama-nama besar seperti Wladimir Klitschko, Deontay Wilder, dan Derek Chisora pernah merasakan keunggulan Fury di atas ring.

Kemenangan-kemenangan tersebut membangun reputasi Fury sebagai petinju dengan teknik, stamina, dan kecerdasan bertarung yang luar biasa. Selain itu, gaya bertinjunya yang unik dan karismanya di luar ring turut memperkuat posisinya sebagai figur besar dalam dunia tinju modern.

Tanda Tanya Soal Lawan Pertama Fury

Hingga kini, Fury belum mengungkapkan siapa lawan pertamanya saat kembali bertarung. Spekulasi pun bermunculan di kalangan penggemar dan pengamat tinju. Salah satu nama yang sebelumnya mencuat adalah Anthony Joshua. Joshua sempat menyampaikan tantangan terbuka kepada Fury, yang berpotensi melahirkan salah satu duel terbesar dalam sejarah tinju Inggris.

Namun, rencana tersebut menghadapi hambatan serius. Joshua baru saja mengalami tragedi besar di Nigeria yang merenggut nyawa teman sekaligus pelatihnya. Kondisi tersebut membuat masa depan duel Joshua versus Fury masih penuh ketidakpastian.

Peluang dan Tantangan Fury di Usia 37 Tahun

Comeback Fury pada usia 37 tahun membawa tantangan tersendiri. Di satu sisi, ia memiliki pengalaman, teknik, dan mental juara yang sudah teruji. Di sisi lain, faktor usia dan intensitas persaingan kelas berat modern menuntut kondisi fisik yang prima.

Meski demikian, Fury tetap menunjukkan kepercayaan diri tinggi. Dengan rekam jejak comeback sebelumnya, banyak pihak menilai bahwa Fury masih mampu bersaing di level elite, setidaknya dalam beberapa pertarungan ke depan.

Comeback Fury Bangkitkan Antusiasme Dunia Tinju

Kepastian kembalinya Tyson Fury ke ring pada 2026 kembali menghidupkan dinamika kelas berat dunia. Keputusan ini tidak hanya membawa harapan bagi penggemar, tetapi juga membuka berbagai kemungkinan pertarungan besar.

Dengan sejarah comeback, rekam jejak juara, serta karisma yang kuat, Fury kembali menempatkan dirinya sebagai pusat perhatian dunia tinju. Kini, publik hanya menunggu satu hal: siapa lawan pertama yang akan menyambut kembalinya Gypsy King di atas ring.