Cara Menghemat BBM Mobil diesel semakin penting bagi pemilik kendaraan setelah harga bahan bakar diesel mengalami kenaikan pada September 2026. Peningkatan harga tersebut membuat pengemudi perlu mengatur pola berkendara secara lebih efisien agar biaya penggunaan kendaraan sehari-hari tetap terkendali.
Pertamina Dex pada September 2026 mencatat harga Rp 25.200 per liter. Sebelumnya, konsumen membeli jenis bahan bakar tersebut dengan harga Rp 21.150 per liter. Sementara itu, Dexlite ikut mengalami kenaikan dari Rp 19.700 menjadi Rp 23.700 per liter.
Perubahan harga tersebut tentu dapat meningkatkan pengeluaran pemilik kendaraan diesel, khususnya mereka yang menggunakan mobil setiap hari. Oleh karena itu, pengemudi dapat mulai memperhatikan berbagai kebiasaan berkendara yang memengaruhi kebutuhan bahan bakar.
Selain menggunakan jenis BBM yang sesuai dengan rekomendasi produsen kendaraan, pengemudi juga perlu menerapkan pola berkendara yang tepat. Kebiasaan sederhana seperti mempertahankan kecepatan dan menghindari perubahan laju secara tiba-tiba dapat membantu mesin menggunakan bahan bakar secara lebih efisien.
Jaga Kecepatan Mobil Tetap Stabil
Pemilik Garasi Auto Service yang menangani mobil Toyota dan Mitsubishi, Muchlis, menjelaskan bahwa pengemudi dapat menjaga efisiensi bahan bakar dengan mempertahankan kecepatan kendaraan secara konsisten.
Untuk penggunaan sehari-hari, rentang kecepatan sekitar 60 hingga 80 kilometer per jam umumnya memberikan efisiensi yang cukup baik. Kondisi tersebut terutama berlaku ketika pengemudi melaju secara konstan di jalan yang datar.
Meski demikian, pengemudi tidak perlu menjadikan rentang kecepatan tersebut sebagai patokan mutlak. Kondisi lalu lintas, karakter jalan, beban kendaraan, serta situasi perjalanan tentu dapat memengaruhi cara seseorang mengemudikan mobil.
Muchlis menekankan pentingnya mempertahankan laju secara stabil. Artinya, pengemudi sebaiknya mengurangi perubahan kecepatan yang terlalu sering apabila situasi jalan memungkinkan.
Cara tersebut membantu mesin bekerja secara lebih konsisten. Pada akhirnya, kebiasaan menjaga kecepatan dapat menjadi bagian dari cara menghemat BBM mobil diesel untuk penggunaan rutin.
Hindari Akselerasi Secara Mendadak
Cara pengemudi menginjak pedal gas juga berpengaruh terhadap kebutuhan bahan bakar. Akselerasi yang terlalu agresif membuat mesin bekerja lebih berat untuk meningkatkan kecepatan kendaraan dalam waktu singkat.
Karena itu, pengemudi sebaiknya menambah kecepatan secara bertahap. Saat kondisi jalan memungkinkan, tekanan pedal gas yang lebih halus membantu kendaraan mempertahankan ritme perjalanan tanpa perubahan beban mesin yang berlebihan.
Kebiasaan ini sangat relevan dalam perjalanan sehari-hari, terutama ketika pengemudi menghadapi lalu lintas yang mengharuskannya beberapa kali menurunkan dan menaikkan kecepatan.
Pengemudi juga perlu membaca situasi lalu lintas di depan. Dengan mengantisipasi perubahan kondisi jalan lebih awal, pengemudi dapat mengurangi kebutuhan untuk menginjak pedal gas secara agresif.

Meski melalui ribuan kilometer, pasokan Pertamina Dex tetap terjaga untuk Navara.
Kurangi Kebiasaan Mengerem Tiba-tiba
Selain akselerasi agresif, pengereman mendadak juga dapat membuat pola berkendara menjadi kurang efisien. Pengemudi yang sering mempercepat kendaraan kemudian langsung mengerem akan membuat mesin bekerja dengan perubahan beban yang lebih besar.
Sebaliknya, pengemudi dapat menjaga jarak aman agar memiliki waktu lebih panjang untuk menyesuaikan kecepatan. Cara tersebut memungkinkan pengemudi mengurangi laju secara bertahap ketika menghadapi kendaraan lain atau perubahan kondisi lalu lintas.
Kombinasi akselerasi yang halus dan pengereman yang terukur membantu menjaga perjalanan tetap stabil. Kebiasaan tersebut sekaligus mendukung upaya menekan konsumsi bahan bakar diesel.
Gunakan Gigi Sesuai Kondisi Berkendara
Pemilihan gigi juga perlu mendapat perhatian, khususnya pada mobil yang menggunakan transmisi manual. Muchlis menyarankan pengemudi menggunakan posisi gigi yang sesuai dengan kondisi perjalanan dan tidak memaksa mesin bekerja terlalu berat.
Penggunaan gigi yang tepat membantu mesin bekerja sesuai kebutuhan kendaraan. Karena itu, pengemudi perlu menyesuaikan posisi gigi dengan kecepatan dan kondisi jalan yang sedang dilalui.
Pengemudi juga sebaiknya menghindari kebiasaan memaksakan kendaraan ketika mesin harus menanggung beban berlebihan. Pengoperasian kendaraan secara wajar dapat membantu menjaga konsumsi bahan bakar tetap terkendali.
Efisiensi BBM Tidak Hanya Bergantung pada Kecepatan
Pada akhirnya, cara menghemat BBM mobil diesel tidak mengharuskan pengemudi terus mengejar angka kecepatan tertentu. Hal yang lebih penting yaitu menjaga ritme berkendara agar tetap stabil sekaligus menyesuaikannya dengan situasi jalan.
Pengemudi dapat menggabungkan beberapa kebiasaan sederhana, mulai dari mempertahankan kecepatan secara konsisten, menghindari akselerasi agresif, mengurangi pengereman mendadak, hingga menggunakan gigi yang sesuai.
Kebiasaan tersebut semakin relevan ketika harga bahan bakar diesel meningkat. Dengan menerapkan gaya berkendara yang lebih terukur, pemilik mobil dapat mengendalikan konsumsi BBM sekaligus menekan pengeluaran bahan bakar tanpa mengurangi penggunaan kendaraan sesuai kebutuhan sehari-hari.