Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah – Menegaskan bahwa penyerahan bantuan rumah rusak ringan dan sedang tahap II bagi korban bencana di Aceh dan Sumatera menjadi bukti nyata kehadiran negara untuk rakyat. Pernyataan ini di sampaikannya saat menghadiri acara penyerahan bantuan di Bireuen, Aceh, pada Selasa.
Fadhlullah menekankan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana harus berjalan transparan dan tepat sasaran. “Penyerahan bantuan ini menunjukkan bagaimana negara hadir secara nyata untuk masyarakat yang terdampak bencana,” ujarnya. Pernyataan ini menjadi landasan penting dalam memastikan program bantuan mencapai tujuan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Pelaksanaan Penyerahan Bantuan Tahap II
Acara penyerahan bantuan berlangsung di halaman Pendopo Bupati Bireuen. Selain Fadhlullah, kegiatan ini juga di hadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno. Daerah lain yang menerima bantuan mengikuti acara secara daring dan menyerahkan bantuan di wilayah masing-masing.
Fadhlullah menambahkan bahwa bantuan ini menegaskan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Dengan koordinasi yang terukur, pemerintah mampu memastikan distribusi bantuan berjalan lancar dan tepat sasaran. “Bantuan ini sangat berarti dan menegaskan kuatnya kolaborasi dalam proses rehab rekon yang terukur,” tegasnya.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah saat menyerahkan bantuan stimulan rumah rusak ringan dan sedang tahap II kepada warga terdampak banjir dan longsor di Pendopo Bupati Bireuen, Aceh, Selasa (3/3/2026).
Komitmen Pemerintah Pusat dalam Rehabilitasi Pascabencana
Fadhlullah memberikan apresiasi tinggi kepada pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, atas komitmen percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ia juga mengingatkan para Bupati dan Wali Kota di daerah terdampak agar mengawal ketat proses penyaluran bantuan.
Proses pendataan harus di lakukan secara akurat dan melibatkan seluruh aparatur hingga tingkat desa. Dengan demikian, bantuan tidak hanya tersalurkan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Kami berharap bantuan ini di manfaatkan sebaik-baiknya untuk menata kehidupan yang lebih baik,” kata Fadhlullah.
Rincian Bantuan dan Upaya Pemulihan
Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa Presiden menginstruksikan pemulihan di lakukan secepat mungkin. Bantuan stimulan yang di berikan mencakup Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang.
Khusus Kabupaten Bireuen, tercatat 4.347 unit rumah menerima bantuan rumah rusak ringan dan sedang pada tahap II, dengan total nilai mencapai Rp86,9 miliar. Jumlah ini menjadikan Bireuen sebagai penerima bantuan terbesar pada tahap ini. Pratikno menekankan bahwa pemerintah juga memperhatikan kenyamanan korban agar mereka dapat menjalani Ramadhan dan Idul Fitri dengan lebih baik.
Pengawasan dan Rencana Lanjutan
Selain penyaluran bantuan, pemerintah menekankan pentingnya verifikasi data dan pendataan yang akurat. Tim pengarah Satgas telah menyusun rencana induk versi pertama dan sedang menyiapkan versi kedua. Pemerintah daerah di minta segera mengajukan usulan sesuai ketentuan sebelum akhir Maret 2026.
Pratikno menegaskan bahwa peluang bantuan lanjutan tetap terbuka bagi korban yang telah di usulkan namun belum menerima pada tahap ini. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan seluruh korban terdampak bencana memperoleh dukungan yang di butuhkan.
Dampak Positif Bantuan bagi Masyarakat
Penyaluran bantuan rumah rusak ini di harapkan mampu membantu masyarakat terdampak membangun kembali kehidupan mereka. Selain memperkuat rasa aman dan nyaman, program ini juga mendorong pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, program bantuan menjadi lebih tepat sasaran dan berdampak positif bagi warga.
Secara keseluruhan, penyaluran bantuan rumah rusak tahap II menunjukkan bagaimana negara hadir secara nyata untuk masyarakat. Langkah ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sehingga korban dapat pulih dengan lebih cepat dan menata kehidupan yang lebih baik ke depannya.