Curah Hujan Tinggi – Sering memicu berbagai bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia. Kota Bogor termasuk daerah yang kerap menghadapi risiko tersebut karena kondisi geografis, topografi perbukitan, serta banyaknya aliran sungai yang melintasi kawasan permukiman. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama, kapasitas sungai sering tidak mampu menampung debit air sehingga air meluap ke wilayah sekitar.

Situasi tersebut terjadi kembali ketika hujan deras mengguyur wilayah Kota Bogor dan daerah sekitarnya pada Selasa, 10 Maret 2026. Curah hujan yang tinggi menyebabkan beberapa sungai meluap dan memicu banjir di sejumlah kawasan permukiman warga. Selain banjir, hujan intens juga memicu kejadian tanah longsor di beberapa titik lokasi yang berada di kawasan perbukitan.

Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat serta koordinasi pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana yang muncul akibat cuaca ekstrem.

Banjir Melanda Dua Kecamatan di Kota Bogor

Hujan deras yang berlangsung sejak siang hari meningkatkan debit air di sejumlah sungai yang melintasi wilayah permukiman. Peningkatan debit air tersebut kemudian memicu luapan sungai yang menggenangi rumah warga di beberapa wilayah.

Banjir terjadi di dua kecamatan, yaitu di wilayah Kecamatan Bogor Utara dan Kecamatan Bogor Timur. Kedua wilayah ini berada di kawasan yang di lewati beberapa aliran sungai sehingga memiliki kerentanan terhadap banjir luapan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Di wilayah Kelurahan Cimahpar dan Kelurahan Tanah Baru yang berada di Kecamatan Bogor Utara, luapan air dari Sungai Cilebak menggenangi sejumlah rumah warga. Air yang meluap dari sungai tersebut masuk ke kawasan permukiman sehingga merendam bagian lantai rumah serta halaman warga.

Sementara itu, di wilayah Kelurahan Katulampa yang berada di Kecamatan Bogor Timur, luapan air dari Sungai Cikeas juga menggenangi permukiman masyarakat. Air yang meluap menyebabkan beberapa rumah warga terendam dengan ketinggian air yang bervariasi.

Data sementara yang di himpun menunjukkan bahwa sedikitnya 19 rumah warga dan satu musala terdampak oleh peristiwa banjir tersebut. Meski demikian, kondisi banjir tidak berlangsung terlalu lama karena air mulai surut pada sore hari.

Hujan Deras

Tim BPBD Kota Bogor memantau rumah warga yang terdampak banjir.

Respons Cepat BPBD Kota Bogor

Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor segera melakukan pemantauan serta penanganan awal setelah menerima laporan dari masyarakat. Petugas lapangan melakukan pendataan terhadap rumah yang terdampak sekaligus memantau perkembangan kondisi banjir di lokasi kejadian.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, banjir mulai menunjukkan tanda-tanda surut pada sore hari sekitar pukul 16.40 WIB. Setelah air mulai berkurang, warga setempat langsung melakukan pembersihan rumah yang terkena dampak banjir.

Warga bersama petugas membersihkan lumpur serta sisa material yang terbawa aliran air ke dalam rumah. Proses pembersihan ini menjadi langkah penting untuk mengembalikan kondisi lingkungan agar dapat di gunakan kembali secara normal.

Selain melakukan pendataan kerusakan, BPBD juga terus memantau kondisi cuaca serta potensi bencana lanjutan yang mungkin muncul jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Tanah Longsor Terjadi di Beberapa Titik

Selain banjir, hujan deras juga memicu terjadinya tanah longsor di beberapa lokasi di Kota Bogor. Kondisi tanah yang jenuh oleh air meningkatkan risiko pergerakan tanah terutama di kawasan yang memiliki kemiringan lereng cukup curam.

Beberapa titik longsor tercatat terjadi di wilayah Kelurahan Cipaku, Kelurahan Bondongan, Kelurahan Katulampa, Kelurahan Tegalgundil, Kelurahan Tegallega, serta di kawasan Jalan Lolongok di wilayah Kelurahan Empang.

Longsor yang terjadi di beberapa titik tersebut menyebabkan kerusakan pada lingkungan sekitar, terutama pada area tebing dan lahan yang berada di dekat permukiman warga. Petugas terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada pergerakan tanah lanjutan yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Selain itu, hujan deras juga memicu kerusakan pada beberapa bangunan. Salah satu kejadian tercatat terjadi di kawasan Kompleks Rimba Bakti di wilayah Kelurahan Pasirkuda. Di lokasi tersebut, bagian atap rumah warga roboh akibat kondisi cuaca ekstrem yang di sertai angin kencang.

Tidak Ada Korban Jiwa dalam Peristiwa Ini

Meskipun banjir dan longsor terjadi di beberapa wilayah, laporan sementara menunjukkan tidak adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hal ini menjadi kabar baik di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Bogor.

Respon cepat dari masyarakat serta koordinasi yang baik antara warga dan pemerintah daerah membantu mengurangi risiko yang lebih besar. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk segera membersihkan lingkungan setelah banjir surut juga membantu mempercepat proses pemulihan kondisi permukiman.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.

Imbauan Kewaspadaan terhadap Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Bogor menunjukkan bahwa potensi bencana hidrometeorologi masih dapat terjadi selama musim hujan berlangsung. Oleh karena itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta untuk memperhatikan perkembangan debit air terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Selain itu, masyarakat yang tinggal di kawasan lereng perbukitan juga perlu mewaspadai potensi longsor akibat tanah yang jenuh oleh air.

Upaya pencegahan seperti menjaga kebersihan saluran air, tidak membuang sampah ke sungai, serta memperkuat struktur tanah di sekitar rumah dapat membantu mengurangi risiko bencana.

Melalui kewaspadaan bersama serta koordinasi antara masyarakat dan pemerintah daerah, risiko dampak bencana akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan sehingga keselamatan warga tetap terjaga.