Bek Andalan – Persija Jakarta, Rizky Ridho, menekankan pentingnya perbaikan lini pertahanan timnya. Macan Kemayoran kerap kebobolan dalam momen-momen krusial, dan hal ini terlihat jelas dalam pertandingan terbaru mereka.
Pada laga melawan Borneo FC Samarinda di Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (3/3/2026), Persija kebobolan dua gol. Gol kedua Borneo tercipta di masa injury time, membuat Persija gagal meraih kemenangan. Hasil ini juga menahan langkah tim untuk menempel ketat Persib Bandung yang masih memimpin klasemen.
Ridho menyadari bahwa performa lini belakang menjadi kunci dalam persaingan gelar juara. Ia yakin jika pertahanan lebih solid, Persija bisa menunjukkan performa lebih baik dan mengamankan poin penting.
Tantangan Lini Pertahanan Persija
“Kami jarang berhasil mencatat clean sheet dan sering kebobolan di menit akhir. Hal ini menunjukkan bahwa fokus dan konsentrasi harus di tingkatkan,” kata Ridho seusai pertandingan. Ia menekankan, kebobolan akhir pertandingan kerap terjadi karena kesalahan individu. Untuk itu, seluruh pemain harus di siplin, mematuhi instruksi pelatih, dan menjaga koordinasi di lini belakang.
Statistik menunjukkan fakta yang cukup mengejutkan. Dalam lima pertandingan terakhir, Persija hanya sekali mencatat clean sheet. Dari 21 gol yang di terima, sebagian besar terjadi dalam 15 laga, menandakan lini pertahanan masih rentan.
Meskipun begitu, Persija tetap tercatat sebagai tim terbaik kedua dalam hal catatan nirbobol, yakni sembilan kali. Namun, pencapaian ini masih jauh di bawah Persib Bandung, yang sukses menjaga gawang mereka dari kebobolan sebanyak 14 kali. Perbedaan ini menjadi indikator penting dalam persaingan gelar juara, karena detail kecil seperti kebobolan di menit akhir bisa menentukan hasil akhir klasemen.

Foto: dok. Persija Jakarta
Menjaga Asa di Tengah Persaingan Ketat
Ridho menegaskan, meski Persija masih tertinggal dalam hal catatan defensif dibanding Persib, peluang untuk menempel dan merebut posisi puncak tetap ada. “Asa kami masih terbuka. Kami akan tetap fight. Masih ada 10-11 laga sisa yang semuanya menjadi laga final bagi kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh tim harus memperbaiki koordinasi dan komunikasi di lini belakang. Setiap pemain memiliki peran krusial untuk menutup celah yang bisa dimanfaatkan lawan. Dengan pertahanan yang lebih solid, Ridho yakin Persija bisa memaksimalkan peluang di setiap laga.
Selain itu, Ridho menekankan bahwa pertahanan yang kokoh bukan hanya soal pemain belakang. Penyerang dan gelandang juga memiliki tanggung jawab untuk menekan lawan sejak lini tengah. Strategi ini bertujuan mencegah peluang lawan sejak awal, sehingga tekanan di pertahanan berkurang dan clean sheet lebih mudah dicapai.
Fokus Menuju Laga Sisa Musim
Persija saat ini berada di posisi kedua, tetapi selisih poin dengan Persib cukup signifikan. Ridho menekankan, setiap laga berikutnya menjadi kesempatan emas untuk menutup jarak tersebut. Ia percaya timnya bisa belajar dari kesalahan sebelumnya, terutama kebobolan gol di menit akhir, dan memperbaiki catatan defensif.
“Kami harus fokus setiap menit di lapangan. Kesalahan kecil bisa berakibat besar di klasemen. Jadi, disiplin dan konsentrasi menjadi prioritas,” ungkap Ridho. Ia menegaskan bahwa seluruh pemain tetap termotivasi untuk meraih kemenangan di sisa musim.
Selain aspek teknis, Ridho menyoroti pentingnya mental pemain. Lini pertahanan yang solid harus didukung oleh ketenangan dan kesiapan menghadapi tekanan. Tim yang mampu menjaga fokus hingga menit terakhir lebih berpeluang mengamankan poin penuh.
Kesimpulan
Rizky Ridho menekankan bahwa perbaikan lini pertahanan menjadi kunci Persija Jakarta untuk bersaing dalam perebutan gelar juara Liga Indonesia. Meskipun kebobolan di menit akhir menjadi tantangan, ia optimistis tim bisa tampil lebih baik dengan disiplin, konsentrasi, dan koordinasi yang matang. Dengan sisa 10–11 laga yang penuh tekanan, setiap detil, terutama di lini belakang, akan menentukan peluang Persija menempel dan menyalip Persib di puncak klasemen.