Federasi Olahraga Es Italia (FISG) menaruh harapan besar pada Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026. Kenan Gouadec, Direktur Performa Tinggi FISG, menekankan bahwa ajang ini dapat memperluas minat masyarakat terhadap olahraga es di seluruh negeri. Ia menjelaskan bahwa cabang olahraga es masih tergolong spesifik di Italia, sehingga perlu strategi khusus untuk menarik lebih banyak partisipasi.

Tantangan dan Peluang Olahraga Es di Italia

Meskipun olahraga es memiliki penggemar setia, Gouadec menyoroti bahwa sepak bola tetap mendominasi dunia olahraga nasional. Selain itu, cabang olahraga berbasis salju, seperti ski alpin, menarik lebih banyak perhatian publik di bandingkan olahraga di atas es. Oleh karena itu, FISG berfokus pada pengembangan atlet, pembangunan fasilitas, dan promosi cabang olahraga es agar semakin populer.

Selain itu, Gouadec menilai Olimpiade Milan-Cortina 2026 memberi kesempatan emas untuk menampilkan olahraga es ke publik luas. Dengan liputan media yang meningkat dan antusiasme masyarakat, momentum ini dapat menciptakan efek jangka panjang untuk pertumbuhan olahraga es. Ia percaya, keterlibatan publik dan perhatian media dapat memotivasi generasi muda untuk mencoba cabang olahraga ini.

Olimpiade Milan-Cortina 2026

Para anggota tim Italia berselebrasi setelah memenangi final estafet tim campuran seluncur cepat lintasan pendek A di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 di Milan, Italia, 10 Februari 2026.

Seluncur Cepat Lintasan Pendek: Peningkatan Kompetitif

Sejak Italia menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2006 di Turin, cabang seluncur cepat lintasan pendek (short track speed skating) mengalami perkembangan pesat. Kini, FISG menyelenggarakan lebih banyak kompetisi setiap tahun, dan negara-negara kecil pun semakin kompetitif. Dengan kata lain, lingkungan kompetisi semakin menantang, mendorong pengembangan atlet muda, dan meningkatkan kualitas tim nasional.

Gouadec menegaskan bahwa FISG tidak menetapkan target khusus untuk Olimpiade Milan-Cortina 2026. Ia menekankan pentingnya pengalaman Olimpiade yang menyenangkan bagi atlet. “Kami ingin atlet menikmati momen ini sepenuhnya. Masa karier mereka sangat singkat, jadi pengalaman seperti Olimpiade harus di manfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya. Dengan begitu, tekanan berlebihan berkurang, dan performa atlet meningkat secara alami.

Peran Pelatih dalam Meningkatkan Kualitas Tim

Keberhasilan tim Italia di cabang seluncur cepat lintasan pendek tidak lepas dari peran pelatih Qi Mengyao, asal China, yang berusia 38 tahun. Qi membawa Italia meraih emas pertama di nomor estafet beregu campuran. Gouadec menjelaskan bahwa pengalaman Qi di Kanada dalam mengembangkan atlet junior menjadikannya pilihan ideal untuk membimbing tim Italia.

Selain itu, Qi mampu menyatukan tim dan menghadirkan strategi taktis yang tepat. Ia meningkatkan ketajaman teknis atlet sekaligus memperkuat koordinasi tim. Gouadec menekankan bahwa sinergi antara pelatih dan atlet memainkan peran penting untuk meraih prestasi optimal, terutama saat tampil di kandang sendiri dengan dukungan penonton.

Prestasi Kontingen Italia

Sejauh ini, kontingen Italia telah meraih tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu dari cabang seluncur cepat, seluncur cepat lintasan pendek, dan seluncur indah. Gouadec menekankan bahwa kesuksesan tim tidak hanya diukur dari medali, tetapi juga dari bagaimana atlet menikmati pengalaman dan memanfaatkan energi positif dari penonton. Ia percaya, semangat Olimpiade akan mendorong atlet tampil lebih maksimal tanpa terbebani tekanan.

Selain itu, pengalaman ini menjadi bekal penting bagi pengembangan karier mereka di masa depan. Gouadec menekankan bahwa setiap momen Olimpiade memberi peluang unik untuk belajar, meningkatkan mental, dan mengasah kemampuan teknis. Dengan kata lain, ajang ini berfungsi sebagai latihan nyata sekaligus pengalaman hidup bagi atlet muda.

Harapan FISG untuk Masa Depan Olahraga Es

FISG berharap momentum Milan-Cortina 2026 menjadi titik balik untuk olahraga es di Italia. Dengan meningkatnya perhatian media, pembangunan fasilitas baru, dan keterlibatan pelatih berpengalaman, olahraga es dapat menjangkau lebih banyak generasi muda. Lebih jauh, Gouadec ingin olahraga es menjadi cabang yang dikenal luas, sehingga Italia mampu bersaing di level global.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kombinasi pengalaman kompetisi dan pengembangan jangka panjang. Kolaborasi antara atlet, pelatih, federasi, dan publik diharapkan membentuk ekosistem olahraga es yang kuat dan berkelanjutan. Dengan strategi ini, olahraga es di Italia tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi salah satu cabang yang kompetitif dan diminati masyarakat luas.