Xabi Alonso – Untuk meninggalkan kursi pelatih Real Madrid memicu gelombang reaksi luas di dunia sepak bola Spanyol. Keputusan tersebut muncul pada Selasa dini hari waktu Indonesia, hanya beberapa saat setelah Real Madrid menelan kekalahan dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol.
Selanjutnya, publik langsung mempertanyakan alasan di balik keputusan mendadak tersebut. Xabi Alonso sejatinya baru memulai proyek kepelatihan bersama Los Blancos pada musim panas 2025. Oleh karena itu, banyak pihak menilai keputusan ini sebagai langkah yang tidak terduga dan penuh tanda tanya.
Karier Singkat Xabi Alonso di Santiago Bernabéu
Xabi Alonso datang ke Real Madrid dengan reputasi besar. Ia membawa nama sebagai mantan pemain kunci klub sekaligus pelatih sukses bersama Bayer Leverkusen. Ekspektasi tinggi langsung melekat sejak hari pertama ia mengambil alih tim.
Namun demikian, perjalanan Alonso di kursi pelatih Real Madrid berlangsung singkat. Ia hanya memimpin tim dalam 34 pertandingan di seluruh kompetisi. Meski sempat menunjukkan permainan yang solid, hasil akhir tidak selalu sejalan dengan harapan manajemen dan suporter. Kekalahan di laga final Piala Super Spanyol akhirnya menjadi titik krusial yang mempercepat perpisahan.

Bos LaLiga Javier Tebas. (Foto: AP/Manu Fernandez)
Spekulasi Penyebab Mundurnya Xabi Alonso
Setelah kabar mundur tersebar, berbagai spekulasi mulai bermunculan. Sebagian pihak menilai Alonso tidak mendapatkan dukungan penuh dari manajemen klub. Di sisi lain, rumor lain menyebutkan adanya kendala dalam mengendalikan ruang ganti yang dihuni banyak pemain bintang.
Selain itu, tekanan besar di Real Madrid juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Klub ini menuntut hasil instan di setiap kompetisi. Oleh karena itu, setiap kegagalan sering memicu evaluasi cepat. Dalam konteks tersebut, Alonso kemungkinan memilih mundur demi menjaga reputasi dan stabilitas karier kepelatihannya.
Javier Tebas Menyampaikan Reaksi Terbuka
Presiden LaLiga, Javier Tebas, turut memberikan tanggapan atas keputusan tersebut. Ia mengaku terkejut mendengar kabar mundurnya Alonso dari Real Madrid. Menurut Tebas, kondisi klub terlihat stabil selama Alonso menangani tim.
Lebih lanjut, Tebas menyampaikan bahwa keputusan seperti ini pasti memiliki latar belakang yang tidak diketahui publik. Ia menilai momen tersebut sebagai situasi yang rumit dan sulit. Dengan nada reflektif, Tebas menyebut bahwa semua pihak hanya melihat permukaan dari sebuah keputusan besar.
Selain itu, Tebas menegaskan bahwa Alonso merupakan pelatih dengan kapasitas dan pemahaman sepak bola modern. Oleh sebab itu, kepergian ini mengejutkan banyak pihak, termasuk pelaku utama di industri sepak bola Spanyol.
Real Madrid dan Tantangan Stabilitas Kepelatihan
Kepergian Alonso kembali menegaskan tantangan besar dalam menjaga stabilitas kepelatihan di Real Madrid. Klub ini dikenal sering mengambil keputusan cepat ketika hasil tidak sesuai ekspektasi. Dalam beberapa tahun terakhir, pergantian pelatih menjadi fenomena yang berulang.
Selanjutnya, kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang keberlanjutan proyek jangka panjang di klub. Setiap pelatih membawa filosofi dan pendekatan berbeda. Ketika pergantian terjadi terlalu cepat, proses adaptasi tim pun ikut terganggu.
Namun demikian, Real Madrid tetap mempertahankan reputasi sebagai klub dengan standar tertinggi. Manajemen selalu menempatkan prestasi sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, setiap keputusan besar selalu diarahkan untuk menjaga daya saing klub di level tertinggi.
Alvaro Arbeloa Mengisi Kursi Pelatih
Setelah kepergian Xabi Alonso, manajemen Real Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pengganti. Arbeloa memiliki kedekatan emosional dengan klub karena pernah membela Real Madrid dan Liverpool sebagai pemain.
Penunjukan ini menunjukkan upaya klub menjaga kesinambungan internal. Arbeloa memahami budaya klub serta tekanan yang menyertai posisi pelatih Real Madrid. Dengan latar belakang tersebut, manajemen berharap transisi berjalan lebih mulus.
Dampak bagi Xabi Alonso dan Sepak Bola Spanyol
Bagi Xabi Alonso, keputusan mundur ini tidak serta-merta mengakhiri karier kepelatihannya. Sebaliknya, langkah ini bisa membuka peluang baru di klub lain atau bahkan kembali ke level internasional. Dengan pengalaman singkat namun intens di Real Madrid, Alonso tetap menyimpan nilai tinggi di mata banyak klub.
Sementara itu, sepak bola Spanyol kembali mencatat dinamika menarik di level elite. Keputusan Alonso dan reaksi Javier Tebas memperlihatkan betapa kompleksnya dunia kepelatihan di klub besar. Setiap keputusan selalu melibatkan banyak faktor, baik teknis maupun non-teknis.
Kesimpulan
Kepergian Xabi Alonso dari Real Madrid menghadirkan kejutan besar di awal tahun 2026. Reaksi Javier Tebas menegaskan bahwa keputusan ini tidak sederhana dan menyimpan banyak faktor internal. Di tengah tekanan prestasi dan ekspektasi tinggi, Real Madrid kembali menghadapi tantangan menjaga stabilitas. Sementara itu, Xabi Alonso melangkah menuju babak baru dalam perjalanan kepelatihannya.