Pemerintah Indonesia – Terus memperkuat agenda kemandirian energi nasional melalui pengembangan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa proyek ini menargetkan peningkatan produksi bahan bakar minyak dengan kualitas tinggi. Pemerintah menyiapkan RDMP Balikpapan untuk mendorong produksi BBM RON 92, RON 95, dan RON 98 agar Indonesia dapat mengurangi ketergantungan impor.
Selain itu, pemerintah telah mengomunikasikan target tersebut secara langsung kepada PT Pertamina sebagai badan usaha milik negara yang memegang peran strategis di sektor energi. Dengan koordinasi yang intensif, pemerintah dan Pertamina menyusun langkah bersama untuk memastikan kapasitas produksi kilang mampu memenuhi kebutuhan domestik.
Kesepakatan Pemerintah dan Pertamina Percepat Transformasi Kilang
Dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung hingga dini hari, Menteri ESDM menyampaikan laporan langsung kepada Presiden Republik Indonesia. Dalam rapat tersebut, pemerintah mencapai kesepakatan dengan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, jajaran direksi, serta komisaris utama. Kesepakatan ini menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan produksi BBM berkualitas tinggi melalui RDMP Balikpapan.
Dengan langkah ini, pemerintah menargetkan penghentian impor BBM secara bertahap. Pemerintah menilai peningkatan kapasitas kilang dalam negeri sebagai solusi strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Oleh karena itu, RDMP Balikpapan menjadi proyek kunci dalam transformasi sektor energi Indonesia.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan RDMP Balikpapan bisa meningkatkan produksi BBM RON 92, RON 95, dan RON 98. (Foto: Okezone.com/Setpres)
Pasal 33 UUD 1945 Jadi Landasan Kebijakan Energi
Lebih lanjut, Menteri ESDM menegaskan bahwa kebijakan ini sejalan dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Pasal tersebut mengatur bahwa negara harus menguasai cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Oleh sebab itu, pemerintah mengambil peran aktif dalam memastikan pasokan energi nasional berasal dari produksi dalam negeri.
Selain memenuhi kebutuhan nasional, pemerintah juga mendorong badan usaha swasta untuk membeli BBM hasil produksi domestik melalui Pertamina. Dengan kebijakan ini, negara menjaga kontrol atas distribusi energi sekaligus memperkuat industri energi nasional. Dengan demikian, pemerintah tidak hanya fokus pada ketersediaan energi, tetapi juga pada kedaulatan ekonomi.
Avtur Ditargetkan Bebas Impor pada 2027
Selain BBM untuk kendaraan, pemerintah juga menetapkan target ambisius untuk sektor aviasi. Menteri ESDM menyatakan bahwa Indonesia menargetkan penghentian impor avtur pada tahun 2027. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mengarahkan fokus kebijakan pada optimalisasi produksi dalam negeri.
Ke depan, pemerintah hanya akan mempertimbangkan impor crude oil sebagai bahan baku, bukan produk jadi. Dengan strategi ini, pemerintah berharap dapat menekan defisit perdagangan energi sekaligus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Oleh karena itu, RDMP Balikpapan memegang peran penting dalam transformasi industri pengolahan minyak nasional.
Dampak Ekonomi dan Serapan Tenaga Kerja
RDMP Balikpapan tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Proyek ini menyerap hingga 24 ribu tenaga kerja selama masa konstruksi dan operasional. Selain itu, proyek ini mencatat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 34 persen, yang menunjukkan keterlibatan industri lokal dalam skala besar.
Pemerintah memperkirakan RDMP Balikpapan mampu meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp514 triliun per tahun. Dengan angka tersebut, proyek ini menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh sebab itu, pemerintah menempatkan RDMP Balikpapan sebagai proyek strategis nasional yang memiliki dampak jangka panjang.
Tantangan Lifting Migas dan Langkah ke Depan
Meskipun RDMP Balikpapan menawarkan potensi besar, pemerintah tetap menghadapi tantangan utama di sektor hulu migas, khususnya terkait peningkatan lifting minyak dan gas. Menteri ESDM menilai lifting sebagai tantangan terbesar yang harus segera diatasi. Oleh karena itu, pemerintah berencana memperkuat eksplorasi dan produksi migas untuk memastikan pasokan bahan baku kilang tetap terjaga.
Dengan sinergi antara pemerintah, Pertamina, dan pelaku industri, Indonesia berpeluang besar mencapai kemandirian energi secara bertahap. Melalui RDMP Balikpapan, pemerintah tidak hanya mengejar swasembada BBM, tetapi juga membangun fondasi energi nasional yang berdaulat, berkelanjutan, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.