Kompetisi Proliga 2026 – Putra pekan pertama berakhir dengan hasil impresif bagi Jakarta Bhayangkara Presisi. Bertanding di GOR Terpadu A Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Bhayangkara Presisi sukses menundukkan Surabaya Samator dengan skor 3-1. Hasil ini sekaligus menegaskan status Bhayangkara Presisi sebagai juara bertahan yang tetap konsisten sejak awal musim.

Sejak awal laga, Bhayangkara Presisi menunjukkan kesiapan mental dan teknis. Tim tampil percaya diri serta langsung mengambil inisiatif serangan. Oleh karena itu, kemenangan ini tidak hanya bernilai tiga poin, tetapi juga memperkuat pesan bahwa Bhayangkara Presisi masih menjadi tim yang sangat sulit ditaklukkan di Proliga 2026.

Mental Juara Menjadi Pembeda Utama

Bhayangkara Presisi kembali membuktikan kekuatan mentalnya sebagai juara bertahan. Meski sempat kehilangan set kedua akibat tekanan Surabaya Samator, tim asal Jakarta ini tidak kehilangan fokus. Sebaliknya, para pemain merespons situasi tersebut dengan meningkatkan intensitas permainan.

Setelah Samator menyamakan kedudukan, Bhayangkara Presisi langsung melakukan penyesuaian strategi. Mereka memperbaiki koordinasi blok dan mempercepat transisi serangan. Hasilnya, Bhayangkara Presisi mampu mengamankan set ketiga dan keempat dengan permainan yang lebih solid. Dengan skor akhir 25-20, 23-25, 25-21, dan 25-20, Bhayangkara Presisi menutup laga dengan kemenangan meyakinkan.

proliga

PROLIGA 2025 – Para pevoli putra Bhayangkara Presisi meraih juara I Proliga 2025 di Gor Amongrogo, Yogyakarta pada Minggu (11/5/2025). Jakarta Bhayangkara Presisi menutup Proliga 2026 putra pekan ke-1 dengan kemenangan seusai menundukkan Surabaya Samator, Minggu (11/1/2026). Tribun Solo/Muhammad Nursina

Posisi Puncak Klasemen Setelah Pekan Pertama

Kemenangan atas Surabaya Samator melengkapi hasil sempurna Bhayangkara Presisi di pekan pertama. Sebelumnya, mereka juga meraih kemenangan telak atas Medan Falcons Tirta Bhagasasi dengan skor 3-0. Dua kemenangan ini mengantarkan Bhayangkara Presisi ke puncak klasemen sementara Proliga 2026 putra dengan raihan enam poin dari dua pertandingan.

Di bawah Bhayangkara Presisi, LavAni menguntit dengan tiga poin dari satu laga. Sementara itu, Surabaya Samator, Jakarta Garuda Jaya, dan Medan Falcons Tirta Bhagasasi belum mengoleksi poin. Kondisi ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan sejak awal musim.

Komposisi Pemain Menunjang Kestabilan Tim

Dalam pertandingan melawan Samator, pelatih Reidel Toiran menurunkan susunan pemain terbaik. Arjuna Mahendra mengisi posisi opposite, sementara Raden Ahmad Gumilar dan Yuda Mardiansyah Putra menjaga area middle blocker. Agil Anggara serta Rendy Tamamilang mengisi sektor outside hitter, sedangkan Nizar Julfikar mengatur permainan sebagai setter.

Di sisi lain, Surabaya Samator di bawah arahan Rodolfo Luis Sanchez mengandalkan Muhammad Alif Zaidhan dan Ageng Wardoyo di posisi outside hitter. Rama Fazza Fauzan berperan sebagai opposite, sementara Lyvan Taboada Diaz bertugas sebagai setter. Meski memiliki komposisi pemain berpengalaman, Samator tetap kesulitan menahan tekanan Bhayangkara Presisi.

Jalannya Pertandingan Berlangsung Intens

Samator memulai pertandingan dengan servis pertama. Namun, Bhayangkara Presisi langsung merespons melalui serangan cepat Agil Anggara yang menghasilkan poin pembuka. Tidak berhenti di situ, Bhayangkara Presisi kembali menambah angka melalui spike keras Arjuna Mahendra.

Samator sempat mencuri momentum lewat serangan Rama Fazza. Meski demikian, Bhayangkara Presisi terus menjaga keunggulan. Permainan agresif dan pertahanan rapat membuat Samator beberapa kali gagal memaksimalkan serangan quick. Hingga technical time out pertama, Bhayangkara Presisi unggul 8-6 dan terus menjaga jarak poin.

Pada set kedua, Samator meningkatkan intensitas permainan dan memanfaatkan celah pertahanan lawan. Tekanan ini membuahkan hasil, sehingga Samator merebut set tersebut dengan skor tipis 25-23. Namun, Bhayangkara Presisi tidak membiarkan momentum berpindah terlalu jauh.

Konsistensi Menjadi Kunci Kemenangan

Memasuki set ketiga dan keempat, Bhayangkara Presisi kembali mengambil alih kendali permainan. Variasi serangan yang lebih beragam serta pertahanan yang disiplin membuat Samator kesulitan mengejar ketertinggalan. Dukungan penonton di GOR Terpadu A Yani juga memberikan tambahan semangat bagi Bhayangkara Presisi.

Melalui kerja sama tim yang solid dan komunikasi yang terjaga, Bhayangkara Presisi menutup pertandingan dengan kemenangan. Konsistensi ini menjadi modal penting untuk menghadapi laga-laga berikutnya.

Kesimpulan

Hasil positif di pekan pertama Proliga 2026 putra menegaskan kesiapan Jakarta Bhayangkara Presisi dalam mempertahankan gelar juara. Mental juara, kedalaman skuad, dan konsistensi permainan menjadi faktor utama keberhasilan tim. Dengan performa seperti ini, Bhayangkara Presisi layak menjadi kandidat kuat juara Proliga 2026.