Bakar Sampah – Kegiatan pembakaran sampah di Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, memicu kebakaran signifikan pada Selasa malam, 6 Januari 2026. Api membakar tumpukan sampah yang luasnya mencapai 300 meter persegi, sehingga petugas pemadam kebakaran harus segera di kerahkan untuk menanggulangi situasi.
Kasi Operasional Sudin Gulkarmat, Gatot Sulaeman, menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan 30 personel dengan empat unit mobil pemadam kebakaran setelah menerima laporan sekitar pukul 20.48 WIB. Menurut Gatot, respons cepat menjadi kunci dalam mencegah api menyebar ke kawasan pemukiman sekitar.
Penyebab dan Luas Kebakaran
Gatot menjelaskan bahwa kebakaran berawal dari aktivitas warga yang membakar sampah dan meninggalkannya tanpa pengawasan. Kondisi ini menyebabkan api membesar hingga mengancam lingkungan sekitar. Tumpukan sampah yang terbakar memiliki luas mencapai 300 meter persegi, sehingga potensi risiko menyebarnya api sangat tinggi.
Lebih lanjut, Gatot menekankan bahwa keterlambatan dalam pengawasan aktivitas pembakaran sampah sering menjadi faktor pemicu kebakaran di kawasan padat penduduk. Oleh karena itu, edukasi masyarakat mengenai risiko dan tata cara membuang sampah menjadi salah satu langkah preventif yang penting.

Kebiasaan warga bakar sampah picu kebakaran hebat di Jakut
Tindakan Damkar dan Proses Pemadaman
Petugas Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 20.55 WIB, hanya tujuh menit setelah laporan diterima. Segera setelah itu, petugas memulai proses pemadaman intensif menggunakan peralatan lengkap yang tersedia.
“Api berhasil dilokalisir pukul 21.25 WIB, dan petugas melanjutkan proses pendinginan mulai pukul 21.32 WIB hingga saat ini,” jelas Gatot. Selama operasi, petugas terus memantau suhu dan sisa bara api untuk memastikan kebakaran tidak kembali menyala.
Gatot menambahkan bahwa seluruh personel masih berada di lokasi hingga seluruh tindakan pemadaman selesai di lakukan. Langkah ini termasuk pemeriksaan titik panas, penyiraman ulang, dan pengawasan sekeliling lokasi untuk mencegah kebakaran susulan.
Dampak dan Implikasi Kebakaran Tumpukan Sampah
Kebakaran tumpukan sampah tidak hanya menimbulkan risiko fisik bagi lingkungan sekitar, tetapi juga menghasilkan polusi udara yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Asap tebal yang muncul dari sampah terbakar mengandung partikel berbahaya yang dapat memicu gangguan pernapasan.
Selain itu, insiden ini menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk penerapan larangan membakar sampah secara langsung di lingkungan pemukiman padat. Pemerintah daerah dan petugas Damkar harus terus meningkatkan sosialisasi dan pengawasan agar risiko kebakaran serupa dapat di minimalkan di masa depan.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Peristiwa kebakaran di Kelurahan Pegangsaan Dua menunjukkan bahwa aktivitas sederhana seperti membakar sampah tanpa pengawasan dapat berubah menjadi insiden serius. Respons cepat petugas Damkar berhasil mencegah kebakaran meluas dan menekan potensi kerugian.
Namun, dari perspektif pencegahan jangka panjang, pendidikan publik, penegakan aturan, dan pengelolaan sampah yang tepat menjadi strategi utama. Pemerintah daerah perlu mendorong masyarakat untuk membuang sampah melalui mekanisme resmi, seperti bank sampah, TPS, atau fasilitas pengelolaan sampah yang aman. Dengan langkah-langkah tersebut, risiko kebakaran dapat di minimalkan, dan lingkungan tetap aman serta sehat.