Tradisi Sasak Lombok Timur kembali memperoleh pengakuan nasional setelah pemerintah pusat menetapkan dua kekayaan budaya dari Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Pengakuan tersebut mencakup permainan tradisional Belanjakan Masbagik dan kuliner khas jajan Temerodok Sakra.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur, Nurul Wathoni, menjelaskan bahwa Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia memberikan status WBTB kepada kedua warisan tersebut setelah melalui rangkaian penilaian.
Pengakuan ini menjadi kabar penting bagi upaya menjaga kekayaan budaya masyarakat Sasak. Selain memperkuat identitas budaya daerah, status tersebut juga membawa tanggung jawab bagi pemerintah dan masyarakat untuk memastikan tradisi tetap hidup serta di kenal oleh generasi berikutnya.
Belanjakan Masbagik dan Temerodok Sakra Lolos Penilaian
Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sebelumnya mengusulkan sejumlah kekayaan budaya Sasak agar memperoleh pengakuan sebagai WBTB. Namun, pemerintah pusat tidak langsung menerima seluruh usulan tersebut.
Menurut Nurul, proses penetapan membutuhkan beberapa tahapan. Pemerintah daerah lebih dahulu mengajukan warisan budaya kepada Kementerian Kebudayaan. Selanjutnya, pihak terkait melakukan kajian khusus bersama masyarakat sebelum tim dari pemerintah pusat menjalankan verifikasi faktual.
Dari tiga kekayaan budaya yang masuk dalam proses pengusulan dan verifikasi, tim penilai akhirnya menerima dua di antaranya. Belanjakan yang berasal dari Masbagik serta jajan Temerodok dari Sakra berhasil memenuhi penilaian untuk memperoleh status Warisan Budaya Tak Benda.
Dengan hasil tersebut, dua kekayaan budaya masyarakat Sasak itu kini mendapat pengakuan dalam lingkup nasional.
Tenun Sapit Swela Akan Diajukan Kembali
Sementara itu, Tenun Sapit Swela belum berhasil memperoleh status yang sama. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur tetap berupaya memperjuangkan warisan budaya tersebut dalam pengajuan berikutnya.
Nurul mengatakan pemerintah daerah akan memperbaiki sejumlah kekurangan berdasarkan catatan yang di berikan tim verifikasi pusat. Setelah proses perbaikan selesai, Pemkab Lombok Timur berencana mengajukan kembali Tenun Sapit Swela untuk menjalani penilaian.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa proses mendapatkan status WBTB membutuhkan kelengkapan kajian dan pemenuhan berbagai unsur yang menjadi bahan pertimbangan tim penilai.
Karena itu, pemerintah daerah tidak menghentikan proses setelah usulan Tenun Sapit Swela belum terpilih. Sebaliknya, Pemkab Lombok Timur akan menggunakan hasil evaluasi tersebut sebagai dasar untuk mempersiapkan pengajuan selanjutnya.

Tradisi belanjakan masyarakat di Lombok Timur, Provinsi NTB.
Pemkab Lombok Timur Fokus Menjaga Tradisi Sasak
Setelah memperoleh pengakuan nasional, tantangan berikutnya ialah memastikan Belanjakan Masbagik dan Temerodok Sakra tidak hanya tercatat sebagai warisan budaya. Pemerintah daerah ingin masyarakat terus menjalankan, mengenalkan, dan menjaga kedua kekayaan budaya tersebut.
Nurul menilai pelestarian membutuhkan kerja bersama. Pemerintah tidak dapat menjalankan seluruh upaya tersebut sendiri tanpa keterlibatan masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari keberlangsungan tradisi.
Khusus Belanjakan Masbagik, pemerintah berharap lingkungan pendidikan ikut berperan dalam mengenalkan tradisi tersebut. Salah satu gagasan yang muncul ialah memasukkan tradisi lokal ke dalam muatan lokal sekolah di sekitar Masbagik.
Melalui pendidikan, generasi muda dapat mengenal warisan budaya di lingkungan mereka sejak dini. Upaya tersebut juga dapat memperkuat hubungan antara masyarakat, sekolah, dan pemerintah dalam menjaga keberlanjutan tradisi.
Nurul menegaskan bahwa kolaborasi menjadi bagian penting dalam proses pelestarian. Tradisi akan terus hidup apabila masyarakat tetap menjalankannya dan generasi berikutnya memiliki pengetahuan mengenai warisan tersebut.
Jajan Temerodok Sakra Juga Perlu Terus Dikenalkan
Perhatian serupa juga tertuju pada jajan Temerodok. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mendorong masyarakat di Kecamatan Sakra untuk terus menjaga keberadaan kuliner tradisional tersebut.
Masyarakat memiliki peran penting karena keberlangsungan makanan tradisional bergantung pada orang-orang yang terus membuat, mengenalkan, dan mempertahankannya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, pengakuan sebagai WBTB menjadi awal untuk memperkuat upaya pelestarian, bukan akhir dari proses tersebut.
Pemerintah daerah berharap jajan Temerodok tetap tumbuh sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat Sakra. Dengan demikian, kuliner tersebut dapat terus dikenal sekaligus menjadi bagian dari identitas budaya lokal.
Pengakuan terhadap Belanjakan Masbagik dan Temerodok Sakra juga mempertegas keberadaan kekayaan budaya yang berasal dari Lombok Timur. Nurul menyatakan kedua warisan tersebut menjadi milik Lombok Timur sehingga pihak lain tidak dapat mengklaimnya.
Kini, pemerintah daerah bersama masyarakat menghadapi tugas penting untuk menjaga keberlanjutan kedua warisan itu. Pelestarian melalui lingkungan masyarakat dan pengenalan kepada generasi muda menjadi bagian penting agar tradisi Sasak Lombok Timur tetap hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.