Momen Nataru – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai kembali menunjukkan perannya sebagai gerbang utama pariwisata Indonesia dengan melayani lebih dari 1,4 juta penumpang selama periode angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Periode ini berlangsung selama 21 hari, mulai 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, sesuai ketetapan pemerintah pusat. Selama rentang waktu tersebut, Posko Terpadu Nataru beroperasi penuh untuk mengelola arus perjalanan udara yang meningkat signifikan.

Peningkatan trafik ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat sekaligus pulihnya aktivitas pariwisata, khususnya di Bali yang tetap menjadi destinasi favorit wisatawan domestik dan mancanegara.

Pergerakan Penumpang Didominasi Wisatawan Internasional

Selama periode Nataru, Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani total 1.483.824 penumpang. Dari jumlah tersebut, penumpang internasional mendominasi dengan total 877.876 orang atau sekitar 59 persen. Sementara itu, penumpang domestik mencapai 605.948 orang atau setara 41 persen dari keseluruhan trafik penumpang.

Dominasi penumpang internasional ini menegaskan posisi Bali sebagai magnet utama pariwisata global. Selain itu, tren ini juga menunjukkan kepercayaan wisatawan asing terhadap konektivitas penerbangan dan kualitas layanan bandara.

Penumpang

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali melayani lebih dari 1,4 juta penumpang selama periode angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). (Arsip Humas Bandara I Gusti Ngurah Rai).

Trafik Penerbangan Mengalami Kenaikan Signifikan

Sejalan dengan meningkatnya jumlah penumpang, pergerakan pesawat juga mengalami lonjakan. Selama Posko Terpadu Nataru beroperasi, Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat 9.113 pergerakan pesawat. Dari total tersebut, penerbangan internasional mencatat angka tertinggi dengan 4.718 pergerakan atau sekitar 52 persen.

Di sisi lain, penerbangan domestik mencatatkan 4.395 pergerakan pesawat. Data ini menunjukkan bahwa aktivitas penerbangan internasional terus tumbuh dan memberikan kontribusi besar terhadap total trafik bandara.

Rata-Rata Penumpang Harian dan Puncak Arus Libur

Jika dirata-ratakan, Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani sekitar 70.658 penumpang per hari selama periode Nataru. Namun, pada hari-hari tertentu, jumlah penumpang meningkat tajam. Puncak arus libur terjadi pada 28 Desember 2025 dengan total 83.512 penumpang.

Sementara itu, puncak arus balik muncul pada 2 Januari 2026 dengan 77.367 penumpang. Angka ini menunjukkan bahwa arus perjalanan tidak hanya terkonsentrasi pada satu periode, tetapi menyebar secara relatif merata sepanjang libur akhir tahun.

Kepadatan Sisi Udara Terkelola dengan Baik

Lonjakan aktivitas penumpang turut memengaruhi kepadatan di sisi udara bandara. Selama periode Nataru, Bandara I Gusti Ngurah Rai mencatat rata-rata 434 pergerakan pesawat per hari. Angka tersebut setara dengan sekitar 18 proses lepas landas dan mendarat dalam satu jam.

Jika dibandingkan dengan rata-rata harian sepanjang tahun 2025, terjadi peningkatan yang cukup nyata. Sepanjang 2025, bandara ini melayani rata-rata 66.096 penumpang dan 393 pergerakan pesawat per hari. Dengan demikian, lonjakan trafik selama Nataru berada di kisaran 7 hingga 10 persen.

Strategi Pengelolaan Trafik Selama Posko Nataru

Manajemen bandara menerapkan berbagai strategi untuk mengelola peningkatan trafik tersebut. Seluruh lini pelayanan memperkuat koordinasi agar operasional bandara tetap berjalan lancar. Selain itu, pihak bandara juga memastikan penerapan standar keamanan dan keselamatan sesuai regulasi yang berlaku.

Penguatan fasilitas, kesiapan peralatan, serta optimalisasi sumber daya manusia menjadi fokus utama selama periode padat ini. Melalui langkah-langkah tersebut, bandara mampu menjaga kelancaran arus penumpang dan penerbangan tanpa mengorbankan aspek keselamatan.

Fokus pada Pengalaman Penumpang dan Sinergi Lintas Instansi

Di tengah lonjakan trafik, manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai tetap menempatkan pengalaman penumpang sebagai prioritas utama. Seluruh proses perjalanan dirancang agar berlangsung aman, nyaman, dan seamless. Petugas bandara meningkatkan kesiapan layanan, mulai dari check-in, keamanan, hingga area kedatangan.

Selain itu, bandara juga memperkuat sinergi dengan berbagai instansi terkait dan mitra layanan. Kolaborasi intensif ini memastikan respons cepat terhadap potensi kendala operasional serta mendukung kelancaran perjalanan penumpang selama masa libur panjang.

Bandara Ngurah Rai Tegaskan Peran Strategis di Pariwisata Nasional

Keberhasilan Bandara I Gusti Ngurah Rai dalam mengelola lonjakan trafik Nataru 2025–2026 menegaskan peran strategisnya dalam mendukung pariwisata dan mobilitas nasional. Dengan pertumbuhan trafik yang terkendali serta layanan yang tetap optimal, bandara ini menunjukkan kesiapan menghadapi periode sibuk di masa mendatang.

Melalui penguatan layanan, koordinasi lintas sektor, dan fokus pada kepuasan penumpang, Bandara I Gusti Ngurah Rai terus memperkuat posisinya sebagai salah satu bandara tersibuk dan terpenting di Indonesia.