Pergerakan Emas Antam – Memasuki awal Januari 2026, harga emas batangan 24 karat di Indonesia bergerak turun secara signifikan. Penurunan ini muncul secara serentak di berbagai penyedia utama, mulai dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Pegadaian, hingga sejumlah platform digital emas. Oleh karena itu, dinamika harga emas ini langsung menarik perhatian investor dan masyarakat yang aktif bertransaksi logam mulia.

Selain itu, pergerakan harga pada 3 dan 4 Januari 2026 memperlihatkan koreksi baik pada harga jual maupun harga beli kembali. Kondisi tersebut menunjukkan respons pasar domestik terhadap dinamika ekonomi global yang terus berubah. Dengan situasi ini, sebagian investor melihat peluang akumulasi, sementara investor lain mulai menata ulang strategi portofolio mereka.

Pergerakan Harga Emas Antam Menjadi Sorotan Utama

Pada 3 Januari 2026, harga emas batangan Antam ukuran 1 gram turun sebesar Rp16.000. Sebelumnya, harga emas berada di level Rp2.504.000 per gram. Namun, Antam menetapkan harga baru di angka Rp2.488.000 per gram sebelum pajak. Penyesuaian ini langsung memengaruhi minat beli masyarakat, terutama investor ritel yang menjadikan emas Antam sebagai aset lindung nilai.

Selanjutnya, setelah penambahan pajak PPh 0,25 persen, harga emas Antam 1 gram mencapai Rp2.494.220. Tidak hanya itu, Antam juga menyesuaikan harga buyback. Pada hari yang sama, Antam menurunkan harga beli kembali sebesar Rp17.000, dari Rp2.363.000 menjadi Rp2.346.000 per gram. Melalui langkah ini, Antam mencerminkan kondisi pasar yang sedang bergerak dinamis di awal tahun.

Emas Batangan

Petugas memperlihatkan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian Kota Tangerang, Banten, Kamis (11/6/2020). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini naik Rp 12.000 menjadi Rp 893 ribu per gram dibanding sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga Emas Pegadaian Ikut Bergerak Turun

Di sisi lain, Pegadaian juga mencatat penurunan harga emas batangan dari berbagai merek. Emas Galeri24 di Pegadaian pada 4 Januari 2026 berada di level Rp2.522.000 per gram. Angka ini turun Rp15.000 dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp2.537.000 per gram. Penurunan ini menunjukkan konsistensi tren pelemahan harga emas di pasar ritel.

Selain Galeri24, emas UBS di Pegadaian juga mengalami koreksi harga. Pada 3 Januari 2026, harga emas UBS turun sebesar Rp29.000 per gram. Kemudian, pada 4 Januari 2026, Pegadaian mematok harga emas UBS di angka Rp2.559.000 per gram, turun dari Rp2.567.000 per gram. Dengan kondisi ini, Pegadaian memberikan sinyal yang jelas mengenai arah pergerakan harga emas nasional.

Platform Digital Menunjukkan Variasi Harga Emas

Sementara itu, platform digital juga menampilkan pergerakan harga yang beragam. Di Lakuemas, harga beli emas pada 4 Januari 2026 berada di angka Rp2.326.000 per gram. Pada saat yang sama, Lakuemas menetapkan harga jual emas di level Rp2.385.000 per gram. Selisih harga ini mencerminkan spread yang umum terjadi dalam transaksi emas digital.

Selain Lakuemas, IndoGold juga memperbarui harga emasnya pada Minggu, 4 Januari 2026. IndoGold menetapkan harga beli emas sebesar Rp2.384.606 per gram. Untuk harga buyback, IndoGold mematok angka Rp2.327.500 per gram. Melalui data ini, investor dapat membandingkan harga lintas platform sebelum mengambil keputusan transaksi.

Dampak Fluktuasi terhadap Harga Emas Perhiasan

Tidak hanya emas batangan, fluktuasi harga juga memengaruhi emas perhiasan. Meskipun data perhiasan berasal dari rentang Desember 2025 hingga Januari 2026, informasi ini tetap memberikan gambaran penting. Pada 4 Januari 2026, Lakuemas mencatat harga emas perhiasan 24 karat (99 persen) di angka Rp2.105.000 per gram.

Selain itu, Lakuemas juga merilis daftar harga emas perhiasan berdasarkan kadar karat. Harga 23K berada di Rp1.883.000 per gram, 22K di Rp1.800.000 per gram, dan 21K di Rp1.722.000 per gram. Sementara itu, harga 18K tercatat Rp1.471.000 per gram, dan 14K berada di Rp1.141.000 per gram. Perbedaan ini menunjukkan pengaruh kadar karat terhadap nilai jual emas perhiasan.

Pentingnya Strategi dan Pemahaman Pasar Emas

Dengan kondisi pasar seperti ini, investor perlu memahami bahwa harga emas dapat berubah beberapa kali dalam sehari. Selain itu, perbedaan antara harga beli dan buyback menciptakan spread yang harus diperhitungkan secara matang. Beberapa harga sudah memasukkan pajak PPh 0,25 persen, sementara harga lain belum memasukkannya.

Oleh karena itu, konsumen dan investor perlu memantau informasi resmi dari masing-masing penyedia sebelum bertransaksi. Dengan pemahaman yang tepat mengenai sumber pembelian, kadar karat, dan struktur harga, investor dapat menyusun strategi yang lebih rasional. Pada akhirnya, pergerakan harga emas awal Januari 2026 menegaskan bahwa emas tetap menjadi instrumen investasi yang dinamis dan menuntut ketelitian tinggi.