Event Budaya 2026 – Berencana liburan ke Bali pada tahun 2026? Jika selama ini wisatawan hanya memusatkan perhatian pada pantai, kini saatnya melirik sisi budaya yang lebih hidup. Kabupaten Badung secara aktif menyiapkan rangkaian agenda pariwisata yang kaya tradisi dan festival berskala internasional. Melalui kalender event 2026, Dinas Pariwisata Kabupaten Badung menargetkan Badung sebagai pusat wisata budaya sepanjang tahun.
Lebih dari sekadar hiburan, setiap agenda menghadirkan nilai spiritual, sosial, dan kearifan lokal. Oleh karena itu, wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih mendalam dan autentik saat menjelajahi Bali bagian selatan ini.
Ritual Awal Tahun yang Sarat Makna Alam dan Kehidupan
Sebagai pembuka tahun, Badung menghadirkan ritual-ritual tradisional yang menekankan keseimbangan antara manusia, alam, dan makhluk hidup. Pertama, Ritual Tumpek Uye berlangsung pada 7 Februari dan 5 September 2026. Tradisi ini berfokus pada penghormatan terhadap hewan sebagai bagian dari ciptaan Tuhan. Di kawasan luar Pura Luhur Uluwatu, Desa Pecatu, warga bersama wisatawan memberi makan monyet sambil mengenakan busana adat Bali. Dengan demikian, interaksi budaya dan pariwisata berjalan selaras.
Selanjutnya, Megegobog hadir pada 18 Maret 2026 di Banjar Taman Griya, Jimbaran. Tradisi ini menghadirkan pawai pemuda yang bernyanyi sambil berjalan ke tiga arah berbeda. Kemudian, mereka berkumpul di satu titik untuk memainkan api sebagai simbol pembersihan diri menjelang Nyepi. Melalui prosesi ini, nilai kebersamaan dan semangat gotong royong terus hidup di tengah generasi muda.

Potret Tradisi Mebuug-buugan, Mandi Lumpur Setelah Nyepi. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Tradisi Unik yang Memperkuat Nilai Persatuan
Berikutnya, Badung menghadirkan Mbed-Mbedan pada 26 Maret 2026 di Desa Adat Semate, Mengwi. Tradisi ini melibatkan dua kelompok warga yang melakukan tarik tambang menggunakan akar tanaman menjalar dari area pemakaman desa. Melalui ritual ini, masyarakat memohon keselamatan sekaligus menanamkan nilai persatuan dan solidaritas sosial.
Tidak berhenti di situ, Mebuug-Buugan juga meramaikan kalender pada 20 Maret 2026 di Desa Adat Kedonganan. Tradisi permainan lumpur ini mengajak warga dan wisatawan merayakan kebersamaan sambil memohon kesejahteraan lahir dan batin kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dengan pendekatan yang sederhana namun penuh makna, tradisi ini selalu menarik perhatian pengunjung.
Perayaan Budaya Ikonik Khas Badung
Memasuki pertengahan tahun, Badung kembali menggugah minat wisatawan melalui Mekotek pada 27 Juni 2026 di Desa Munggu, Mengwi. Warga setempat membawa puluhan hingga ratusan tongkat panjang yang saling bertemu hingga membentuk formasi menyerupai piramida. Suara “tek-tek-tek” yang muncul dari pertemuan tongkat menciptakan atmosfer sakral sekaligus meriah.
Pada bulan yang sama, Beachwalk Kuta Fest 2026: Celebrating the Soul of Kuta menghadirkan perpaduan budaya pesisir dan gaya hidup modern. Festival ini berlangsung di kawasan Beachwalk Shopping Center dengan latar Pantai Kuta. Melalui acara ini, Badung merayakan identitas Kuta sebagai ikon pariwisata Bali yang dinamis.
Festival Internasional dan Ajang Kreativitas Lokal
Selain tradisi lokal, Badung juga memperkuat posisinya di tingkat global melalui Bali Beyond Travel Fair (BBTF) pada Juni 2026. Pameran ini mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan pembeli internasional. Melalui BBTF, Badung memperluas jaringan pariwisata dan membuka peluang kolaborasi lintas negara.
Kemudian, Semarak Pandawa pada Juli 2026 menggabungkan seni, olahraga, seminar, dan pemberdayaan UMKM di kawasan Pantai Pandawa. Festival ini melibatkan masyarakat lokal dan pelaku pariwisata sehingga menciptakan dampak ekonomi yang luas. Pada bulan yang sama, Festival Sangeh di kawasan Alas Pala Sangeh menumbuhkan kreativitas generasi muda melalui pelestarian seni dan adat.
Warisan Budaya dan Atraksi Tradisi Api
Memasuki September 2026, Taman Ayun Barong Festival hadir di Pura Taman Ayun, Mengwi. Festival ini menampilkan seni Barong dan Mekanang dengan tujuan melestarikan warisan budaya sekaligus mendorong regenerasi seniman Bali. Keberadaan Pura Taman Ayun sebagai situs warisan dunia UNESCO semakin memperkuat daya tarik acara ini.
Selanjutnya, Siat Geni pada 26 September 2026 di Desa Adat Tuban menyuguhkan pertunjukan tradisi api yang penuh adrenalin. Dua kelompok pemuda saling berhadapan dengan api dari sabut kelapa sebagai simbol keberanian dan pengendalian diri. Tak kalah menarik, Perang Siat Tipat pada 23 September 2026 di Pura Desa Kapal, Mengwi, menghadirkan tradisi lempar tipat dan bantal yang diiringi gamelan.
Festival Penutup dan Destinasi Unggulan Badung
Sebagai penutup, Festival Pandawa pada 7 Oktober 2026 kembali menghidupkan kawasan Pantai Pandawa dengan rangkaian kegiatan seni, olahraga, dan UMKM. Selain agenda tersebut, Badung juga menawarkan destinasi unggulan seperti Sangeh Monkey Forest, Air Terjun Nungnung, Taman Mumbul, Water Blow, Pantai Labuan Sait, dan Pantai Pandawa.
Dengan kalender event yang tersusun rapi dan beragam, Kabupaten Badung menjadikan tahun 2026 sebagai momentum terbaik untuk mengeksplorasi Bali lebih dalam. Oleh sebab itu, wisatawan tidak hanya menikmati pantai, tetapi juga menyelami budaya, tradisi, dan kehidupan lokal yang autentik.