Polres Pidie Jaya – menunjukkan peran aktif dalam mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak bencana banjir. Melalui kegiatan gotong royong bersama masyarakat, jajaran kepolisian berupaya mengembalikan fungsi fasilitas umum dan sarana pendidikan agar masyarakat kembali beraktivitas secara normal. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 2 Januari 2026, dengan melibatkan berbagai unsur kepolisian dan warga setempat.

Aksi sosial ini menjadi langkah nyata Polres Pidie Jaya dalam membantu masyarakat yang menghadapi dampak banjir. Fokus utama kegiatan ini mencakup pembersihan kantor pemerintahan gampong, meunasah, fasilitas umum, serta lingkungan sekolah yang terdampak lumpur dan sampah sisa banjir.

Fokus Pemulihan Fasilitas Umum dan Sarana Pendidikan

Polres Pidie Jaya memusatkan kegiatan gotong royong pada beberapa lokasi strategis. Personel kepolisian bersama warga membersihkan Kantor Keuchik Gampong Meunasah Lhok, meunasah setempat, serta fasilitas umum lain yang berperan penting dalam pelayanan masyarakat. Selain itu, kegiatan pembersihan juga menyasar Sekolah PAUD/TK Bungong Jeumpa Gampong Lueng Rimba, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Upaya ini bertujuan agar fasilitas tersebut kembali siap digunakan oleh masyarakat. Lingkungan sekolah memperoleh perhatian khusus karena kegiatan belajar mengajar membutuhkan kondisi yang bersih, aman, dan nyaman bagi anak-anak.

Bencana Aceh

Foto: Polres Pidie Jaya membantu proses pemulihan pascabencana di Pidie Jaya, Aceh. (Dok. Istimewa)

Dukungan Polri untuk Kelangsungan Pendidikan Pascabencana

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu melalui Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi menyampaikan bahwa Polri memprioritaskan pembersihan sarana pendidikan. Langkah ini sejalan dengan Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Aceh yang menetapkan pelaksanaan kembali proses belajar mengajar pada 5 Januari 2026 bagi sekolah yang memenuhi kelayakan.

AKP Mahruzar Hariadi menegaskan bahwa Polri siap membantu sekolah-sekolah agar siswa dapat kembali belajar dengan aman. Kepedulian terhadap pendidikan menjadi bagian penting dari upaya pemulihan pascabencana karena pendidikan berperan besar dalam membangun masa depan generasi muda.

Sinergi Polri dan Masyarakat dalam Aksi Gotong Royong

Kegiatan gotong royong ini melibatkan banyak pihak. Jajaran Polres Pidie Jaya mengerahkan Kasubbagdalprogar Bagren AKP Hendra Saputra, Kasat Reskrim IPTU Fauzi Atmaja, Kasat Samapta IPTU Ramli, serta Kapolsek Meureudu AKP Mustafa Kamal. Personel Polres Pidie Jaya, personel Polsek Meureudu, dan personel BKO Brimob Polda Aceh yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa II juga ikut berpartisipasi aktif.

Selain unsur kepolisian, masyarakat Gampong Meunasah Lhok dan Gampong Lueng Rimba turut berperan langsung dalam kegiatan ini. Kolaborasi antara Polri dan warga mencerminkan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial dalam menghadapi kondisi pascabencana.

Pemanfaatan Peralatan untuk Percepatan Pembersihan

Untuk mendukung efektivitas kegiatan, Polres Pidie Jaya memanfaatkan berbagai peralatan. Tim gotong royong menggunakan excavator mini, dump truck, serta mesin pompa air untuk mengangkat lumpur dan sisa material banjir. Selain itu, perlengkapan kebersihan seperti sekop, cangkul, sapu, dan ember membantu proses pembersihan area yang sulit terjangkau alat berat.

Seluruh peserta kegiatan bekerja secara bergantian membersihkan lumpur dari ruang kelas, halaman sekolah, kantor pemerintahan gampong, dan fasilitas umum. Kerja sama ini mempercepat pemulihan lingkungan agar masyarakat kembali beraktivitas tanpa hambatan.

Harapan dan Komitmen Polres Pidie Jaya

Polres Pidie Jaya berharap dinas terkait dapat segera melakukan pengecekan terhadap sekolah yang belum layak digunakan. Selain itu, Polres Pidie Jaya mendorong penyediaan solusi sementara seperti penyewaan gedung atau penyediaan tenda belajar agar proses pendidikan tetap berjalan.

Melalui aksi gotong royong ini, Polres Pidie Jaya menegaskan komitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam masa pemulihan pascabencana. Sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya.